Siapa sih yang harus mandi duluan?Β 

Hidup berumah tangga itu gurih gurih enyoooy katanyaa πŸ’‘…. kenyataannya emang bener kok haha πŸ˜…πŸ˜„β€. 

Saya dan suami itu bedanya 360Β°. Saya orang yg nyantai dan dia tidak. Sok sok perfectionist gtw deh tapi memang perfectionist. Daaan selalu ada drama kalo mau kondangan.

(Kondangan jam 11.00-13.00)

Hari Minggu, pengennya leyeh-leyeh aja gtw diatas pulau kapuk. Mager pisaaan!!

(Jam 09.00)

Suami: beeeb kamu mandi duluan gih 

Saya: kmu duluan aja, aku nunggu mules

Suami: tinggal jongkok aja di kamar mandi ntar keluar, mau kondangan nih. Awas kalo bikin alis nya 1 jam *udahmulaikesel

Saya: ga kok beb, aku kalo bikin alis di waktu mendesak cuman 3 menit.

Perbincangan berhenti, masing2 sibuk… pak suami main pes, istri kepoin lambe turah πŸ˜†πŸ˜…

Tiba2 udah jam 11.00

Suami : beb kamu mandi duluan sanaaa (ngomong sambil main pes) 

Saya: kamu aja duluan

Suami: iiih dibilangin! Kamu duluan (masih sambil main pes) 

Saya: aaaah kamu lah sekali-kali duluan mandinya. 

Suami: *tiba2 dia melotot manjaaaah πŸ˜ πŸ˜±πŸ˜ˆπŸ’©

Dengan sangat berat hati, saya turun dari kasur menuju kamar mandi. Eeeerrr 😩

Kenapa sih harus istri duluan yang mandi???? 😧😧

Bekasi punya batik loh!

Apa yang ada di fikiranmu saat mendengar kota Bekasi?

Heeem sebagian orang bilang, kota metropolitan karena banyak mall, macet, panas, kota industri dan Bantargebang. Yupss… semuanya benar!

Bekasi adalah kota penyokong ibu kota Jakarta, tempat bermimpinya para penakluk Jakarta. Ditinggalkan ketika pagi hari dan tempat kembali saat malam tiba *suamigwbanget. Saat ini bekasi banyak bermetamorfosis sehingga, Bekasi menjadi kota yang tidak pernah tidur. Pembangunanpun sedang gencar dilakukan oleh pemkot Bekasi. Bekasi semakin bersolek, memikat begitu banyak pendatang dari berbagai pelosok Indonesia.

Yups, itulah Bekasi. Kota kelahiranku.

Tau kah kamu kalo saya ini adalah orang Bekasi ASELI ga pake blasteran apa2 dan saya sangat mencintai kota ini *ecieeeeh. Walaupun kota ini banyak dibully orang, tapi tak pernah sedikitpun berkurang rasa cinta saya padanya *aseek. Pada tanggal 10 Maret lalu, kota ini berulang tahun yang ke-20. Saya berharap kota Bekasi semakin berjaya, semikin sejahtera dan semakin sehat masyarakatnya dan semakin bersih lingkungannya. All the best for you!

Kota bekasi ini punya budaya yang sangat unik. Kota Bekasi ini ibarat blasteran orang sunda dan orang Betawi. Makanya bahasa Sunda dan Betawinya orang Bekasi itu khas banget, terdengar norak tapi saya suka karena itulah jati diri orang2 Bekasi. Karena perpaduan dua unsur budaya inilah tercipta wastra nusantara yang kita sebut BATIK BEKASI.

Apaaa? Bekasi punya batik? Emang? kayak gimana?

Banyak loh yang nanya ke saya kayak gini, kebetulan kemaren abis presentasi batik Bekasi di lomba fashion design. Nanti saya buat postingannya sendiri tentang kegiatan ini.

Yups! betul sekali Bekasi punya Batik dan saya bangga sekali.

Batik Bekasi diresmikan oleh walikota Bekasi Bpk. Rahmat Efendi dan wakilnya Bpk. Ahmad Syaikhu pada tahun 2014, tepat ketika kota ini berulang tahun yang ke 17. Jadi, memang belum lama diresmikannya, popularitasnyapun masih jauh dengan batik2 yang sudah tenar duluan. Ada12 pakem batik Bekasi.Β  Adapun 12 pakem batik Bekasi terbagi dariΒ  lima corak dibawah ini:

Motif – motif yang dibuat sangat menggambarkan kota Bekasi, salah satunya ikan gabus. Ikan gabus ini adalah kuliner khas masyarakat Betawi di Bekasi. Warnanyapun menggunakan warna2 terang seperti kuning, hijau, merah dll.

Beberapa minggu lalu saya berkunjung ke workshop salah satu pengrajin batik Bekasi, yang bernama Adelia Batik. Adelia batik adalah salah satu pengrajin batik Bekasi yang konsisten dalam memperkenalkan batik Bekasi ke khalayak luas. Lokasinya dari rumah saya lumayan jauh, saya membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai sana. Tempatnyapun masuk beberapa gang, sehingga driver ojek online sayapun sempat kebingungan hehe.

20170321_115636

Workshop Adelia Batik

20170321_115655

ruangan workshop

20170321_110615

mesin batik kelowong: mesin pembuat pola/motif batik yang sudah disupport dengan sistem komputer

Ketika saya datang saya langsung disambut oleh bapak Fauzi, salah satu staff Adelia batik. Sambutan yang ramah, membuat saya nyaman berada disini. Saya juga melihat dua orang ibu yang sedang membatik.

20170321_110449

Seorang ibu sedang memuat pola besar batik sebelum diisi oleh lilin

20170321_115241

Wajan/nyamplung yang berisi lilin yang sudah dicairkan

20170321_110456

Akhirnya sayapun penasaran ingin mencoba membatik, dan dipersilahkan untuk mencobanya. Yeee… seneeeng banget. Saya diberi kain katun sebesar sapu tangan yang sudah berpolae/bermotif (pohon bambu dan ikan gabus) untuk diis lilin/malam. Sebelumnya mas Fauzi mempraktekan terlebih dahulu, saya melihat beliau mudah sekali. Sayapun berfikir “saya juga bisa”, ternyata eng ing eng…. susyaaaah hikshiks. Pertama kali memegang canting tangan saya gemerteran, karena takut lilinnya jatuh berantakan. Lilin yang saya goreskan selalu melebar, sehingga bentuk motif tidak karuan haha. Sayangnya saya lupa memfoto hasil akhir batik saya, jelek banget sih jadi ga kepengen moto hehe.

20170321_114050

Setelah 3 menit membatik saya give up hehe. Next time deh belajar lagi…. membatik itu butuh kesabaran dan ketelitian yang sangat tinggi. Orang yang selebor seperti saya harus membangun mood luar biasa sebelum membatik. Sayapun membeli 2 meter kain batik dengan motif ikan gabus rawa, batu pecah, teratai dan potongan pohon bambu.

20170321_111323(0)

Harganya Rp. 375.000 – Rp. 400.000

20170321_114648

20170321_110728

Cantik-cantik ya batiknya

20170321_110746

Beberapa penghargaan yang diterima Adelia Batik

Itulah cerita seru saya saat membatik di Adelia Batik. Bagi teman-teman yang ingin memesan batik Bekasi atau mau belajar membatik bisa langsung hubungi Adelia Batik di alamat ini:

Workshop :
Pondok Batik Kaliabang Nangka
Kaliabang Nangka, Jalan Perwira VIII RT 04/05 No.33A
Bekasi Utara 17122

Online :
Website : www.adeliabatik.com
Facebook : Adelia Batik
Twitter : @adeliabatik
Instagram : @adeliabatik

Contact Info :
adeliabatik@yahoo.com

Temen-temen ada yang pernah membatik juga? share dong πŸ™‚

 

 

 

 

 

Sekitar Bekasi: Rumah Makan Saung Apung Harvest City

Hari Minggu kemarin saya dan keluarga besar dari mamah ditraktir makan siang oleh salah satu tante saya yang berulang tahun. Sebelum lanjut ceritanya, saya mau mengucapkan selamat ulang tahun untuk Tante Ella, semoga panjang umur, panjang jodoh dan segera diberikan momongan. Amin….

Saya ditraktir makan siang di salah satu resto yang cukup populer di lingkungan saya yaitu Rumah Makan Saung Apung, yang terletak di Jl. Harvest City Boulevard, Cileungsi Kidul, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820. Walaupun namanya saung apung tapi tidak ada saung yang mengapung disini, hanya namanya saja saung apung. Lokasinya di dalam perumahan dan lumayan jauh dari pintu gerbang Harvest City. Btw, Harvest City ini perumahan yang terletak saling berhadapan dengan pintu gerbang taman buah Mekar Sari. RM Saung Apung terbilang baru disini, kalo tidak salah berdiri sejak 2016. Sebelumnya saya pernah makan juga di Saung Apung yang berlokasi di Villa Nusa Indah 2 Jatiasih. Dalam benak saya cabangnya yang di Harvest City juga akan sama aja tempatnya. Kalo yang di Villa Nusa Indah tempatnya kecil, tapi yang di Harvest City tempatnya lebih besar. Berikut foto-foto yang bisa saya abadikan kemarin.

tampakdepan

Tampak depan. Pic fromΒ  http://www.saungapung.com

Sebelumnya kami sudah membooking 2 meja disini via telpon dan kamipun harus membayar booking fee sebesar Rp.400.000. Setelah sampai disana, saya sempat kaguuum.. woooww…saya suka tempat ini, katanya luasnya sekitar 8000m2 bisa menampung sekitar 600 orang. Tempatnya asri dan indah, dipercantik dengan danau di tengah2 resto. Kalo dijadikan tempat nikahan outdoor juga cantik loooh hehe. Fasilitasnya juga lumayan banyak ada playground untuk anak-anak, ada lapangan bola mini, mushola, live music dan bisa memancing di danau. Untuk acara keluaga, teman-teman atau komunitas tempat ini cocok banget.Saya sangat merekomendasikannya. Satu lagi yang saya suka, pelayannya sigap dan makanannya cepat datang. Kami ga perlu loh nunggu lama atau sampe manggilin waiters untuk tanya pesanan kami. Gerceeep banget padahal saat itu resto sedang penuh, yaiyalaah secara hari Minggu.

Bisa ditebak ga menu yang mereka sediakan apaaa???

Menu yang disajikan adalah makanan sunda diberikan sentuhan seafood. Menu yang disajikan berupa gurame terbang, ikan nila, ikan bawal, udang/cumi asam manis, sayur asem, karedok, cah kangkung, tahu tempe, genjer dan masih banyak yang lainnya. Untuk minuman ada es teh manis, aneka jus, kopi, es kelapa batok dll. Harga dimulai dari Rp. 6.000 – Rp. 75.000, sangat terjangkau. Sorry saya ga sempet foto makanannya. Udah keburu laper cyiiiin….

Lalu… gimana rasanyaaaa???

Saya kasih kategori lumayan enak, kalo boleh kasih nilai dari 1 – 10 saya kasih 7.Β  Sayur asemnya kurang nendang buat saya, kurang asyeem…..

Sebenernya ada yang sedikit mengganggu disini yaitu panggung live music bersebelahan dengan mushola. Dimana, ketika sedang solat dzuhur kemarin ternyata musik tidak berhentiΒ  dan itu ganggu banget. Mungkin sebaiknya pas jam-jam orang solat musik dihentikan dulu atau bisa dipindahkan tempatnya agar tidak terlalu mengganggu yang sholat.

Berikut foto-foto keseruan kami….

20170312_134958

Keluarga besar kakek Alm. Abdul Hamid

 

Kalo lagi kumpul keluarga gini foto-foto itu wajib apalagi personil lengkap, Alhamdulillah saya senang sekali.

Left: Mamah dan bapak, right: saya dan suami

 

Kumpul bocah

Bagi saya, berkumpul dengan keluarga besar itu suatu moment yang sangat berharga. Saya bertekad selalu menjaga tradisi ini sampai kapanpun. Sayang adik saya yang di Jogja tidak bisa ikut hikshiks, next time kita ke sini ya sis Annisa.

Family where life begins and love will never end

Kalo boleh tau weekend kemarin kemana guys??

SPW Gathering

Di postingan sebelum ini, saya sempet cerita kalo saya sedang belajar fashion design secaraΒ  online. Nah walaupun online, ada juga kelas offlinenya kalo guru saya mba Sascha kebetulan lagi di Indonesia. Saya pernah ikut kelas offlinenya mba Sascha, tapi sayang hanya satu hari karena keterbatasan waktu. Padahal normalnya kelas offline 6 hari.

Kebetulan sekali mba Sascha mengunjungi Indonesia di awal bulan Maret kemarin. Beliau akan stay di sini kurang lebih 2 bulan. Jadi, saya dan teman2 yang lain ga mau menyia2kan kesempatan untuk bertemu langsung dengan mba Sascha. Maka dari itu, kami (murid2 SPW) bersepakat untuk membuat gathering. Gathering diadakan hari Sabtu tgl. 4 Maret 2017 di Kuningan City.

Btw, murid mba Sascha ini ga cuman di Jakarta tetapi seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Karena ada beberapa siswa yang stay di Singapore, Hongkong, Malaysia bahkan Belanda. Kereeen….

Back to gathering, naah…. setelah diputuskan untuk gathering banyak sekali teman2 dari luar kota rela datang ke Jakarta hanya untuk bertemu guru kami. Aaah salut bgt deh sama mereka, ada yg datang dari Purwokerto, Cilacap bahkan Kalimantan. Huaah!! pokoknya saya seneng banget ngeliat antusiasme temen2 yg datang dari luar kota. Oiya, pada gathering kita kali ini ada dress codenya loooh, dengan tema I love Indonesia. Nanti akan dipilih siapa yang paling oke bajunya (best dress). Banyak dari temen2 yg selain jago desain juga jago menjahit. Jadi banyak dari mereka mendesign baju dan menjahitnya sendiri. Saluuuuut!! Kalo saya ga sempet jahit pakai yg ada saja hehe.

Jujur, saya sampet deg-degan looh menyambut gathering ini hehehe. Tidak terasa sampailah pada hari yg ditunggu2. Saya berangkat dari Bekasi berdua dengan mba Juni, teman SPW juga. Kebetulan rumah kami berdekatan dan kami baru kenal setelah bergabung dengan SPW. Dunia sempit ya hehe.

Dari Bekasi saya pergi jam 09.00, sampai Kuningan City jam 11 kurang. Lumayan cepet ya karena ga macet. Disana sudah ada beberapa teman yang sampai duluan. Kami hanya kenal dan ngobrol lewat FB dan WA saja, disinilah kami bertemu secara langsung. Rasanya seperti ketemu temen lama. Karena seringnya ngobrol lewat WA/FB tentang hoby kita, langsung nyambung aja gtw pas ketemu walaupun baru pertama kalinya. Pokoknya seruuu deh, alhamdulillah saya ga kaku walaupun baru ketemu dengan teman2 baru. Padahal dalam hati sempet grogi takutnya saya ga asik buat mereka πŸ˜†πŸ˜†. Eeeh tapi ga tau sih ya kesan mereka ke saya gimana hehe.

Makin siang, makin banyak yg datang. Daaaan datanglah murid paling ganteng di SPW, Bayu Prayana. Dia adalah satu2nya murid cowok diantara kita tapi designya boook profesional abis. Kereeen to the max pokoknya. Tangannya magic bgt deh πŸ˜ƒ. Nanti aku kasih tau salah satu designnya.

Acaranya utama kita adalah sharing session dan pengecekan PR kepada mba Sascha secara bergantian. Di sharing session ini ada mba Ina Raya sebagai designer brand “INA RAYA” dengan koleksiΒ  batik gothic. Beliau juga sharing ups and downs-nya membangun brand INA RAYA selama belasan tahun. Mba Ina juga mewakili Womenpreneur CommunityΒ  (WPC) sebagai penyelenggara lomba fashion design untuk Bekasi Fashion Week di bulan Juli/September mendatang. Kebetulan banyak dari kami yang mengikuti lomba fashion design ini. Terimakasih untuk sharingnya mba Ina dan mba Sascha.

Berikut bukti keseruan gathering kami.

17022062_394394827598082_7580189179885448943_n

16939352_1743285312560609_2640224855948471772_n

17021944_1743423922546748_261815660804479603_n

Lagi ngecek PR

Saya dan mba Ina pemilik brand Ina Raya “Batik Gothic”. Gokil looh koleksinya πŸ˜ŽπŸ‘πŸ‘

Saya dan mba Arum (murid dari Kalimantan)

wp-image-313566215jpg.jpg

Saya, mba Elia dan mba Ida

Sebenernya ada video live-nya mas Bayu sedang membuat sketsa. Sesi ini memang sengaja diadakan, mengingat banyaknya fans mas Bayu di FB yang pengen liat juga *ini orangnya kalo baca kegeeran deh hahaha. Sayang video live di FB ga bisa disave hiks. Aku kasih liat salah 2 karyanya yang bikin aku nangis di pojokan. Serasa hanya serpihan rengginang deh designku kalo disandingin dengan designnya.

16938584_1743423505880123_2292887006513613096_n

Goresannya maaak…. *pingsan

15873101_1283661591670020_1212741448906171662_n

Tema Love Bird

15941472_1283661815003331_6560639478662626353_n

Tema Chincilla

Keren banget kan designnya. Two thumbs up for you mas!! Mudah-mudahan suatu saat nanti design sayapun bisa selentik designnya mas Bayoe. Temen-temen yang lain juga desainnya ga kalah baguuuus…. kreatif, coloringnya ok dan punya ciri khas masing-masing.

From Left top to right bottom: Arumita Puspita Dewi, Ambar, Afia Stenia, Dina DJ and Chica Soesilowati.

Saya senang sekali dengan diadakannya gathering ini, apalagi untuk online learner kayak saya, gathering ini bisa jadi moment untuk mengecas semangat dalam belajar. InsyaAllah, bulan Desember 2017 nanti kita akan mengadakan fashin show. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Amin

Oiya, best dressnya dimenangkan oleh mba Uswa. Dia keren banget mendesign dan menjahit bajunya sendiri.

17022464_1743423689213438_6123592273362129358_n

Left: Mba Uswa, Right : mba Niken

Woow, ga sadar posnya panjang bener. Udahan dulu yee… takut bosen kepanjangan ceritanya. See you…

Sekian

Serunya Belajar Fashion Design

Saya teringat kenangan masa SMP, dimana saat itu menulis biodata di binder punya temen lagi ngehitss abis. Biasanya yang ditulis itu nama, ttl, alamat, cita2, kesan, pesan dan tak ketinggalan hobby. Dulu kalo nulis cita2 isinya pasti business woman, jadi dari SMP emang cita2 saya jadi pengusaha. Baru setengah tercapainya, belum full time. Naah kalo ngisi point hobby pasti jawabannya menulis dan menggambar. Padahal waktu itu keseringan menulis daripada gambar. Saya bisa menggambar bagus kalo ada contoh gambarnya di depan mata, kalo ga ada buyyyaaar semuanya hahaha. Ga punya bakat alami dalam hal ini, tetapi saya pelan2 mengasahnya dengan mengikuti ekskul menggambar. Hasil gambarnyapun biasa aja sih, ga keliatan artisticnya haha.

Itu hobby waktu saya masih ABG, semakin dewasa hobby itu semakin ditinggalkan. Alasannya macem-macem, dari yang sibuk kuliah, ga mood, males dll dan akhirnya lupa kalo dulu pernah punya hobby menggambar.

Sudah 2 tahun belakangan ini, saya mulai menggeluti kembali dunia menggambar. Lebih spesifiknya saya sedang menggeluti fashion design. Tahun 2015 saya mulai belajar mendesign secara otodidak dari youtube. Daaan hasilnya bikin ngakak jelek bgt gambar saya. Ternyata hobby yang dulu diasah sudah hilang jejakknya saat itu.

15781757_1282875045092512_9189900355347611916_n

Left: sebelum punya guru, right: punya guru

Naah bisa dilihat ya beda nya hehe

Dari dulu saya sangat ingin belajar di sekolah fashion2 ternama di Indonesia, tapi harganyaaa masyaAllah ga sesuai dengan kantong saya. Mungkin saya harus jual tanah dulu buat bayar biaya kuliah /semesternya. Alhasil niat itu selalu saya pendam dalam2.

Sampai suatu hari saya searching di google dan di FB dengan key word “belajar fashion design online”. Banyak sekali sekolah-sekolah fashion yang menawarkan online learning dan tetep harganya sama aja bikin kantong jebol. Tapi eeh tapiii…. tiba-tiba saya nemu link yang saya buka ternyata connect ke salah satu profil FB. Ketika saya buka, saya tau bahwa pemilik account ini bernama Sascha Poespo. Ketika membaca namanya saya langsung beranggapan bahwa wanita ini adalah anaknya penulis buku tentang menjahit yang terkenal yakni Sanny Poespo. Daan ternyata ga terlalu meleset dugaan saya, beliau adalah keponakannya Sanny Poespo. Saya tau Sanny Poespo karena mamah memiliki banyak koleksi buku beliau.

Mba Sascha saat itu tinggal di Australia, karena sering bolak-balik Ausi-Jakarta makanya beliau membuka kelas online. Setelah kenalan, ngobrol ngalor ngidul, sempet ragu daftar atau enggak, pada akhirnya saya memutuskan bergabung juga dengan Sascha Poespo Wisnu Fashion Design Online School atau lebih terkenalnya sih disingkat SPW Jakarta. Saya bergabung bulan Agustus 2016 lalu. Kurang lebih 7 bulanan saya belajar fashion design.

Ini pertama kalinya saya mengikuti kelas online dan ternyata seru banget. saya sangat senang karena kelas online ini tidak mengikat kita dengan deadline2 tugas yang menyita waktu. Bisa dikerjakan saat kita luang. Menurut saya kelas online ini kelas mandiri, dimana kita mengatur segala sesuatunya sendiri mulai dari target tugas, waktu belajar dll. Jangan lupa juga bikin goal setiap Minggunya agar progress kita juga terkontrol dan tidak bablas keenakan ga ngerjain tugas. Guru hanya sebagai pembimbing saja yang mengarahkan kita mencapai target kita.

Mba Sacha, panggilan akrab guru fashion design saya, adalah seorang guru fashion lulusan Fashion Institute of Design and Merchandising (FIDM) Los Angeles, US. Selain itu, beliau juga lulusan salah satu sekolah fashion Indonesia yaitu Susan Budihardjo. Beliau sudah banyak menulis buku tentang fashion dan aksesoris. Saya sudah dua kali bertemu beliau secara offline. She is such a smart and beautiful woman. Orangnya nyantai, saya suka itu. Beliau juga sangat komunikatif dengan murid2nya. Pokoknya I heart you mba Sascha Poespo πŸ™‚

Saya banyak belajar ilmu fashion design dari beliau. Kerasa banget bedanya ketika belajar fashion design otodidak dan dengan guru. Sewaktu belajar otodidak saya banyak meraba-raba ilmu tanpa kepastian karena ga ada orang yang bisa diajak sharing untuk memperkuat apa yang saya baca. Makadari itu, mba Sascha ini laaah yang memperkuat keyakinan saya dalam fashion design.

A Teacher takes a hand

opens a mind

touches a heart

14355162_1180022548711096_230402369370686775_n

Foto ini diambil saat saya mengikuti kelas offlinenya mba Sascha.

Berikut adalah karya saya selama belajar fashion design di SPW Jakarta.

15672626_1277792845600732_7727662742148974409_n15780652_1281164835263533_8299819830231026392_n15781394_1280550518658298_7380784176492785821_n

15825762_1281164861930197_2136733102194124922_n

Design ini terinspirasi dari insect atau serangga

15895421_1285356511511032_9004562088885173428_n

Ilustrasi untuk Okky Asokawati

egi-1

Ilustrasi diri sendiri mengenakan holiday outfits

Naah itu dia beberapa hasil design saya selama belajar di SPW Jakarta.

Hasilnya belum bisa dikatakan sempurna, apalagi di coloring duuh itu kelemahan saya banget. Saya belum bisa memadupadankan warna, belum bisa menguasai teknik pewarnaan and bla bla bla…..Akan tetapi saya akan selalu semangat belajar sampai bisa membuat design yang sempurna (di mata saya dan guru dulu deh targetnya).

Back to hobby hihihi

Kalo boleh tau hobby kamu apa??

Hello….

Hello, it’s me. I was wondering if after all these years you’d like to meet.

STOP!! Nanti malah nyanyi lagi saya disini.

Apa kabar semuanya? saya harap teman-teman blogger disini dalam keadaan sehat dan bahagia.

Nulis post ini sebenernya cuman pengen say hello aja ke semuanya. Kangeen kangeen kangeeen banget *benerankangen. Kangen ngeblog, blogwalking, dll.

Lewat post ini saya mau ngasih tau juga sih kalo I’m still alive hehehe.

I wish you a great year ahead yaa… mumpung masih awal tahun.

See you on next post

*Cuuussblogwalking

 

 

Be Stylish with Minimal Budget at JFW 2017

Baju dengan harga murah kayaknya lagi ngeHitssss nih yaa. Trend ini ngeHitss karena ada istri direktur yang berpenampinal sederhana tapi tetep stylish, siapa lagi kalo bukan ibu Nunik Tirta. Terus di blow up deh sama media, terus viral deh dan banyak yang terinspirasi dari beliau. Saya juga sangat terinspirasi dari kesederhanaan beliau ini loh. Kagum aja sama beliau, padahal mampu beli yang mahal tapi terlalu cerdas menggunakan uangnya untuk sesuatu yang lebih berharga. Sebenernya, dari dulu saya juga pake baju murah tapi bedanyaaa….. siapa laah saya ini ga akan jadi viral walaupun pake baju paling mahal juga *nasib2hahaha

Ceritanya nih, beberapa minggu lalu saya sempet hadir di acara fashion terbesar di Jakarta yaitu Jakarta Fashion Week 2017. Ini udah ketiga kalinya sih saya datang *exsistnihyeee. Pengalaman pertama tahun 2013, saat itu saya excited dan rempong banget. Rempong ngapain sih?? rempong beli baju, kerudung, celana, sepatu dll. Niaaaat banget tampil kece di acara ini. Eeeeh tapi emang harus tampil kece sih kalo ke sini, jangan ampe jiper sendiri ngeliat yang lain kece kece badai. Maksudnya, ini kan event fashion, otomatis dong yang dateng juga kebanyakan selevelnya fashionista-fashionista atau fashion blogger2 yang punya selera fashion yang tinggi, jadi kita menyesuaikan aja dengan baju yang dipake. Biarpun ga mahal asal sopan dan sedaap di pandang mata, itu dah oke banget buat saya. Ga mungkin kan pake daster ke acara begituuuuu, eeeh mungkin aja sih kalo bisa memodifikasinya mah. Soalnya kemaren liat cowok-cowok manjaaaaah pake dress gitu, motif dan bahanya mirip2 daster tapi dimodifikasi alhasil jadi extraordinary. Tapi lupa ga difoto, jadi ga punya barang bukti hahaha.

Persiapan ke JFW 2017 kali ini, ga ada yang spesial-spesial amat. Saya memang beli baju sih, (teteep ya merasa di lemari ituΒ  GA ADA baju yang bisa dipake) cuman sedapetnya gitu ga terlalu ngoyo kayak yang dulu-dulu. Kebetulan emang udah lama pengen beli celana jeans baru. Akhirnya saya beli tunik, outer, jeans dan kerudung. Kalo sepatu, kalung, belt, tas pake yang ada aja.

14729197_1212344545478896_4356462587847373427_n

Gaya ala selebgram

img_20161023_174824

Tampak wajah depan ^_^

Yuuk aku kasih tahu detail harga setiap item yang aku pakai :

  1. Outer khaki unbranded beli di Mega mall Bekasi Rp. 100.000 (Pakejurus nawar harga awal Rp. 120.000)
  2. Tunik putih unbranded beli di Mega mall Bekasi Rp. 80.000 (Pake jurus nawar harga awal Rp.95.000)
  3. Celana Jeans unbranded “SALE” beli di Mega mall Bekasi Rp. 65.000
  4. Kerudung unbranded beli di Pasar malem daerah depok Rp. 15.000
  5. Kalung dikasih adik, bosnya @zeehandmade Rp. 75.000 (GRATIS)
  6. Sepatu BR shoes beli Hijup.com Rp. 255.000 (Hantaran nikah, jadinya GRATIS)
  7. Tas ga tau harganya, punya nyokap hahaha dan pas nanya nyokap lupa, diperkirakan sekitar Rp. 200.000 – Rp. 300.000

Gimana menurut kamu???

Ga malu-maluin kan di pake ke JFW 2017??

Kalo di FB aku sih banyak yg komen cantik and stylish *woooditimpukintomat wkwkwkwk. Jadi, bisa kan tampil stylish dengan barang-barang yang harganya bersahabat banget sama kantong. Tinggal kita mix and match sesuai dengan karakter kita ya guys.

Oiya, saya termasuk orang yang rela berinvestasi lebih untuk tas dan sepatu karena kedua barang ini terpakai dalam waktu yang lumayan lama bila dibandingkan dengan baju, celana atau kerudung. Pilihlah yang bahannya awet, agar bisa sedikit menekan pengeluaran tas dan sepatu untuk beberapa tahun ke depan *hematapapelitbu???Β  Saya juga sangat menomersatukan kenyamanan, saya suka high heels tapi males makenya karena sering pegel untuk mensiasatinya saya pilih heels yang tebal dan tidak terlalu tinggi.

Sekian ^__^