Sekitar Bekasi: Rumah Makan Saung Apung Harvest City

Hari Minggu kemarin saya dan keluarga besar dari mamah ditraktir makan siang oleh salah satu tante saya yang berulang tahun. Sebelum lanjut ceritanya, saya mau mengucapkan selamat ulang tahun untuk Tante Ella, semoga panjang umur, panjang jodoh dan segera diberikan momongan. Amin….

Saya ditraktir makan siang di salah satu resto yang cukup populer di lingkungan saya yaitu Rumah Makan Saung Apung, yang terletak di Jl. Harvest City Boulevard, Cileungsi Kidul, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820. Walaupun namanya saung apung tapi tidak ada saung yang mengapung disini, hanya namanya saja saung apung. Lokasinya di dalam perumahan dan lumayan jauh dari pintu gerbang Harvest City. Btw, Harvest City ini perumahan yang terletak saling berhadapan dengan pintu gerbang taman buah Mekar Sari. RM Saung Apung terbilang baru disini, kalo tidak salah berdiri sejak 2016. Sebelumnya saya pernah makan juga di Saung Apung yang berlokasi di Villa Nusa Indah 2 Jatiasih. Dalam benak saya cabangnya yang di Harvest City juga akan sama aja tempatnya. Kalo yang di Villa Nusa Indah tempatnya kecil, tapi yang di Harvest City tempatnya lebih besar. Berikut foto-foto yang bisa saya abadikan kemarin.

tampakdepan

Tampak depan. Pic from  http://www.saungapung.com

Sebelumnya kami sudah membooking 2 meja disini via telpon dan kamipun harus membayar booking fee sebesar Rp.400.000. Setelah sampai disana, saya sempat kaguuum.. woooww…saya suka tempat ini, katanya luasnya sekitar 8000m2 bisa menampung sekitar 600 orang. Tempatnya asri dan indah, dipercantik dengan danau di tengah2 resto. Kalo dijadikan tempat nikahan outdoor juga cantik loooh hehe. Fasilitasnya juga lumayan banyak ada playground untuk anak-anak, ada lapangan bola mini, mushola, live music dan bisa memancing di danau. Untuk acara keluaga, teman-teman atau komunitas tempat ini cocok banget.Saya sangat merekomendasikannya. Satu lagi yang saya suka, pelayannya sigap dan makanannya cepat datang. Kami ga perlu loh nunggu lama atau sampe manggilin waiters untuk tanya pesanan kami. Gerceeep banget padahal saat itu resto sedang penuh, yaiyalaah secara hari Minggu.

Bisa ditebak ga menu yang mereka sediakan apaaa???

Menu yang disajikan adalah makanan sunda diberikan sentuhan seafood. Menu yang disajikan berupa gurame terbang, ikan nila, ikan bawal, udang/cumi asam manis, sayur asem, karedok, cah kangkung, tahu tempe, genjer dan masih banyak yang lainnya. Untuk minuman ada es teh manis, aneka jus, kopi, es kelapa batok dll. Harga dimulai dari Rp. 6.000 – Rp. 75.000, sangat terjangkau. Sorry saya ga sempet foto makanannya. Udah keburu laper cyiiiin….

Lalu… gimana rasanyaaaa???

Saya kasih kategori lumayan enak, kalo boleh kasih nilai dari 1 – 10 saya kasih 7.  Sayur asemnya kurang nendang buat saya, kurang asyeem…..

Sebenernya ada yang sedikit mengganggu disini yaitu panggung live music bersebelahan dengan mushola. Dimana, ketika sedang solat dzuhur kemarin ternyata musik tidak berhenti  dan itu ganggu banget. Mungkin sebaiknya pas jam-jam orang solat musik dihentikan dulu atau bisa dipindahkan tempatnya agar tidak terlalu mengganggu yang sholat.

Berikut foto-foto keseruan kami….

20170312_134958

Keluarga besar kakek Alm. Abdul Hamid

 

Kalo lagi kumpul keluarga gini foto-foto itu wajib apalagi personil lengkap, Alhamdulillah saya senang sekali.

Left: Mamah dan bapak, right: saya dan suami

 

Kumpul bocah

Bagi saya, berkumpul dengan keluarga besar itu suatu moment yang sangat berharga. Saya bertekad selalu menjaga tradisi ini sampai kapanpun. Sayang adik saya yang di Jogja tidak bisa ikut hikshiks, next time kita ke sini ya sis Annisa.

Family where life begins and love will never end

Kalo boleh tau weekend kemarin kemana guys??

Extra Waspada Saat Nge-Mall Bareng Anak

Saat ini, mall sudah menjadi tempat favorit anak-anak bermain. Selain fasilitas permainan yang cukup variatif, setiap weekend biasanya mall-mall di sekitar daerah saya suka bikin event yang berhubungan dengan anak. Otomatis emak-emaknya dong yang tertarik bawa anak ke acara ini, jadi yang ke mall double emak dan anak atau bahkan sekeluarga. Pinter banget ya yg bikin event, jadi mall selalu penuh dengan pengunjung. Selain bisa ditemuin dimana-mana, mall memberikan fasilitas yang sangat lengkap entah buat si anak atau buat ortunya. Di Bekasi sendiri, mall didirikan saling bertetangga dan mereka hidup rukun (eyakali, tetangga masa gitu xixi). Gampang nemu mall kalo di Bekasi. Tapi saya ga melulu ke mall sih kadang jenuh juga.

Saya salah satu orang yang rada sering bawa anak kecil (adik sepupu) ngemall, ga sering banget sih (labil haha) tapi biasanya setiap hang out bareng kita prefer ke mall karena jarak yang tidak terlalu jauh. Di keluarga besar saya banyak sekali anak-anak. Rata-rata mereka duduk di sekolah dasar, beberapa balita dan beberapa bayi. Mereka adalah anak-anak dari om dan tante saya, yang mana disebut adik sepupu. Salah satu adik sepupu saya bernama Rafafilia, gadis kecil ini berusia 4 tahun. Di usianya ini Rafa telihat lebih dewasa pembawaannya dibandingin teman sebayanya. Dia juga ga takut sama orang asing (ini nih yang bikin was was emak-emak), friendly sekali, lucu dan talkative. Kalo ngobrol sama Rafa ini kayak ngobrol sama temen curhat, nyambung.

Beberapa bulan yang lalu orang tuanya Rafa alias om dan tante saya berniat mengganti namanya menjadi Arin Nabila. Penggantian nama ini didasari beberapa alasan tapi ga akan saya bahas disini. Pergantian nama ini baru sekedar omongan saja belum pasti, jadi kami sodara-sodaranya masih manggil gadis kecil ini dengan Rafa. Kami sudah terbiasa dengan nama itu, jadi kami sedikit susah move on ke nama baru. Rafa sudah tau kalo dia akan berganti nama dan dia sangat menyukai nama barunya. Dia juga sudah mendeklarasikan nama barunya ke teman-teman pengajian sorenya.

Suatu hari kami (saya, empat tante -2 tante bawa anak dan 2 tante tidak-, 2 adik sepupu yang duduk di SD dan Rafa yang paling kecil) berencana untuk menghabiskan waktu di time zone Ramayana Cileungsi saat itu. Mall ini sih masuk ke kabupaten Bogor, tapi jarak rumah ke sanapun ga terlalu jauh sekitar 20 menit aja. Orang tua Rafa tidak ikut karena tidak enak badan, jadi Rafa dan kakaknya saja yang ikut bersama kami. Ibunya memnitipkan Rafa ke saya. Saat itu bulan puasa, kami berangkat sekitar jam 3 dan berniat untuk ngebuburit disana. Saat itu pengunjung lumayan padat. Setelah sampai time zone, anak-anak mulai berlarian ke mainan favoritnya masing-masing. Rafa memilih untuk mandi bola, beberapa tante saya pun asik main dengan adik sepupu saya yang lain. Saya menunggu Rafa main mandi bola. Tiba-tiba dia menghampiri saya dan memperkenalkan teman yang baru dia kenal saat itu “teteh, ini temen baru aku namanya Delia” sayapun menyapanya “hai Delia, kamu sama siapa?” diapun langsung menunjuk mamahnya yang sedang asik mengobrol dengan ibu-ibu lain. Akhirnya merekapun melanjutkan main mandi bolanya.

Saya memang berencana melihat koleksi tas, akhirnya saya pun meminta salah satu tante saya untuk memantau Rafa yang sedang main. Kurang lebih 15 menit saya cuci mata, saya pun kembali ke time zone dan melihat tante yang saya titipkan Rafa sedang asik main. Tiba-tiba saya mendengar penguman “Telah ditemukan anak hilang bernama Arin Nabila, orang tua ataupun keluarganya harap segera ke lantai 1, ciri-ciri anak ini memaki dress hijau, berambut keriting, bla bla bla” kurang lebih seperti itulah pengumumannya. Saya mendengar pengumuman itu, tapi saya ga sadar kalo Arin Nabila adalah Rafa. Jadi saya ga sadar kalo adik sepupu saya sudah hilang dari arena mandi bola. Dengan santai saya jalan ke tempat mandi bolanya dan melihat kenyataan bahwa Rafa sudah tidak ada di sana. Saya berkali-kali ngecek arena bermain itu dan nihil sedangkan pengumuman itu sudah hampir 3 kali digaungkan. Langsung saya menghampiri tante-tante saya yang sedang asik bermain dan bilang “Rafa ga ada! kemana?” sontak merekapun kaget. Ketar-ketir nyari anak ini dan saya mau nangis, disitu saya panik sepanik-paniknya pasalnya ibunya menitipkan dia ke saya. Makanya saya harus bertanggung jawab kalo Rafa kenapa-kenapa. Saat kami panik dan berpencar mencari Rafa pengumuman masih diperdengarkan dan ga ada satupun dari kami yang sadar kalo pengumuman di speaker itu tentang Rafa, orang pengumumannya Arin Nabila kita juga ga ada yang kepikiran kesitu.

Lantai 3 ga ada, kita berpencar ke lantai 2 dan saya ke lantai 1. Tiba-tiba di lantai satu ada kerumunan orang dibagian depan. Ternyata Rafa sedang menangis histeris dan dikelilingi ibu-ibu yang berempati. Saat itu Rafa digendong sama mba-mba SPG. Secepat kilat saya lari menghampiri Rafa yang sedang nangis. Saya berteriak “Rafaaaa” diapun langsung menoleh dan membalas terikan saya sambil nangis kejer “teteeeeh” kamipun nangis bersama sambil berpelukan di tengah banyak orang. Duuh sumpah ya ini adegan kayak di sinetron ibu ketemu anaknya yang hilang bertahun-tahun. Saya juga nangis, takut banget Rafa ini hilang dibawa orang yang ga dikenal. Alhamdulillah, masih selamet, masih sehat aaah sayang banget sama anak ini. Setelah nangis-nangisan, mba SPG pun menghampiri kami dia bilang kalo Rafa dibawa oleh ibu-ibu, beliau menyangka Rafa anak hilang. Ternyata setelah saya konfirmasi ke Rafa ibu-ibu itu ternyata mamahnya Delia, teman yang baru saja dia kenal. Saat itu mereka sudah ga ada, ga tau deh kemana. Terus si mbanya bilang pas ditanya nama Rafa bilang kalo namanya “Arin Nabila” ya kita yang sedang panik, ga sadar akan hal itu. Langsung kami bilang ke anaknya “Dede nama kamu itu masih Rafa bukan Arin Nabila, nanti didoain dulu sama ustazah X” eeh terus dia jawab “Kata mamah nama aku kan mau ganti teeeh, namaku tuh Ariiiiiiiin bukan Rafa”. Duh nih anak pinter banget jawabnya. Sayapun memeluk dia bahagia bercampur haru sambil bilang beribu-ribu maaf untuk sepupu saya ini. Maafin teteh ya Rafa ampe kamu mengalami kejadian yang bikin kamu shock, histeris dan mungkin ga bakal kamu lupakan sampe dewasa nanti.

Sepulangnya dari jalan-jalan, kami berencana untuk tidak memberitahukan mamahnya tentang hal ini. Saya takut mamahnya marah dan sedih. Eeeh baru buka pintu rumahnya Rafa, dia langsung teriak-teriak excited mau cerita pengalamannya hilang di mall “Mamah tadi kan aku ilang di mall, terus aku dibawa ibu-ibu” Haduuuueh tadinya ga mau cerita langsung deh kita beberin semuanya, untungnya orang taunya ga marah dan fine-fine aja selama Rafa masih dalam keadaan sehat. Alhamdulillah.

Pelajaran yang bisa diambil disini adalah Jangan pernah berkedip sedikitpun saat memantau anak anda di arena bermain umum. Karena satu kedipan begitu berarti, sekali anda berkedip 10 langkah anak anda maju (sedikit lebay ya hehe). Tapi ini beneran looh, dari kejadian ini saya belajar bahwa calon ibu ataupun yang sudah jadi ibu jangan sampai lengah sedikitpun dalam mengawasi anak kita bermain, di tempat umum maupun di rumah. Pokoknya seorang ibu harus extra waspada, ayah juga tentunya. Ini beberapa tips aman ngajak main anak di Mall dari saya si calon Ibu, amin…..

  1. Bicarakan hal penting dengan anak sebelum ngemall. Misalnya beritahu si anak ketika di mall untuk tidak berbicara dan berinteraksi dengan orang asing.
  2. Beri tahu si anak cara mencari pertolongan misalkan saat anda masuk ke mall tunjuk security atau petugas mal, beritahu bahwa mereka adalah tempat untuk mencari bantuan saat mereka terpisah dari kita.
  3. Jangan pernah lepaskan tangan anak saat berjalan di Mall.
  4. Jangan pernah palingkan pandangan anda dari anak anda. Jangan berfikir ketika anak asik bermain dengan teman sebayanya anda merasa santai. Awasi mereka setiap saat.
  5. Ketika menaiki tangga atau eskaltor jangan pernah membiarkan anak anda berjalan sendiri. BAHAYA! udah banyak beritanya di TV ya mak…
  6. Jangan main sosmed saat menemani anak bermain. Gagal focus, anak terabaikan.
k

Saya dan Rafa yang sekarang bernama Arin Nabila

Kamu pernah punya pengalaman seperti saya?

Gadai diri???

Eit eit jangan nethink dulu ya baca judul post saya kali ini. Jadi ceritanya itu berawal dari pillow talk yang saya lakukan bersama suami beberapa malam yang lalu. Ceritanya seperti dibawah ini…..

Setting : Terjadi sekitar jam 20.00, di atas kasur, tiduran, sambil nonton Tv tapi saya sedikit serius mainin HP terus. Tiba-tiba suami saya berkomentar

Suami (su) : Ngapain sih yank? serius amat kayak nya…

Saya (sa) : ini loh yank, aku lagi iseng kepoin instagram Plincesss “S” (kurang kerjaan bgt saya)

Su : ada apaan emang? bikin video lagi ya.. (ternyata suamiku follow dia juga huehue)

saya langsung sodorin foto tas Birkin Hermes ke suami, sambil ngomong:

Sa: nih yank, kamu mau tau ga? ini nih tas hermes original yang sering banget dipamerin si Plincess di Instagramnya.

Suami saya mengambil HP saya dan sok mengamati foto tersebut gituuuu, lalu diapun berkata:

Su : Bagus ya yaaank??

Sa : Bagus laaaah..

Su : kamu mauu??

Sa : ya pasti mau laaah, siapa pula yang ga mau.

Udah rada serius gitu muka suami saya, ternyata mau nanya harga.

Su : emang harganya berapa yank??

Sa : Heeemmm setau aku ya yank harganya itu sekitar 900juta bahkan ada yang milayaran tergantung model dan tipenya.

Langsung muka suami saya datar gitu… I thought he was very surprised.

Su : aku ke pegadaian dulu yaaa..

Sa: ngapain??

Su: mau gadai diri buat beliin kamu tas birkin.

Sa : wkwkwkwkwkwk (ketawa sambil guling-guling dikasur yang berujung sakit perut)

Itu salah satu keseruan kita kalo lagi ngobrol diwaktu rehat sebelum bobo. suami saya memang seseorang yang memiliki rasa humor yang cukup tinggi dibandingkan saya yang ga “humoris” sama sekali. Tuhan memang adil ya, memberikan kita pasangan untuk saling melengkapi.

Sekian….

Tegal: Kota Bahari

Hai teman-teman…apa kabar? ini adalah post pertama saya setelah lebaran, tepatnya sih post pertama di bulan Agustus hehe…

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman mudik lebaran pertama saya minggu lalu. Kebetulan suami saya orang Tegal yang merantau ke Jakarta, jadilah saya juga sekarang punya kampung halaman. Saya dan keluarga pergi mudik hari minggu tgl.20 July, jam 05.30 setelah solat subuh. Kami berlima yang terdiri dari saya, suami, ibu mertua, bapak mertua dan kedua adik ipar saya. Tadinya bapak mertua mau mencoba lewat tol baru yaitu tol Cipali, berhubung sepertinya semua orang ingin mencoba tol itu, kami mengurungkan niat kami karena terjadi macet yang luar biasa di ruas tol Cipali *bedasarkanberitasebelummudik. Akhirnya, kami memutuskan untuk lewat Pantura saja. Bismillah…semua ready langsung cuuuuss ke kota Tegal. Beruntungnya kami lewat tol pantura, karena lancaaar selancaar lancar nyaaa hahaha, ada saudara kami yang kebetulan lewat tol cipali terjebak macet yang sangat panjang. Pokoknya alhamdulillah banget perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan sekitar jam 11.00 siang hari. Jadi kalo dihitung saya membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam untuk sampai di kota Tegal.

  • Suasana kota Tegal

Ternyata kota Tegal ini ga jauh-jauh amat sih, letaknya yg berada di jalur pantura membuat saya merasa cepet banget nyampenya, kata bapak mertua 4,5 jam terhitung cepat untuk sampai di Tegal. Kota Tegal ini berbatasan dengan kabupaten Brebes sebelah barat, dimana saya melihat berjejeran toko “Telur Asin” khas oleh-oleh Brebes dan Tegal. Rumah kakek saya bertempat di desa Cebawan Kec. Margadana. Kesan pertama ketika sampai, saya langsung ngomong sama suami “Kok kayak komplek perumahan sih, ga ada desa-desanya banget gitu” sontak suami saya ketawa, sebenernya udah dikasih tau sama suami kalo kampungnya itu bukan desa yang seperti ada di benak saya, udah kota.Yang saya suka di desa ini rumah tertata rapi seperti di komplek, jalanan aspal dan masih banyak pepohonan, oiya satu lagi rumahnya besar-besar dan bagus. Begini nih gambarannya…

20150722_170822[1]
Suami dan lilik sof, Lilik means tante 🙂
My brother in law stood in front of Bapak Tua's house (grandpa)
My brother in law stood in front of Bapak Tua’s house (grandpa)

Begitulah suasana di sekitar rumah kakeku bersih, tertata rapi dan ramah-ramah orangnya.

  • Wisata Tegal

Sesudah sampai di rumah kakek saya, mulailah saya dan suami merencanakan akan pergi kemana saja disini. Kebetulan mudik kali ini cukup lama dari hari minggu-kamis, kalo ga dipake buat jalan-jalan kan sayang banget. Karna semua kelelahan di hari pertama, kami mengisi waktu dengan ngobrol-ngobrol bareng keluarga dan istirahat. Kami tidur di rumah Lik Sof yang bersebelahan dengan rumah kakek, dan rumahnya penuh sekali karena keluarga bapak mertua cukup besar dan semuanya tinggal di Jakarta jadilah rumah lik Sof yang dipake penginapan ketika semuanya mudik.

di hari kedua, suami saya mengajak jalan-jalan sore tepatnya ke Alun-Alun kota Tegal. Enaknya jalan sore di kota Tegal, kalo kata saya suasananya mirip Jogja. Saya naik motor bersama suami, kami jalan-jalan berdua saja. and here it is Alun-alun kota Tegal.

Keramaian alun-alun kota TegalKeramaian alun-alun kota Tegal

20150720_173250Sore ini alun-alun ramai dengan pedagang jajanan kaki lima, mainan anak-anak, dll. Banyak pedagang yang membuka tikar, jadi untuk para pengunjung yang ingin makan bisa lesehan disini dan didepan alun-alun ini terdapat mesjid agung kota Tegal. Disini sedikit macet karena banyak perkir liar yang menggunakan bahu jalan. Cukup meriah dan bisa cuci mata, disini saya cuman sempet makan bakso yang harganya ga jauh beda sama yang di Jakarta 12.000/mangkuk padahal pengen coba makanan khas sini kupat glabed tapi lagi penuh banget dan saya males ngantri.

Hari ketiga di kota Tegal…

Sekitar jam 08.00 pagi saya, suami dan adik sepupu pergi ke pantai Muara Rejo yang dekat dengan rumah kakek. Sebenernya ga deke-deket amat tapi sepupu saya tau jalan pintas ke sana dengan pemandangan yang bagus, tapi sayang jalannya kurang bagus hehe. Kami pergi kesana dengan motor, pas ngeliat jalannya yang berbatu haduuh bakal pegel-pegel nih sepulang dari pantai. Karena pemandangannya yang bagus sayapun merasa teralihkan dari jalanan batu, ada kebun mangrove dan banyak tambak ikan.

Tambak ikan warga sekitar
Tambak ikan warga sekitar

Sesampai disana kami harus membayar Rp.2000 saja untuk masuk kawasan wisata pantai muara rejo. Setelah mendapat lokasi yang cukup cucok untuk menikmati pantai, kamipun berhenti tepat di depan warung-warung kecil di tepi pantai. Kebanyakan warung disini menyediakan pop mie dan soft drink saja. Saya dan sepupu sempat bermain di pantai untuk mencari keong/kelomang, sayangnya tidak banyak kelomang yang muncul saya cuman dapat satu ekor saja. Kalo adik sepupu saya kemarin sempat kesini, dapet banyak kelomang. Karena wisata ini masih dikelola warga, jadi ga banyak fasilitas yang bisa dinikmati, semuanya masih serba terbatas. Sangat disayangkan pula, banyak sampah di pinggir pantai saya yang berencana mau berbasah-basah ria di pantaipun tidak jadi.

Sekitar jam 11.00 kami pulang, bapak mertua saya mengajak saya jalan-jalan lagi. Awalnya tujuan kami adalah kawasan wisata Guci, mengingat jarak yang cukup jauh dan jalan menuju kesana macet parah *info dari saudara, maka kamipun merubah destinasi kami ke pantai Purwahamba Indah (Pur In). Yeeeaa pantai lagi, emang banyak pantai disini makanya kota Tegal dijuluki dengan kota Bahari. Untuk pergi ke Pur In tidak memakan waktu yang lama dari rumah kakek, hanya sekitar 30 menit saja.

Sesampainya kami disana, kami harus membayar Rp.52.000 untuk 5 orang dan parkir mobil sebesar Rp. 5.000 lumayan murah meriah. Ketika masuk parkiran, owalaaaaah ruamee tenan….ampe susah cari parkiran. Saya sudah membayangkan saja ini di pantai hamparan manusia semua kayaknya. Dikawasan ini juga terdapat water park, tapi kami tidak masuk ke water park. Suasana nya rame banget ditambah dengan banyaknya pedagang kaki lima dan tentunya cuaca saat itu panas karena kami nyampe pantai sekitar jam 12.30 bisa dibayangin?? bisa dibayangin?? Untuk menuju pantai kita harus jalan kaki dulu sekitar beberapa meter saja sih *ga ngukur, sepanjang jalan banyak sekali pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya.

Jalan menuju pantai Pur In
Jalan menuju pantai Pur In

Setelah sampai di tepi pantai, yang saya lihat hanya lautan manusia yg begitu banyak menyesaki pantai. Sekali lagi saya mengurungkan diri untuk berbasah-basahan disana. Ga kebayang deeeh… ga asik aja bagi saya. Akhirnya kami sekeluarga mencari tempat unuk beristirahat, disana banyak warung-warung kecil yang menjual jajanan seperti baso, pecel, manisan, dll. Kalo saya dari awal udah ngebet banget pengen makan kelapa hijau. Alhamdulillah kesampean, seger banget minum kelpa hijau di tepi pantai.

Purwahamba Indah Beah
Purwahamba Indah Beach
20150721_103902
The Boys

Jadi ngapain aja di Pur In? menikmati pemandangan orang-orang lalu lalang saja sebenernya sambil makan rujak dan pecel. Oiya banyak sekali toko yang menjual manisan pepaya, berwarna-warni ada yang merah, hijau bahkan kuning. Ada juga yang menjual kaos dengan tag line kota Tegal “Tegal Laka-laka” saya ga tau artinya apa, kata suami laka itu “ga ada”, kalo “laka-laka” dia juga ga tau hahahaha. ada yang tau gaa???

Hari keempat di kota Tegal

Di hari ke empat kami sekeluarga menyempatkan untuk bersilaturahmi dengan saudara yg berada di kota Brebes, sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ke Brebes berhubung sedang arus balik kami terjebak macet yang cukup parah. Beruntungnya mertua saya tahu jalan alternatif untuk menghindari macet, akhirnya kamipun melewati jalanan kecil untuk cepat sampai brebes. Kurang lebih satu jam kami sampai di rumah saudara. Setelah berkunjung kami memutuskan untuk pergi ke pantai Randusanga Wetan Brebes. Pantai ini perbatasan antara kota Brebes dan kota Tegal. Objek wisata ini sudah dikelola oleh dinas pariwisata daerah, harga tiket masuk pun lebih mahal di bandingkan pantai yang lain. Harganya? tetooong saya lupa!! pantainya ga jauh berbeda seperti pur in dan muararejo, tak ada pasir putih yang bisa anda nikmati, tapi so far so good sudah banyak fasilitas memadai di sana seperti banyaknya rumah makan yang menyediaknan sea food, panggung gembira, arena balap motor, cafe, dll. Oiya banyak juga kios yang menjual oleh-oleh khas brebes yaitu telur asin dan bawang merah.

CYMERA_20150723_090450[1] CYMERA_20150722_164723[1]

Disini pun kami hanya berfoto-foto saja mengingat lilik yang “masak besar” di rumah, kamipun segera pulang sekitar jam setengah 3 sore. Kami hanya mengambil beberapa foto saja disana.

  • Jajanan khas Tegal

Kalo di tanya, makan apa aja disana? saya makan banyak disana sampai naik 3kg hahaha dan saking banyak nya lupa apa aja yang dimakan. Di lingkungan rumah kakek banyak sekali penjual makanan yang lewat, dan setiap yang lewat kita berhentikan, sampai-sampai jualannya habis dibeli kita semua. Jajanan pertama yang saya makan adalah Es dawet, es dawetnya berbeda sekali dengan yang ada di Jakarta atau Bekasi yang sudah banyak divariasikan. es dawet ini masih original, dawetnya berwarna putih lembut,diberikan kuah gula merah. Si ibu penjual ini hanya membawa beberapa es batu untuk mendinginkan es dawet kami. Disajikan di mangkuk kecil tapi ga kecil-kecil bgt sih, es dawet ini diberiikan 2 potongan es. Enak, sedaaap dan harganya cuman Rp.2.000 sajaaaa. murah banyak kaaan, sayangnya saya lupa foto makanannya huhuhu.

Satu lagi, si ibu ini membawa jajanan yang lain yang bernama Kojek saya kira “Gojek” hahaha. Apa sih kojek?? kalo kata saya ini cilok, sama persis dengan cilok tapi sedikit ada rasanya. disajikan dengan kecap dan saus duuh jajanan SD banget niiiih. Harganya? celebu dapet 4 butir kojek. muraah murah murah kojeknya pun ludes dimakanin kita semua. Sepertinya hari ini hari keberuntungan si ibu penjual kojek, berhenti di satu rumah langsung ludes dagangannya, jadi si ibu ini ga usah deh keliling-keliling kampung khusus hari ini. Terimkasih ibu membuat perut kami happy!!

Apa lagi yang enak-enak??? malamnya saya dibelikan Tahu Kuping oleh sepupu saya. Haaah? tahu kupiing? bentuknya kayak kuping atau gimana nih? karna saya ga ikut membeli kan jadi penasaran. Setelah sepupu saya pulang dan membawa tahu kuping. Ditunjukanlah itu tahu kuping…. ternyata tahu ditambahkan aci dipinggirannya lalu digoreng. Tahu ini biasa juga disebut dengan tahu aci.

Tahu Kuping
Tahu Kuping, source : www/tegallakalakamoncerkotane.blogspot.com

Rasanyaaa? yaa rasa tahu hehehe enak deeng ada sensasi kenyek-kenyel dari acinya, paling enak dimakan panas-panas ditemani cabai atau saus juga nikmat. Biasanya mamah mertua saya membeli tahu kuping yang mentah untuk jadi oleh-oleh karna lilik saya sudah terlanjur memasaknya, jadilah bawa yang matang dan ludes di perjalanan pulang kami sebagai cemilan.

Next? masih adaaa nih guys namanya Olos. Apa itu olos? lagi-lagi olos ini terbuat dari aci yang dibentuk seperti bola ping-pong. Karena berbentuk bulat olos ini ga cuman bulet kosong tapi ternyata ada isinya, isinya apaa?? macam-macam dong kebetulan yang saya makan olos berisi irisan daging ayam dan sedikit sayuran. Rasanya? sedikit pedas, enak tentunya karna ini bukan aci biasa, tapi aci isi….

olos.gambar
OLOS (source: wisata-tegal.blogspot.com)

Enak deeh waktu di Tegal kerjaannya makan melulu, masih banyak makanan khas Tegal yang lain seperti kupat glabel, sate tegal, nasi pongol dan masih banyak yang lainnya.

  • Oleh-oleh

Naaaah naaah ini nih yang paling penting OLEH-OLEH khususnya buat keluarga saya. Apa nih oleh-oleh khas Tegal. Saya sebutkan beberapa saja ya. Dikarenakan kota Tegal juga terkenal dengan kota penghasil teh karena teh-teh ternama di Indonesia diproduksi disana contohnya teh poci, teh 2 tang, teh Tong Tji dan masih banyak yang lainnya. Teh disini khas banget, beraroma melati dan rasanya manis sepet dan kental.

Teh-Poci-Mas-1024x768
source: http://www.ditegal.com
pic20150224103514_SLIDE-3-1
source: ditegal.com

Di kota Tegal ini kita tidak hanya dimanjakan dengan banyaknya varian teh bubuk ini, disini pula banyak yang menjual poci/teapot khusus membuat teh yang sudah dilengkapi dengan cangkir-cangkir yang cantik. teko ini banyak di temukan di sepanjang jalan kota Tegal, kisaran harga mulai dari Rp.65.000 sampai Rp.150.000

teko-gerabah-merah

Di desa cebawan ini ternyata ada yang memproduksi telur asin, walaupun oleh-oleh ini identik dengan kota Brebes tapi ga ada salahnya di beli di Tegal hahaha

20150722_171236[1]
Beli langsung sama yg buat lebih murah

20150722_171107

Wow ternyata panjang juga ya pos saya kali ini, kayaknya dah cukup ya nanti yg baca bosen lagi hehehe. begitulah cerita mudikku ke kampung halaman suami di kota Tegal. Kalo kamu mudik kemana??

Blessed Idul Fitri

Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin ya teman. Semoga ucapan ini belum terlambat, mengingat sudah beberapa hari idul fitri berlalu.

Lebaran kali ini sangat berbeda dengan tahun2 sebelumnya. Sekarang saya sudah berlebaran bersama suami, semoga tahun depan sudah berlebaran bersama anak juga. Amin

Sebenarnya cukup merepotkan juga untuk bagi2 waktu antara keluarga saya dan keluarga suami. Berhubung kami berdua anak pertama di keluarga jadi banyak yg mengharapkan lebaran hari pertama bersama mereka. Setelah dipertimbangkan akhirnya suami sayapun mengalah, kami merayakan lebaran hari pertama dan kedua di keluarga saya. Setelah itu kami mudik ke Tegal kampung halaman suami bersama keluarga besarnya. Repot sih tapi ternyata seru juga, karena tahun ini saya merasakan yg namanya “MUDIK”. Berhubung seumur-umur belum pernah mudik, excited bgt pas diajak ke Tegal (duh norak deh! Hahaha).

Alhamdulillah, lebaran kali ini memiliki dua keluarga yg baik-baik sekali. Dan pastinya keluarganya semakin besar ♥♥

image

The Sugianto's

Gimana dengan lebaranmu?? Pastinya lebih seru kaan??

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan…

Alhamdulillah, hari ini hari ke-3 di bulan Ramadhan. Eh saya baru sempet posting ini, insyaallah masih ada 26 hari kedepan yang harus kita lalui, semoga semua dilancarkan, disehatkan jasmani dan rohani agar kita bisa meraih kemenangan di hari yang fitri nanti. Insyaallah.

Ini adalah ramadhan pertama saya sebagai seorang istri. Ramadhan kali ini berbeda sekali dengan Ramadhan2 sebelumnya, pertama kami sudah menikah dan kedua kami berdua jauh dari orang tua dan keluarga. Sedih sih hari pertama puasa ga bareng keluarga, tapi it’s okay itung-itung penguatan mental agar jadi lebih mandiri. Puasa pertama kami cukup seru karna saya baru tau kebiasaan-kebiasaan suami ketika buka dan sahur. Sayapun lebih sibuk, sibuk ngapain yaa? sibuk masak cyiiin. Biasanya mamah yang masak, saya ga usah pusing mikirin menu apa untuk buka dan sahur. Eh alhamdulillah ya, sekarang merasakan pusing mau masak menu apa. Padahal masak juga baru belajar, jadi rasanya belon enak #pukpukpuksuamiyangsabaryaaaa.

11407059_1001259546552307_313936908804581864_n

                         The Sugianto

Saya dan  suami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa untuk teman-teman yang menjalankannya, mohon maaf lahir batin yaa. Semoga puasa kita lancar dan penuh berkah dari awal hingga akhir. Amin.

Gado-gado menjelang pernikahan

Hai, ini adalah post pertama saya di wp, sebenernya bru di post di blogspot tapi gpp kan sya post lagi disini.

Ciputat hujan dari subuh sampai siang ini, yang mengakibatkan saya meng-cancle agenda ke kampus. Ya gimana enggak, guling dan kasur lebih menarik dibandingkan deretan buku di perpustakaan. Hahaha

Kali ini saya mau ngebahas serba-serbi yang terjadi sebelum pernikahan, dan memang itu yang sedang saya dan pasangan rasakan. Pernikahan kami insyaallah diadakan bulan Maret, kalo diitung-itung sekitar 1 bulan 3 minggu lagi. Eaaa…ga berasa ya, bentar lagi saya nikah cyin hohoho

Selama pacaran kurang lebih 4 tahun, sebenarnya waktu yang cukup lama lah ya untuk saling mengenal karakter masing-masing. Tahun pertama berjalan lancar, maklumlah masih dalam masa-masa dimabuk cinta, pengenalan karakter pun terjadi disini, perkenalan keluarga, teman-temannya, pekerjaannya, dll yang menyangkut dirinya. Begitupun sebaliknya. So far, everything run very well. Tahun kedua, dimana datanglah masa-masa kegalauan di hati saya. Banyak hal yang waktu itu mempengaruhi saya, kalo inget itu suka nyesel. Dulu, sikap saya masih kekanak-kanakan makanya sering cek-cok hal-hal kecil dan ga penting. Tapi, tahukah kamu Antho ini orangnya sabaaar banget ngadepin saya, sampai akhirnya hubungan kita aja hampir diujung tanduk, tapi dia meyakinkan saya, dan mau berjuang buat saya. Siapa coba yang ga melted hatinya, disaat kita dalam kondisi emosi tapi dia masih bisa mengendalikan dirinya dan bahkan mengajak saya untuk berfikir dengan lebih dewasa. Sampai akhirnya kami menapaki tahun ketiga bersama. Di tahun sebelumnya saya banyak belajar, jadi tahun ke tiga ini bisa dibilang hubungan kami mulai serius dan lebih sering membicarakan masa depan. Tidak ada pertengkaran yang berarti di tahun ini, hanya ada pertengkaran kecil sebagai bumbu aja sih. Di tahun ini pula, mamah nya Antho pergi untuk selama-lamanya. Tahun berat baginya, karna mamah pergi ketika Antho mau wisuda dan diterima bekerja di salah satu perusahaan Jepang. Sedih memang, tapi inilah takdir. Semoga almarhum mamah bahagia di sisi Allah, amin. Di tahun keempat, rencana masa depan kami semakin jelas tersusun dan alhamdulillah berjalan mulus. Di tahun keempat pula saya dilamar Antho dan resign untuk mengejar dealine wisuda.

Sekarang adalah saat dimana kami lagi “riweeeeh!” nyiapin pretelan prenikahan. Sampai detik ini sih saya sama Antho masih nyantai-nyantai aja sebenernya, karna banyak persiapan yang memang sudah diselesaikan sebelum lamaran.  Bahkan saya ampe nanya “Mah, apalagi sih yang disiapin? perasaan banyak sih yang belon siap, tapi bingung mau ngapain” dan mamah menjawab “Udah kerjain aja tesisnya!” saya dengan muka datar masuk kamar, kunci pintu.
Jadi, perubahan emosi dan sikap saya saat ini banyak dipengaruhi oleh persiapan pernikahan. Pasalnya saya jadi lebih manja bangeeeeet, cemburuan bangeeet, cengeeeng bangeeet dan ngeselin bangeeet tapi ngangening. Itu kata Antho semalem. Ngeselinnya karna sering banget bikin masalah yang ujungnya berantem hebat, pertengkaran hampir tiap hari terjadi. Parahnya saya semakin tambah egois dan ingin selalu dimengerti. Owalaaah parah banget deeh dan Antho super duper sabaaaaaaaar.
Tapi sebenernya ada juga sih bagian dimana dia juga marah-marah ke saya. Contoh masalah undangan, kami memang memutuskan membuat undangan di daerah pasar tebet. Ketika diminta membuat draft undangan khususnya untuk denah lokasi, saya nge-blank *saya termasuk orang yang cepat lupa dengan direction/denah dan sejenisnya. Kebetulan resepsi akan diadakan di rumah saya, tapi saya ga tau detail denahnya. Salahnya kami juga ga mempersiapkan hal-hal seperti ini dari rumah, jadi riweh kan. Buatlah denah seingetnya, dan ga banget kayaknya orang yang baca denah itu bakal nyasar kalo kondangan ke rumah saya wkwkwkwk. Terus saya tanya emang ga ada aplikais peta gtw, setau saya sih ada deeh masa percetakan undangan ga punya aplikasi itu #CMIIW. Kata abangnya ada, tapi ga bisa detail. Yasutraaaah, tuuuh denah sejadi-jadinya deeh. Beberapa hari kemudian, sampailah email dari pihak percetakan.

Pas saya kasih liat ke  mamah, reaksi mamah “Kok begini?? kalo denahnya begini mah orang ga nyampe kisini” Owalaah emang gimana sih denah yang bagus itu. Disinilah terjadi keriwehan yang luar biasa, ampe bikin mewek-mewek #lebaaay. Jadi, ortu emang bikin undangan berbeda dengan kami, percetakannyapun berbeda, kebetulan percetakan di Bekasi. Jadi punya mamah denahnya lebih detail dan saya disuruh minta softcopy denah tersebut oleh Antho. Saya ga nyangka minta softcopy denah aja ribetnya minta ampun. Apalagi, Antho yang ngeburu-buru grasak grusuk ga jebo, karna dia datang ke percetakan di sela-sela meeting. Eaaaaaa gimana ga riweh coba, dikira minta softcopy cepet apa ya, belon saya minta nomer abangnya ke tante karna emang tante yang ngurusin, disms suruh ngirim filenya cepet tapi ternyata lamaaa yang nungguin di percetakan tebet marah-marah. Alhasil kamipun berantem dan saya mewek. Hari itu pun ga menghasilkan apa-apa. Karna denah yang benar dikirim keesokan harinya.

Serba-serbinya ga sampai disitu, perbedaan pendapat milih hotel honeymoon juga, cuman saya sedikit realistis disini kalo masalah harga hehehe…..Next, masalah sertifikasi guru. Ga ada hubungannya sih sama pernikahan, tapi saya minta pendapat sama Antho untuk masalah ini. Awalanya menolak dan dia juga ngedukung untuk tidak mengambil sertifikasinya dikarenakan banyak pertimbangan. Tapi apalah saya gadis galau dan cepat terpengaruh. Setelah konsultasi sana-sani akhirnya saya terima dan baru ngomong sama Antho setelah itu. Weeew….berantem lagi sampai mewek-mewek jugaaaa. Tapi sebenarnya saya sadar sih saya salah karna ga ngasih tau dia sebelum menerima, tapi saya ga mau disalahin pengennya dia yang mengerti #egois bangeeettt Sampai beberapa hari ke depan kalo nyinggung masalah ini, bawaan nya berantem aja.
Karna nasi sudah menjadi bubur, Antho pun ga bisa berbuat banyak. Tapi dia bilang kalo masih bisa dicancle, cancle aja. Lambat laun sih dia mengerti, tapi sebenernya ga yakin juga pas dia mengiyakan hohoho. Mudah-mudahan Antho tulus memberikan kata “IYA” nya.
Yuupps begitulah serba-serbi menjelang pernikahan yang sedang saya rasakan, lucuuuu, seruuuu, menguras emosi, banyak hal2 ga jebo yang jadi jebo disini, yang ga penting jadi penting, yang biasa aja jadi lebay pokonya gado-gado banget. Yang saya ceritakan cuman segelintiran hal kecil aja sih, kalo diceritain semua mah jadi novel hahaha
Tapi dengan begini saya jadi lebih tau dan mengerti karakter nya seperti apa, begitupun dengan Antho melihat banyak hal menyebalkan di saya. Soalnya dulu kan saya ini menyenangkan buat Antho #pedeeewkwkwk Kalo bisa dibuat list mungkin kurang lebih kayak di bawah ini:
                ANTHO                                                                    EGI
                  Dewasa                                                                     Manja
                  Well prepared                                                            Nyantai
                  Perfeksionis                                                               Amburadul
                  Cerewet                                                                    Kalem
                  Kalo marah dikeluarin                                                Kalo marah dipendem
                  Tenang                                                                      Panik
yaa, begitulah kami…masing-masing memiliki kekurangan dan saling melengkapi.
Thank you for reading!
Egiyantina