2017: Tahun Pembelajaran

Selamat tahun baru untuk semuanya teman-teman….

Saya dan suami tidak merayakan malam pergantian tahun, liburan akhir tahunpun kami habiskan banyak waktu berdua di kamar. Apalagi 2 hari sebelum pergantian tahun suami sempat sakit, tapi itulah quality time kami yang memang sedikit berkurang sepanjang 2017 lalu.

Disini saya mau sedikit flashback dengan apa yang sudah lalui dan yang saya rasakan di tahun 2017 lalu. Hal ini saya lakukan agar saya selalu mawas diri di tahun baru ini, agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Untuk saya tahun 2017 adalah tahun yang spesial, tahun yang penuh dengan perjuangan dan pembelajaran hidup di rumah tangga kami. Banyak banget cerita sedihnya, tapi cerita bahagianya juga banyak kok. Di tahun ini pula saya merasa kualitas diri meningkat walaupun hanya sedikit, tapi ada perubahan lah yang terlihat kalo lagi ngaca ^_^. Saya juga bersyukur, semua yang terjadi di tahun 2017 membentuk saya dan suami menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar.

Dengan berjalannya 2017, berjalan pula tahun ke 2 usia pernikahan kami. Awal tahun 2017, banyak sekali mimpi-mimpi yang kami rangkai berdua (mostly mimpi2 duniawi semua). Tetapi banyak yang ga kesampean hahaha… namanya juga manusia ya, hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan. Atau kita yang kurang berjuang demi mimpi2 itu? Entahlaah… tapi mimpi-mimpi itu diganti dengan rejeki2 lain yang tak ternilai harganya.

Rumah Tangga dan Financial

Salah satu rejeki yang tidak disangka dan diduga adalah  kehamilan saya. Alhamdulillah, wasyukurillah, sungguh Allah maha baik kepada hambanya. Allah mengabulkan doa-doa panjang yang selalu kami panjatkan semejak kami menikah di tahun 2015. Ini salah satu rejeki yang tak ternilai harganya.

Sebenernya udah ga mau minta apa-apa lagi sama Allah, karena mimpi kami untuk mendapatkan buah hati akan segera terwujud. Tapi kan Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Berdoalah (mintalah) kepadaku, niscaya aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin : 60).

Karena kita sebagai hamba Allah, memang seharusnya kita meminta sama Allah. Maka mintalah yang banyak dan spesifik, sungguh Allah Maha Kaya, Maha Pemberi Rizki, Maha Pengasih lagi Maha penyayang kepada hambanya. Masa disuruh minta ga mau? Yuuk minta yang banyak, sambil ikhtiar tentunya.

Salah satu impian kami yang ingin sekali kami wujudkan tahun lalu adalah membangun rumah. Tapi selama 2017 kami hanya mampu mengumpulkan bahan-bahan baku bangunan yang masih kami simpan di gudang dan tak tau kapan kami akan memulai membangunnya.

Selain itu, pak suami harus rela menghibahkan kendaraan satu2nya yang dimiliki kepada adiknya, karena motor adiknya rusak dan dia tidak bisa bekerja tanpa kendaraan. Itu artinya pak suami tidak memiliki kendaraan untuk bekerja atau berkegiatan lain. Kalo memakai transportasi umum, lumayan menguras kantong dari Bekasi ke Gatot Subroto. Tapi Allah ngasih solusi, syukur alhamdulillah….. semejak pertengahan 2017 pihak kantor suami menyediakan suttle bus yang jaraknya kurang lebih 6km dari rumah. Jadilah suami ngebus ke kantor untuk beberapa bulan ke depan. Pada akhirnya, tetap saja kami mengambil satu unit sepeda motor baru karena sangat dibutuhkan. Itu tandanya bertambah pula cicilan kami tiap bulan. Maklum… belum mampu bayar cash.

Spiritual

Saya baru menyadari bahwa kehamilan adalah proses spiritual yang luar biasa bagi seorang wanita. Selama hamil, banyak hal positive yang berkembang di dalam diri saya. Saya juga mulai menjauhi hal-hal yang kiranya berdampak buruk bagi janin, misalnya bergosip, marah-marah, bete, iri hati dll… perlahan-lahan saya hilangkan sifat-sifat itu. Tidak bisa 100%, karena pada hakikatnya manusia memiliki 2 sisi dalam hidupnya, sisi baik dan sisi buruk. Saya hanya mencoba meminimalisir hal-hal negative yang bergejolak di dalam diri saya. Kenapa saya melakukan ini? sebenarnya tindakan ini saya lakukan dibawah alam sadar saya, karena fokus utama saya, hanya ingin memberikan sugesti positive untuk janin yang saya kandung. Sehingga, yang saya fikirkan hanya hal positive saja dan seketika tidak ingat dengan yang negative2.

Lalu apa yang saya lakukan?

Saya banyak membaca buku tentang kehamilan ataupun agama islam. Saya juga banyak bertanya dan sharing tentang ilmu agama dengan teman yang saya anggap mumpuni di bidang ini. Dampaknya sangat luar biasa buat saya, beberapa dampak yang saya rasakan adalah kekhusyuan saya dalam beribadah bisa dibilang meningkat satu level lebih tinggi dibandingkan sebelum hamil, menjadi lebih tenang dan lebih bahagia menjalani hidup  tak peduli apapun yang terjadi. Harapan saya, semoga hal ini semakin meningkat di tahun-tahun yang akan datang. Btw, ibu-ibu hamil mengalami apa yang saya rasakan ga selama kehamilan?

Pendidikan

Ga ada angin ga ada hujan, tiba-tiba suami pengen kuliah S2 dan saya langsung mengiyakan. Padahal keadaan keuangan kami sedang tidak stabil, kami hanya yakin saja kepada Allah, sang Maha Pemberi Rejeki. Bismillah… Daftarlah pak suami, lulus daaan seminggu kemudian harus bayar uang pangkal yang nilainya tidak sedikit wkwkwkwk. Pusing…. pasti… tapi kami tetap ikhtiar. Sekali lagi Allah maha baik, sangat baik… alhamdulillah Allah selalu beri jalan. Entah rejeki dari mana, uang pangkalpun sudah terbayarkan. InsyaAllah Februari sudah mulai kuliah. Saat-saat kayak gini kalo diinget suka bikin terharu dan baper….

Liburan

Sepanjang tahun 2017 kami hanya liburan 1 kali ke Belitung, udah itu aja. Tapi alhamdulillah saya ga kurang piknik. Saya mengalihkan keinginan-keinginan yang saya fikir konsumtif dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Saya kembali mengajar, saya membuka kursus di rumah. Bertemu anak-anak ternyata menjadi hal yang sangat membahagiakan untuk saya. Sayapun kembali mengajar… setelah 1 tahun lebih tidak mengajar.

Skill

Selama kehamilan bulan ke-4 saya sangat senang memasak, sampai sekarang tentunya (bulan ke-6). Karena hobby saya memasak, akhirnya mau ga mau saya belajar berbagai macam resep masakan. Prestasi terbesar dalam hal ini adalah saya bisa memasak lobster saus tiram wkwkwkwk…. baru sekali seumur hidup masak lobster. Ternyata masak itu butuh kebiasaan aja, kalo dilakukan tiap hari skill memasak kita juga meningkat. Menu yang saya sajikanpun lebih variatif. Lalu bagaimana soal rasa? buat saya ok ok aja sih, buat anggota keluarga yang lain kadang bilang enak, kadang bilang juga kurang ini, itu bla bla blaaa… it’s okay namanya juga proses belajar ya…

Kesehatan dan Olahraga

Sejak pertengahan 2017, saya menjadi anggota salah satu sport center yang dekat dengan rumah saya. Karena sudah jadi member, mau ga mau dong member cardnya digunakan masa mejeng aja di dompet… ini memang salah satu resolusi saya tahun 2017. Alhamdulillah tercapai, saya harus melawan malas yang luar biasa demi hidup yang lebih sehat. Selama 3 bulan saya mencoba gym, zumba, yoga, belly dance, berenang, dll. Pokoknya semua fasilitas di sport center saya cobain. Eeeeh tiba-tiba saya hamil dengan mual yang sangat parah, OFF! byebye sport center kecintaan saya. Menginjak usia kandungan 20 Minggu saya mulai aktif lagi olahraga, yaitu berenang, yoga dan jalan kaki tiap pagi. Saya fikir saya akan malas untuk memulai lagi, tetapi ternyata tidak. Saya sudah berjanji dalam diri sendiri saat tri-semester pertama, bahwa menginjak usia 20 minggu saya wajib olahraga. Alhamdulilah, kegiatan olahraga ini berjalan lancar buat bumil sampai sekarang. Sayapun merasa fit dan bugar selama kehamilan.

Harapan 2018

Saya ingin melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baik yang saya bangun di tahun lalu, alangkah lebih baiknya jika kebiasaan lebih meningkat lagi levelnya. Selain itu, HPL saya adalah bulan April 2018, sebagai ibu hamil untuk pertama kalinya, saya sangat ingin melahirkan secara normal, nyaman, dan minim trauma. Amin ya Allah

Cukup sekian ya postingan kali ini….

Menurut kamu apa sih makna tahun 2017 buat kamu?

 

Advertisements

Jurnal kehamilan #1: The Journey just began

Jum’at, 25 Agustus 2017.b

Pagi itu saya bangun jam setengah 5, langsung ambil tespack. Saya sudah telat datang bulan kurang lebih sebulan 2 minggu, karena ga mau kecewa saya undur2 untuk test packnya. Ternyata gatel juga ya pengen testpack, yaudah akhirnya saya testpack. Deg2an banget rasanya dan saat itu saya sudah pasrah apapun hasilnya ga boleh nangis. Saya sering nangis setiap kali testpack *ada yang sama kayak saya ga?

Setelah testpack, ternyata hasilnya muncul 2 garis merah. Tapi yang satu masih samar2, saya tinggal solat subuh sebentar siapa tau hasilnya lebih keliatan. Ternyata betul, 2 garis berwarna merah muncul dengan sangat tebal. Eh langsung nangis, tapi nangis haru… bahagia… plus bingung. Saya sempat bingung cukup lama sambil berfikir “Saya akan jadi seorang ibu?” dan banyak pertanyaan2 yang tiba2 muncul di kepala. Saat itu, suami saya masih tidur belum saya bangunkan. Setelah saya bangunkan dan nunjukin testpack, tanpa bicara sepatah katapun karena saya masih bingung. Tapi, suami saya langsung senyum lebar dan ganteng bgt pada saat itu, padahal baru bangun tidur hehe.

MasyaAllah… Allahu Akbar…

Alhamdulillah, terharu sekali…. setelah 2 tahun 5 bulan menunggu akhirnya dipercaya untuk amanah yang sangat berharga ini. Akan kami jaga amanah ini baik-baik sampai tiba saatnya dia melihat dunia.

Sabtu, 26 Agustus 2017.

Kami berdua langsung ke rumah sakit untuk mengecek kondisi baby. Rumah sakit yang kami tuju adalah RS. Mitra Keluarga Bekasi Timur dan obgyn kami dr. Kusmaryati, SpOg. Kenapa kami periksa disini? karena dari sebelum saya hamil, kami sudah berencana promil disini. Nanti akan saya tulis perjalan kehamilan saya di post terpisah.

Ketika kami masuk ruangan, dr. Kusmaryati sudah menyambut kami dengan ramah dan senyum sumringah. Dia langsung tanya “Bagaimana perkembangannya? sudah isi ya?” Sayapun tersenyum mengiyakan, beliau langsung menyuruh saya berbaring untuk di USG. Saya sempat meneteskan air mata saat melihat layar USG, begini ternyata rasanya hamil…. beyond your imagination, ga bisa diungkapkan kata2…. for the very 1st time in my life. Hasil USG menunjukan bahwa janin yang saya kandung berusia 6 minggu dan kondisi sehat.

21149919_1655042381174017_5728534020561921888_n

Melihatnya untuk pertama kali, air mataku tak terbendung.

Aaah begitu banyak nikmat dan berkat yang kau berikan kepada kami ya Allah. Sungguh kami hanya bisa bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Sebenarnya kami malu… kami banyak meminta ini dan itu, tapi kadang kualitas ibadah kami begini2 aja.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Alhamdulillah, saat ini kandungan saya berusia 19 minggu 4 hari. kurang lebih beratnya 240g dan panjangnya 15.3cm, sebesar grapefruit (Pregnancy+). Tendangannya pun sudah sering terasa, rasanya geli tapi senang. Bahkan kalo saya lagi capek dan pusing, tendangan kecilnya menghilangkan semua rasa lelah saya. Terus, saya senyum2 sendiri sambil ngajak ngobrol. Satu tendangan darinya begitu berarti ya ternyata hehe.

23559922_1737593172918937_6550048110613251631_n

Ini foto saya saat 18 minggu 4 hari. Perubahan pada tubuh sangat terasa, tambah melebar hihi

Segitu dulu ya cerita dari saya, mohon doanya agar saya dan dede bayi sehat selalu. Amin

Be Stylish with Minimal Budget at JFW 2017

Baju dengan harga murah kayaknya lagi ngeHitssss nih yaa. Trend ini ngeHitss karena ada istri direktur yang berpenampinal sederhana tapi tetep stylish, siapa lagi kalo bukan ibu Nunik Tirta. Terus di blow up deh sama media, terus viral deh dan banyak yang terinspirasi dari beliau. Saya juga sangat terinspirasi dari kesederhanaan beliau ini loh. Kagum aja sama beliau, padahal mampu beli yang mahal tapi terlalu cerdas menggunakan uangnya untuk sesuatu yang lebih berharga. Sebenernya, dari dulu saya juga pake baju murah tapi bedanyaaa….. siapa laah saya ini ga akan jadi viral walaupun pake baju paling mahal juga *nasib2hahaha

Ceritanya nih, beberapa minggu lalu saya sempet hadir di acara fashion terbesar di Jakarta yaitu Jakarta Fashion Week 2017. Ini udah ketiga kalinya sih saya datang *exsistnihyeee. Pengalaman pertama tahun 2013, saat itu saya excited dan rempong banget. Rempong ngapain sih?? rempong beli baju, kerudung, celana, sepatu dll. Niaaaat banget tampil kece di acara ini. Eeeeh tapi emang harus tampil kece sih kalo ke sini, jangan ampe jiper sendiri ngeliat yang lain kece kece badai. Maksudnya, ini kan event fashion, otomatis dong yang dateng juga kebanyakan selevelnya fashionista-fashionista atau fashion blogger2 yang punya selera fashion yang tinggi, jadi kita menyesuaikan aja dengan baju yang dipake. Biarpun ga mahal asal sopan dan sedaap di pandang mata, itu dah oke banget buat saya. Ga mungkin kan pake daster ke acara begituuuuu, eeeh mungkin aja sih kalo bisa memodifikasinya mah. Soalnya kemaren liat cowok-cowok manjaaaaah pake dress gitu, motif dan bahanya mirip2 daster tapi dimodifikasi alhasil jadi extraordinary. Tapi lupa ga difoto, jadi ga punya barang bukti hahaha.

Persiapan ke JFW 2017 kali ini, ga ada yang spesial-spesial amat. Saya memang beli baju sih, (teteep ya merasa di lemari itu  GA ADA baju yang bisa dipake) cuman sedapetnya gitu ga terlalu ngoyo kayak yang dulu-dulu. Kebetulan emang udah lama pengen beli celana jeans baru. Akhirnya saya beli tunik, outer, jeans dan kerudung. Kalo sepatu, kalung, belt, tas pake yang ada aja.

14729197_1212344545478896_4356462587847373427_n

Gaya ala selebgram

img_20161023_174824

Tampak wajah depan ^_^

Yuuk aku kasih tahu detail harga setiap item yang aku pakai :

  1. Outer khaki unbranded beli di Mega mall Bekasi Rp. 100.000 (Pakejurus nawar harga awal Rp. 120.000)
  2. Tunik putih unbranded beli di Mega mall Bekasi Rp. 80.000 (Pake jurus nawar harga awal Rp.95.000)
  3. Celana Jeans unbranded “SALE” beli di Mega mall Bekasi Rp. 65.000
  4. Kerudung unbranded beli di Pasar malem daerah depok Rp. 15.000
  5. Kalung dikasih adik, bosnya @zeehandmade Rp. 75.000 (GRATIS)
  6. Sepatu BR shoes beli Hijup.com Rp. 255.000 (Hantaran nikah, jadinya GRATIS)
  7. Tas ga tau harganya, punya nyokap hahaha dan pas nanya nyokap lupa, diperkirakan sekitar Rp. 200.000 – Rp. 300.000

Gimana menurut kamu???

Ga malu-maluin kan di pake ke JFW 2017??

Kalo di FB aku sih banyak yg komen cantik and stylish *woooditimpukintomat wkwkwkwk. Jadi, bisa kan tampil stylish dengan barang-barang yang harganya bersahabat banget sama kantong. Tinggal kita mix and match sesuai dengan karakter kita ya guys.

Oiya, saya termasuk orang yang rela berinvestasi lebih untuk tas dan sepatu karena kedua barang ini terpakai dalam waktu yang lumayan lama bila dibandingkan dengan baju, celana atau kerudung. Pilihlah yang bahannya awet, agar bisa sedikit menekan pengeluaran tas dan sepatu untuk beberapa tahun ke depan *hematapapelitbu???  Saya juga sangat menomersatukan kenyamanan, saya suka high heels tapi males makenya karena sering pegel untuk mensiasatinya saya pilih heels yang tebal dan tidak terlalu tinggi.

Sekian ^__^

5 kegiatan sederhana tapi romantis

Suatu malam, saya menonton drama Korea terbaru yaitu “W  atau two worlds”. Pemeran utama di drama ini adalah actor favorite saya, siapa lagi kalo bukan Lee Jong Suk yang berperan sebagai Kang Chul dan Han Hyo Joo yang berperan sebagai Oh Yeon Joo. Ada satu episode yang jadi favorite saya, yaitu episode 7. Di episode ini diceritakan bahwa Kang Chul dan Yeon Joo sudah menikah secara kontrak. Walaupun menikah secara kontrak, mereka berdua memang sudah jatuh cinta beneran. Kang Chul digambarkan karakter yang tidak romantis, makadari itu dia belajar romantisme dari sebuah buku yang berjudul “Love is” ditulis oleh Park Da Mi atau lebih dikenal “Puuung”.

Buku ini berisikan ilustrasi-ilustrasi cinta yang menurut saya sangat sederhana tapi menyentuh kalbu. Penulis mengilustrasikan cinta dari kegiatan sehari-hari tapi diberi kesan romantis. Bagi saya ilustrasinya bikin baper dan pengen buru-buru ketemu suami *eeh. Di drama “W” Kang Chul dan Yoen Joo mempraktekan 4 kegiatan romantis yang ada di dalam buku. Mereka mempraktekannya sangat apik, sehingga penonton innocent seperti saya terbawa suasana. Tiba-tiba langsung WA suami, nyuruh dia ga lembur malam itu hahaha….

Saya sangat penasaran dengan buku yang dibaca Kang chul, setelah browsing ternyata buku itu benar-benar ada di dunia nyata, bahkan kamu bisa membelinya di toko buku Gramedia, pake bahasa indonesia pula hahaha. Tapi saya ga beli bukunya sih….

Saya sempat mengingat-ngingat gambar ini dan ternyata saya pernah melihat ilustrasi tersebut di FB. Saya lupa siapa yang membagikan ilustrasi itu, yang pasti banyak sekali yang membagikan ulang, you know??? kebanyakan yang ngeshare ya perempuan hahahaha. Karena dari analisa saya, buku ini ditulis dari sudut pandang wanita. Terkesan bahwa kegiatan ini adalah suatu pengharapan wanita terhadap pasangannya. Itu sih opini saya.

Gara-gara drama ini pula, saya memiliki inisiatif untuk melakukan beberapa kegiatan tersebut bersama suami. Alasan utamanya adalah untuk menjaga keharmonisan dan keromantisan aja sih. Karena bagi saya dan suami menjaga keromantisan itu sangat perlu, agar hubungan suami dan istri tidak hambar dan monoton. Sebenarnya sudah ada sih beberapa kegiatan yang digambar Puuung dan sudah kami lakukan. It worked guys! Ini salah satunya:

12391450_1061702640529107_6432504126373312758_n

Ini sih sering banget kita lakukan, almost every weekend hihihi

Karena ilustrasi romantisnya banyak sekali, saya pilih 5 kegiatan yang menjadi top 5 list saya. Karena kegiatan ini belum pernah lakukan dan saya ingin sekali mencobanya. Here you go!

14222200_1234585843240785_5239246655033033043_n

Kang Chul mengikat rambut Yoe Jon di episode 7

Sudah satu tahun lebih saya menikah, tapi belum pernah sekalipun suami ngiketin rambut wkwkwk. Walaupun saya meminta pasti dibilang lebay hahaahaha. Tapi ada baiknya looooh kalo sekali-kali para suami itu memiliki inisiatif untuk mencoba kegiatan ini, para istri pasti bakal tersentuh. Saya fikir ini kegiatan yang sangat simple but sweet.

13912486_1218132698219433_8839598033512377537_n

Shaving

Untuk kegiatan ini sih saya antara berani ga berani, takut tiba-tiba tangannya kepeleset eeeh malah berdarah. Ga banget kan, awalnya mau romantis-romantisan eeh malah bikin bete pak suami deh pastinya. Btw, kalo ga salah adegan kayak gini ada di Drakor Pinocchio. Dimana Park Shin Hye mencoba untuk mencukur janggut Lee Jong Suk, so cweet deh. But I will do it someday…. mudah-mudahan suami ga nolak.

heartwarming-illustrations-art-sweet-love-couple-puuung-3

Hubby cooks for dinner

Ini yang paling saya sukaaaaaa… Dari potonya aja udah jelas banget ya, kalo yang nyiapin makanan itu suami. Ga cuman menyiapkan sih, tapi juga memasaknya. Terus saya tinggal duduk manis ajaaaa gtw, aaaah heaven banget ini maaah. Kapan ya ini terjadi??? twing twing *antarakedipanmanjadansinis

13394070_1169974013035302_2332424472779993431_n

Hujan-hujanan

Masih inget ga kapan terakhir kamu hujan-hujanan? Kalo saya kemarin gegara abis dari JNE naik motor eeh hujan tiba-tiba. Eh eh eh bukan hujan-hujanan itu sih maksudnya. Hujan-hujanan disini seperti hujan-hujanan manja bareng kekasih. Bisa dibayangin ga serunya kayak apa, seperti kita kembali ke masa kecil yang begitu bahagia ketika mendengar bunyi hujan di atas genting. Menurut saya kegiatan ini sangat seruuu…. saya jadi teringat adegan hujan-hujan dr.Ong dan dr. Yoo di drama korea “Doctors”. exciting and fun… boleh laah dicoba sekali-kali. Tapi hujan-hujanan dimana yaaa?? di depan rumah juga ga mungkin kan 😦

13533028_1179738852058818_6725362406508405748_n

Yang terakhir ini adalah ilustrasi pada cover buku. Saya juga sukaaaa banget  Romantiiiiiisss banget nget nget….. Duduk berdua di balkon, menatap bintang, membicarakan masa depan dan saling bermanja-manja. Nanti dicoba aah kalo udah punya rumah yang ada balkon seperti ituuuuu….

Gimana menurut kamu?? cute, sweet and romantic bangeeet kan??

Ada ga kegiatan sederhana namun romantis yang pengen kamu lakukan bersama pasangan?? share yuuuk

semua photo ilustrasi berasal dari Puuung

Pagi yang riweh dan celana yang robek

Suatu pagi yang riweeeh…..

Saya bangun setengah 6 lewat 10 menit, KAGET!! karena itu sudah kesiangan banget buat saya (kamu juga, pasti sama). Karena hari itu saya ada pendampingan akreditasi dan tempatnya lumayan jauh pula dari rumah. Alhasil, saya buru2 solat dan menyiapkan keperluan suami terlebih dahulu (sarapan, bekal, baju, dan printilan lainnya). Dibumbui drama2 dan kultum dari si ganteng suami, saya tetep cuek menyiapkan semua keperluannya. Dia pun cemberut karena kesiangan ngantor. Begitulah keriwehan saya pagi itu, saya yakin ibu2 lain juga pernah mengalaminya….

Setelah suami gantengku itu berangkat ke kantor, giliran saya mandi. Celana yang mau saya pakaipun belum disetrika, saat itu jam sudah menunjukan jam 08.15. Sedangkan saya harus sudah sampai ditempat pelatihan jam 09.00. Wassalaaam, ini sudah pasti saya terlambat. Jadi, saya pasrah dengan keadaan… hihi

Setelah mandi, saya menyetrika celana terlebih dahulu (ketauan males nyetrika) setelah itu saya dandan kilat dengan hasil alis yang tidak simetris (pantang keluar tanpa ngalis), srat sret srot pake minyak nyongnyong…. sayapun siap berangkat…. tiba-tiba kunci motor saya jatuh ke kolong ranjang…. nyes banget laaah. Keadaan itu memaksa saya untuk jongkok dan sedikit berusaha keras mengambil kunci yang tak tergapai oleh jari lentik saya. Tiba-tiba… breeet… terdengar bunyi itu… tak disangka dan dingana, celana saya robek dibagian jahitan belakang. Wkwkwkwkwk….

Stay cool… ga boleh emosi, ga boleh nangis, keep smile…

This is a bad day not a bad life.

Padahal di dalam hati, saya udah pengen nangis kejeeeer…. kesel sama diri sendiri gara-gara kesiangan.

Dengan sigap saya mengganti celana dan menjahit bagian celana yang robek…. gejegejegegejegejeg lalu memakai celana itu lagi hihihi tidak kurang dari 20 menit (inimah lama kali gi). Sayapun sampai di tempat pendampingan akreditasi jam 10 hahaha. warbiyasaah…..

Untungnya saya bisa jahit walaupun baru bisa jahit lurus aja, eeh ga lurus juga sih sih kadang belok kanan, kadang belok kiri. Hari itu, saya memang sangat berniat sekali memakai celana favorit saya makanya saya bela2in buat ngejahit robekannya ketibang memilih celana yang lain. Padahal, kalo orang sehat yaaa… ngapain repot2 nyepul benang dulu terus ngejait kan masih ada celana yang lain. Tapi entahlaah saat itu saya lebih memilih untuk menjahitnya.

Karena kejadian celana robek itulah, saya benar2 merasakan manfaat menjahit untuk diri sendiri. Jadi ketika ada baju robek atau bolong saya sudah bisa memperbaikinya sendiri walaupun dengan jahitan sebisanya dan seadanya. Coba kalo belum bisa, pagi itu saya udah baper dan badmood banget pastinya. Alhamdulillah…. ini nih celana kulot favorit saya, hasil jahitan ke-6

IMG_20160813_171738(1)

Celana kulot hasil praktek ke-6 dan atasannya hasil praktek ke-7

Angkot-ers Aneh

6695012071_e1e9d57fc9

Angkot langganan saya. Source: http://www.flickr.com

Angkot adalah acronym dari angkutan kota. Kadang saya lupa kalo angkot sebenarnya adalah singkatan dari kata tersebut. Ini terjadi karena begitu terbiasanya saya memandang angkot sebagai sebuah mobil dengan kapasitas 11/12 di belakang dan 3 di depan. Jadi kalo di tanya angkot, yaa seperti itulah gambarannya. Padahal angkutan kota banyak sekali macamnya seperti mikrolet, bajaj, metro mini, dkk. Menurut mas Wiki angkutan kota adalah salah satu moda transportasi perkotaan yang merujuk kepada kendaraan umum dengan rute yang sudah ditentukan. Berbeda dengan bus yang memiliki halte untuk berhenti, angkot ini berhenti dimanapun (semau gw) entah saat manaikan penumpang atau menurunkan penumpang.

Sebagai pengguna transportasi umum, saya sering sekali menggunakan angkot. Apalagi kalo saya sedang pergi ke kampus, kalo di rumah sih saya biasa mengendarai motor. Angkot langganan saya adalah angkot berwarna biru dengan nomer 121, trayek Cibubur – Kampung Rambutan. Angkot ini tidak pernah sepi dari penumpang, karena angkot ini memiliki trayek idola para penumpang. Angkot ini penghubung orang-orang yang tinggal di Bekasi/Cileungsi menuju Jakarta. Walaupun saya harus bermacet-macetan di sepanjang jalan alternatif Cibubur, itu ga masalah buat saya. Angkot ini adalah angkot tercepat yang membawa saya ke Kampung Rambutan. Sekarang harganya Rp. 8.000, waktu kuliah S1 saya masih sempat bayar Rp. 4.000. Mahal yaaaa sekarang, padahal BBM udah turun harga tapi ongkos angkot ga mau turun ckckckc. Penyakit lamaaa….

Angkot ini kan transportasi umum ya, pastinya dong milik umum alias milik bersama walaupun yang punya mobilnya si pak supir atau bos angkot. Siapa aja boleh naik, yang miskin yang-yang kaya, yang cakep-yang jelek, yang kurus-yang gendut kalo di angkot tetep harus berbagi kursi dengan yang lainnya. Ga seperti taksi online yang membuat kita seperti disupirin supir pribadi hihihi. Karena penumpangnya banyak, alhasil dudukpun harus dempet-dempetan. Repotnya kalo ada yang punya bo**om sedikit lebar, ini sangat menyiksa saya yang berbadan kecil pasti saya terjepit (saya sering duduk di pojok dan terjepit). Dengan penumpang yang banyak ini, saya suka iseng mengamati karakter-karakter orang yang satu angkot dengan saya. Karakternya begitu bermacam-macam dari yang bikin senyum-senyum sendiri, jantung mau copot, terkaget-kaget dan geleng-geleng kepala. Ini saya rangkum di bawah ya, karakter-karakter penumpang saat bayar ongkos:

  1. Penumpang ga sopan. Suatu hari, saya satu angkot dengan ibu-ibu berpenampilan cukup necis. Dari penerawangan saya, ibu ini berumur sekitar 45 – 50 tahun. Ibu ini naik bareng saya di perempatan Cileungsi dan turun di perempatan sebelum Cibubur plaza. Saat turun ibu ini lupa memberikan ongkos, akhirnya pak supir berteriak “Bu Ibuuu! belum bayar!” Lalu si ibu pun sadar dia berbalik badan dan berjalan menuju angkot. Kebetulan angkot berhenti tidak mepet ke trotoar, jadi ada celah sedikit sebelah kiri untuk motor nyalip. Saat ibu ini mau bayar emang kondisinya banyak motor yang lewat disitu tapi karena rada macet, motorpun pelan ga ngebut. Saya fikir si ibu ini akan memberhentikan motor dan dia menghampiri pintu angkot tapi ternyata tidak. Dia di trotoar melempar ongkos ke pak supir lewat jendela pintu. Setelah melempar ibu itu pun cekikikan, entahlah apa yang ibu ini tertawakan. Ongkos yang dia lempar ternyata berisi beberapa uang koin. kebetulan saya duduk di belakang pak supir, saya melihat ongkos tersebut jatuh di bawah setir pak supir dan koinnyapun berceceran. Dengan geramnya pak sopir itu teriak ke si ibu “Ga sopan banget sih bu!” dan ibu itupun berlalu begitu saja. Menuurut saya tau kamu juga, cara dia membayar ongkos sangat tidak sopan. Seharusnya ibu ini berjalan terlebih dulu laah menghampiri pak sopir. Apa susahnya coba?? saya sampai geleng-geleng kepala dengan penumpang lainnya.
  2. Penumpang ga tau aturan. Penumpang lain yang saya temui adalah seorang ibu lagi (eea ibu2 mulu ya ckckck). Saya lupa ibu ini naik dari mana,  yang saya ingat dia turun di plaza Cibubur dengan ongkos Rp. 5.000. Dia menggendong anak kecil. Ketika turun, ibu ini langsung menaruh ongkos di dashboard angkot dan sambil bilang “saya cuman punya segitu!” . Tiba-tiba dia berlari cepat sambil menggendong anaknya ke dalam ruko-ruko depan plaza Cibubur. Dia menghilang dan pak supir langsung berteriak dengan bahasa yang sangat kasar. Setelah saya tanya ternyata ongkos yang dia bayarkan hanya Rp. 1.000. Ya ampun, geleng-geleng kepala lagi saya. Saya ga tau sih kondisi si ibu saat itu, apakah sedang kesulitan uang atau abis kecopetan atau entahlah. Tapi dari cara dia membayar ongkos si ibu ini seperti masa bodo dengan ongkos yang sudah ditetapkan. Pak supir sempet bilang “kalo dia jujur, gpp kok saya juga ga tega liat ibu bawa2 anak gtw, kok ini seenaknya!”
  3. Penumpang borju. Karakter penumpang yang satu ini sering saya temukan di penumpang pria. Saya sangat sering bertemu penumpang pria yang tidak menyiapkan uang kecil untuk membayar ongkos angkot. Saat mereka turun dari angkot, mereka sibuk merogoh kantong celana kira-kanan-belakang lalu mengeluarkan dompet dan mengambil uang pecahan Rp. 50.000 atau Rp. 100.000. Ini agak menjengkelkan buat pak supir, karena pecahannya terlalu besar dan recehan untuk kembalian ongkos penumpang yang lain langsung habis. Terkadang banyak pak supir yang cerewet menghadapi penumpang ini, apalagi kalo pak supir ga punya banyak receh beliau harus susah payah nuker dengan penumpang lainnya atau merelakan penumpang itu ga bayar sama sekali. Kasian kan kalo ampe ga dibayar 😦
  4. Penumpang amnesia. Penumpang ini biasanya lupa atau pura-pura lupa membayar ongkos. Suatu hari saya seangkot dengan cewek cakep, seriusan cakep. Dia turun di plaza Cibubur bersama-sama dengan 3 penumpang lainnya. Ketiga penumpang ini satu keluarga jadi yang bayar satu orang bapak-bapak. Si cewek ini nyelonong gitu aja, tanpa nengok ke belakang. Difikir  pak supir si cewek ini sekelompok dengan keluarga ini ternyata enggak. diteriakin oleh pak supir, jalannya semakin cepat. Pak supir pun tidak mengejarnya, dia kesal dan menggerutu. Duuuuh mba mba cakep-cakep kok ga bayar ongkos…..
  5. Penumpang jujur. Suatu hari saya pernah bertemu penumpang yang berpenampilan rapi seperti mau pergi kerja. Sebelum naik angkot dia bilang ke pak supir “Pak saya abis kecopetan, boleh ga saya ikut naik tanpa bayar” Alhamdulillah-nya pak supir ini baik hati sekali, mempersilahkannya masuk dan diturunkan di tempat yang dia tuju. Semoga Allah selalu memberikan kelancaran rejeki buat si bapak supir ini.

Sekian hasil laporan saya dari lapangan, kurang lebihnya seperti itulah macam-macam angkoters yang bikin saya gemezzzzzz. Kamu pernah nemuin salah satu dari mereka ga?

Blissful March!

Hai hai yang lagi menikmati liburan long weekend, yang lagi “otw otw” sama gebetan, yang lagi “hibernasi” di kamar (kayak saya) hehe. Ga kerasa ya sekarang sudah tanggal 27 Maret, udah hampir memasuki pertengahan tahun 2016. Rasanya baru kemarin tahun baru datang, cepet banget waktu berlalu. Alhamdulillah, bagi saya dan suami bulan Maret ini adalah bulan yang penuh kebahagian.

Tepat tanggal 15 Maret, pernikahan kami menginjak usia 1 tahun. Itu tandanya kami sudah hidup bersama selama 365 hari dan itu tidak sebentar sodara-sodara. Ibarat bayi usia 1 tahun ini baru belajar jalan. Sebelum belajar berjalan, bayi ini belajar tengkurep, merangkak, dst dan ini membutuhkan proses yang cukup lama. Sama halnya dengan pernikahan kami, di tahun pertama ini kami belajar banyak tentang kehidupan setelah resepsi. Kami belajar bagaimana menyelaraskan prinsip dalam membangun rumah tangga, kami juga belajar bagaimana mengesampingkan ego masing-masing dan mengedepankan kepentingan “KITA”, kami belajar membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama. Intinya tahun pertama bagi kami adalah tahun pembelajaran, tanpa saya sadari akhir-akhir ini saya merasa lebih mature dibandingkan dulu (yaiyalaaah masa masih childish aja). Ternyata pernikahan bisa mendewasakan saya. Nooh yang masih kekanak-kanakan atau manja-manja cantik nikah sanaaaah! #Laaah

Di usia pernikahan kami yang baru 1 tahun ini, saya berdoa semoga kami semakin mesra, menjadi partner yang semakin solid dan saling pengertian, semoga Allah selalu melimpakan keberkahannnya kepada kami, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah selamanya. Wish terakhir, semoga akan segera hadir malaikat kecil di tengah-tengah kami. Amin Allahumma Amin.

IMG_0250

Tidak ada selebrasi spesial di hari itu, karena pada tanggal 15 Maret pula saya sidang promosi thesis. Entah kenapa harinya bisa bersamaan dengan 1st anniversary kami. Di hari itu saya lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk sidang. Suami saya lagi dinas keluar kota. Aaah perfecto, nothing special on that day. Gpp sih, toh ga wajib2 amat selebrasinya yang wajib itu BERSYUKUR. Karena pada hari itu saya mendapatkan kebahagian yang tiada tara. Alhamdulillah saya berhasil lulus setelah 4 tahun kuliah (malu.. ngumpet di kolong kasur) dengan predikat amat baik. Caumlaude sangat jauh dari genggaman, syukur-syukur bisa lulus (hadooh). Bisa dibilang saya ini adalah mahasiswa yang sudah ada diujung tanduk, semester berikutnya saya akan DO kalo tidak menyelesaikan kewajiban saya.

Setelah sidang selesai, saya merasa seperti punya bisul gede dan bisul itu pecah pecah pecaaaaaah!! jadi saat itu hati ini merasa plong banget….. rasanya seperti melihat pelangi setelah hujan #saaaah. Padahal eh padahal sidang saya yang awalnya hanya dijadwalkan 1 jam, ternyata menjadi 2 jam. Dosen-dosen baik hati yang sering bertemu di sidang ke-3 dan ke-4 pun terlihat begitu bringas di sidang terakhir saya. Bahkan ada junior saya berkata “Kakak selamat ya, tadi sidangnya seru banget kayak liat debat presiden” Huaaah dasar kau dik kamu ga tau aja saya pusing 7 keliling di kursi panas sambil memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang begitu mencecar saya. Tapi alhamdulillah semua itu sudah terlewati dengan baik. Walaupun saya telat lulus kuliahnya yang penting adalah saya lulus ^^ (membahagiakan diri sendiri).

“It doesn’t matter how slow you go, as long as you don’t stop” -confucius-

Jadi intinya bulan Maret adalah bulan yang penuh kebahagian dalam hidup saya. Kalo kamu gimana?