Jurnal Kehamilan #3: Prenatal Gentle Yoga

Siapa sih disini yang suka yoga? *acungkan tangan

Saya???

Awalnya ga suka, karena dalam benak saya yoga tuh gerakannya lemes, ga ada jingkrak2an kayak aerobic atau zumba, jadi kalo yoga kayaknya bawaannya ngantuk hahaha. Eh saya kemakan/kualat sama pemikiran sendiri, sekarang saya suka banget sama yoga. Akhirnya saya mencari tahu tentang prenatal gentle yoga dengan memfollow beberapa akun2 instagram yang berkaitan dengan itu dan gentle birth seperti @bidankita @prenatalgentleyoga @keluargagentlebirth, dll… Lalu apa sih sebenernya prenatal gentle yoga?

Prenatal gentle yoga adalah jenis yoga yang didesain khusus untuk ibu hamil. Fokus yoga ini adalah pada pernapasan dan gerakang-gerakan yang bisa menghilangkan ketidaknyamanan selama kehamilan. (sumber: Bidan kita)

Naah sudah jelas ya, bahwa yoga ini dikhususkan untuk ibu hamil. Jadi, ga ada tuh gerakan-gerakan yang meciderai atau membahayakan ibu dan janin di dalam perut. Sebaliknya gerakannya sangat mendukung tubuh ibu agar selalu fit selama kehamilan hingga melahirkan nanti.

Sekarang mind set saya berubah, bahwa ternyata yoga sangat bermanfaat untuk ibu hamil. Saya sendiripun sudah merasakan manfaat yang diberikan yoga selama kehamilan ini. Saya sering sekali mengalami kram pada kaki setiap bangun pagi selama hamil, setelah melakukan yoga dengan rutin sebelum tidur kurang lebih 10-15 menit, kram pada kaki sudah tidak saya rasakan lagi sampai sekarang. Adapun beberapa manfaatnya sebagai berikut:

Manfaat Prenatal Gentle Yoga

Source: bidankita.com

Wuiiiiss super banget kan manfaatnya, apalagi untuk ibu hamil seperti saya yang sangat menginginkan persalinan normal, nyaman dan minim trauma (keinginan semua bumil kayaknya ya). Saya yakin persalinan seperti itu butuh effort ibu untuk mencapainya, salah satunya dengan olahraga secara rutin (yoga, berenang, jalan kaki). Saya sangat meyakini bahwa apa yang saya lakukan selama kehamilan ini akan memberikan dampak positive saat persalinan nanti (amiiiiin). Hanya itu doa dan harapan saya saat ini.

Seumur hidup saya baru pertama kali yoga ketika kehamilan memasuki usia 20 minggu. Kenapa 20 minggu? Karena di minggu2 sebelumnya saya mengalami mual dan muntah yang cukup parah. Sehingga lebih banyak bed rest ketibang olahraga. Yaaa… gimana mau mikirin olahraga buat bangun dari tidur aja benar2 lemas dan pusing. Sempat olahraga renang dan jalan kaki tapi belum rutin, tergantung kondisi badan aja.

Saya mengambil kelas yoga secara private dengan instruktur yoga dan juga seorang bidan bernama mba Gabby. Saya tau mba Gabby dari instagram @prenatalgentleyoga, yang saat itu menshare instruktur2 prenatal gentle yoga di seluruh Indonesia, termasuk Bekasi. Awalnya sih pengen ikut kelas aja biar ada temen gtw, tapi ternyata kelasnya jauh sekali dari rumah. Akhirnya saya memutuskan untuk private.

Pertama kali ikut yoga, saya langsung suka sekaligus khawatir. Khawatir kalo abis yoga badan pegel–pegel dan ternyata tidak sodara2. Badan saya malah lebih fit dan enteng setelah beryoga. Gerakannya mudah walaupun gerakan saya belum sempurna, makanya butuh intruktur untuk membetulkan gerakan2 saya saat yoga. Ada beberapa gerakan favorite saya, yang ga pernah saya lupakan setiap kali beryoga. Ini beberapa gerakan yang saya suka dan manfaatnya:

  1. Bilikasana (cat and cow pose), pose ini berguna untuk mengurangi rasa sakit/tidak nyaman di pinggang dan punggungcat-cow2
  2. Baddhakonasana (butterfly pose), pose ini berfungsi membuka pangggul dan melebarkan panggul.Baddha-Konasana-Butterfly-Pose-
  3. Balasana (child pose), pose ini merupakan salah satu pose relaksasi yang bikin saya nyaman. Saya suka sekali pose ini, bikin badan rileks.
  4. PRENATAL-YOGA_WIDE-KNEE-CHILDS-POSEUpavista Konasana, pose ini berguna untuk mengurasi rasa sakit saat persalinan.Upavistha_Konasana2

Dan masih banyak yang lainnya yang bisa membantu bumil mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan.

Pada hari Minggu, 24 Desember 2017 lalu saya mengikuti kelas prenatal gentle yoga yang diadakan oleh @prenatalgentleyogabekasi dalam memperingati hari ibu. Kelas ini gratis, alhamdulillah. Kelas ini diadakan di plataran restoran bakso lapangan tembak, Margahayu, Bekasi. Saking excitednya, saya adalah peserta pertama yang datang di TKP pada pukul 06.15. Sedangkan kelas dimulai jam 07.00 pagi, panitiapun baru 2 orang yang datang hehe. Kelasnya seru dan bermanfaat. Berikut foto-foto yang berhasil diabadikan oleh papabear saat yoga berlangsung:

IMG-20171224-WA0019

Bersama mba Gabby, my yoga instructor.

 

Berpose bersama dengan para instruktur prenatal gentle yoga dan juga para ayah.  Sebelum berfoto ada quiz untuk para ayah, sebanyak 10 orang ayah naik keatas panggung dan ditanya usia kandungan istrinya. Yang betul dapet goodiebag. Semua jawaban ayah betul, dan memang seharusnya ayah tau usia kandungan istri. Karena proses kehamilan itu harus dinikmati dan dirasakan suka dukanya berdua juga. Kaan bikinnya juga berdua *eeh. Sayangnya papabear ga naik pas sesi ini, but it’s okay laaah…

IMG-20171224-WA0005

Ternyata kami ber-3 adalah peserta yang rumahnya paling jauh hehe..

Segitu dulu ya cerita jurnal kehamilan ke-2 saya, semoga bermanfaat ^_^

Advertisements

Jurnal kehamilan #2: The Process

Sebenernya saya rada ragu buat posting proses kehamilan ini, tetapi di buku yang saya baca (#bebastakuthamildanmelahirkan)  penting loh ibu hamil punya buku harian/jurnal kehamilan. Apalagi buku harian itu tersusun dari awal kehamilan, bermanfaat banget buat ke depannya. Tadinya sih pengen nulis di buku diary aja, tapi kok ya males nulis pake pulpen. Terus inget punya blog yang udah lama ditinggalin, yaudah di blog aja deh. Terus mikir lagi, kalo di blog dibaca banyak orang dong *mendingkaloadaygbaca haha. Naah intinya sih sebelum saya nulis ini, saya banyak mikir. Yang pada akhirnya, keputusan saya jatuh kepada “tulis aja deh di blog”.

Fungsinya apa sih buku harian/jurnal kehamilan? Pastinya catatan ini bermanfaat banget untuk ibu hamil, buku harian ini bisa berfungsi sebagai cerita pengingat atau flashback yang berkesan. Setiap kehamilan pasti memiliki cerita unik masing2 dan tentunya berkesan, jadi ga ada salahnya kan ceritanya ditulis di blog/diary. Selain itu, buku harian kehamilan ini bisa juga dijadikan sumber informasi tentang kehamilan itu sendiri, atau tempat curhat aja gtw, ya ga masalah…. Dengan adanya buku harian, biasanya seorang ibu akan lebih aware dengan isu-isu yang muncul dalam dirinya. Begitupun dengan yang saya rasakan, bahwa proses kehamilan ini adalah proses introfeksi diri saya yang paling bener2 serius. Kenapa serius? karena saya sudah tidak memikirkan diri sendiri lagi, ada makhluk kecil tanpa dosa di rahim saya. Itu, memacu saya untuk menjadi pribadi yang lebih positive dan lebih baik lagi *insyaAllah.

Kembali ke cerita saya yaa….

Saat saya mengumumkan bahwa saya hamil, banyak sekali yang memberi selamat dan doa. Sungguh, doa itu sangat berarti buat saya dan debay.  banyak yang doain buat kesehatan kita berdua, duuuh de… seneng bgt mamah :). Alhamdulillah… bersyukur dikelilingi orang2 yang baik dan care.

Selain ucapan selamat dan doa, banyak pula yang bertanya tentang program kehamilan yang kami lakukan. Karena, hampir semua teman tau kalo kami cukup lama menanti buah hati. Akan tetapi kalo difikir2 kembali, penantian kami bukanlah apa2 jika dibandingkan dengan teman2 kami yang lain yang menunggu lebih lama dari kami. Buat teman2 yang masih menunggu, harus tetap semangat berdoa dan berikhtiar. Ini salah satu quote dan surat dalam Al-Qur’an yang saya jadikan penyemangat dalam menanti buah hati:

God has perfect timing, never early, never late. It takes a little patience and it takes a lot of faith, but it’s worth the wait. #Morulaquotes

https://alquranmulia.files.wordpress.com/2013/06/tulisan-arab-alquran-surat-asy-syuura-ayat-49-50.jpg

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy Syura: 49-50)

Kata-kata dan ayat ini ampuh banget buat saya, karena selalu mengingatkan saya untuk selulu khusnudzon sama Allah. Ketika liat test pack cuman 1 garis, walaupun keseringan nangis ya, tapi ujung2nya selalu percaya kalo itu belum waktunya dan Allah belum menghendaki. Jadi abis nangis, yaudah.. life must go on, ga usah baper dan ga usah drama, ga usah update2 status sedih di sosmed. Besok masih bisa berusaha lagi kan??

Intinya yang ngasih rejeki anak itu Allah, bukan kita yang menentukan pengen anak, terus harus jadi bulan ini juga. Yaa… ujung2nya pasti kecewa kan kalo hasilnya tak sesuai harapan. Allah pasti tau waktu terbaik untuk kita, ga pernah kecepetan, ga pernah telat, selalu tepat waktu. Sabar aja, sambil usaha dan berdoa. Terus kalo ada yang nyinyir, senyumin aja… ga usah dibales… karena kalo dibales, kita juga yang rugi. Kefikiran, dengki. sebel, marah, kesel, nethink, itu yang akan menimbulkan penyakit hati. Taah eta taah… salah satu penghalang rejeki seorang anak. Enjoy aja ya buibuuuu *ciumatu2 . Ketika saya belum hamil juga banyak kok nyinyiran2 pedes kayak cabe setan… tapi cuekin aja… pura2 aja ga kenal *bomat.

Ehh terus ada yang nanya lagi ke saya, “iya situ kan cuman nunggu 2.5 tahun, gimana coba yang 5/6/11 tahun? masih bisa sabar ngadepin nyinyiran?” Tenang buibu…. orang nyinyir itu selalu ada setiap waktu. Bahkan sampai saya hamil sekarang 5 bulan, ada aja yang nyinyir “kok perutnya kecil? kok bbnya sgtw2 aja?” Terus… respon saya gimana? Saya kasih senyum. Udaaah…… ga usah dilanjut lagi obrolannya. Kalo difikirin kasian debay, mamah sedih pasti debay sedih… karena ibu hamil harus selalu happy. Jadi, upayakan diri kita ya untuk menjadi seorang yang positive thinking. Lelah pasti ada menghadapi orang2 kayak gtw, itu manusiawi kok…. tapi jangan kelamaan ga baik buat kehidupan dan kesehatan kita.

Back to my ikhtiar…..

Sejujurnya saya belum pernah promil, tetapi saya baru akan melakukan promil. Selama 2.5 tahun pernikahan promil kami biasa aja, ga pernah dateng ke dokter. Karena saat itu, kami yakin kami sehat2 aja. Kami hanya memakan makanan yang katanya bisa memberikan khasiat kesuburan. Apa aja yang dimakan? banyaaak….. dari makanan yang mengandung asam folat, susu, kurma, jus, sayur2an, semuanya dicoba tapi belum ada hasilnya. Terus berenti promil? ya enggak… coba lagi dong hehe.

Pada awal 2017, saya dan suami sempat galau… ternyata saya belum hamil juga padahal sudah 2 tahun menikah. Walau galau kami masih santai. Terus galau juga mau ke dokter atau ke tukang urut. Loh kok ke tukang urut? alasannya ke tukang urut, karena salah satu teman kami ada yang dateng ke tukang urut di Jakarta. Setelah diurut ternyata hamil. Siapa coba yang ga kegoda pengen nyoba kan?? Tapi ujung2nya saya dan suami memutuskan untuk ke dokter kandungan daripada ke tukang urut.

Saya banyak browsing tentang dokter kandungan yang banyak di rekomendasikan orang2 bahkan selebgram. Kok rata2 cowok ya dokternya dan saat itu saya ga mau sama dokter cowok. Akhirnya, saya browing tentang obgyn wanita di Bekasi. Lalu, ketemu salah satu blog yang menceritakan proses hamilnya dengan dokter perempuan ini dan katanya bagus, prakteknya di RS.Mitra Keluarga Timur, namanya dr. Kusmaryati, SpOg. Waah ini yang saya cari, tapi rumah sakit ini cukup jauh dari rumah saya. Sempat galau mau ke sana, ditambah lagi ulasan tentang beliau di internet sangat sedikit, jadi masih belum begtw yakin. Langsung saya cek web rumah sakit tersebut, ketika lihat fotonya suamiku langsung komen “kalo diliat dari wajah, dia baik dan lembut yank. Yaudah sama dia aja”. Saat itu juga saya setuju, OK!

 Juni……..

Pertama kalinya saya datang ke dr. Kusmaryati, deg2an banget rasanya. Sampai rumah sakit sekitar jam 09.30 dan saat itu saya dapet antrian nomer 50. Whaaaats?? lama bgt… yang antri banyak bgt, tentunya pasien beliaulah yang paling banyak dibandingin dokter lain. Dalam hati sempat bergumam, insyaAllah ga salah pilih dokter. Antri dari jam 09.30, jam 14.00 siang baru dipanggil. Saat masuk ruangan dan ditanya tujuan kami, langsung saya cerita blablabla. Ternyata dokternya ramah dan lembuuuuut sekali, seperti putri keraton solo. Cara menjelaskannya juga enak, tetapi kitanya harus aktif bertanya agar beliau ngomong panjang lebar hihihi. Ternyata, beliau salah satu obgyn senior di rumah sakit ini. Saya langsung disuruh USG transvaginal. Kageet! sama tindakan USG ini, karena yang saya tau USG dari atas perut aja hehe.  terus langsung kebayang “Ini kalo dokternya cowok gimana ya??, bisa2 aku kabur”. Buat yang belum tau seperti apa USG transvaginal, silahkan cek google aja ya.  Ga sakit kok, asalkan jangan tegang, rileeeex….. Hasilnya, alhamdulillah semuanya normal ga ada masalah apapun di rahim ataupun indung telurnya.

Setelah itu kami diberi vitamtin, sebanyak 60 kapsul. 30 kapsul untuk saya dan 30 kapsul untuk suami, dikonsumsi setiap hari satu butir selama sebulan. Nama vitaminnya ga akan saya sebutkan, karena harus melalui resep dokter. Selain itu, kami juga disarankan untuk melakukan serangkaian tes yaitu tes HSG dan tes sperma. Daaan, dianjurkan untuk **** 2 hari sekali. Saat itu mau puasa Ramadhan, jadi kami berniat melakukan tes tersebut setelah lebaran saja.

Juli…..

Di bulan ini kami berdua minum kapsul secara rutin, merubah pola makan dan juga olahraga. Ternyata saya masih kedatangan tamu bulanan. Gpp… minum kapsulnya masih dilanjutkan.

25 Agustus 2017

Badan saya semakin kurus dan tidak nafsu makan, BB saya turun 5kg. Saya sudah telat datang bulan kurang lebih 2 minggu. Tapi ga ada tanda2 mual, lemes, pusing dll, hanya saja tidak nafsu makan. Sampai2 teman saya berkomentar bahwa saya terlihat lebih kurus. Akhirnya kami penasaran juga untuk test pack, alhamdulillah… hasilnya 2 garis. MasyaAllah… senang sekali….

Untuk memastikan lagi, pada tanggal 28 Agustus 2017 kami berdua mengeceknya kembali ke dr. Kusmaryati, Alhamdulillah…. pertama kali USG debay sudah 6 minggu.

Saat ini, debay sudah berusia 5 bulan dan dia semakin aktif. Doakan aku dan mamah ya onty oncle agar sehat selalu.

https://dedaunan.com/wp-content/uploads/2015/03/fetus-20w-min.jpg

20 weeks Credit: Google