Coretan Mahasiswa: Revisi!

Siaaaang semua…

Udah pada makan siang belum ya? kalo aku belum nih, tapi lagi kepengen nulis blog. makan? nulis? makan? nulis? galau kan jadinya… nulis dulu deh…

Alhamdulillah wa syukurilah, revisian tesis saya untuk sidang WIP 1 sudah di ACC semua oleh 2 dosen penguji. Rasanya tuuuh, bahagia ya Allah, heeem mirip-mirip perasaan pas ketemu pujaan hati, terus senyum-senyum sendiri.

Perjuangan revisi ke-2  ini cukup berat bagiku, hampir sebulan baru beres. Sebagai mahasiswa emang harus banyak-banyak bersabar. Dari ngehubungin dosen, sms ga dibales, telfon ga diangkat, akhirnya nongkrong seharian depan kantornya. Dari yang satu minta begini, yang satu minta begitu, duuuuh rasanya ingin sekali menyatukan pemikiran dan hati mereka biar aku ga pusing. Dari yang minta nambah sample, variable, ampe ngurangin variable, You know??? stresss akuuuu… pusing… pening…

Tapi bagaimanapun, aku sadar sekali tak ada kesenangan tanpa kesakitan. Aku sadar aku harus melewati semua ini dengan penuh kesabaran dan keiklasan yang tak terbatas. Bagi teman – teman yang sama seperti aku, sedang berjuang dalam mendapatkan pendidikan yang lebih baik, jangan menyerah yaaa. Karena tak ada usaha yang sia-sia, pasti berbuah manis.

Dalam satu bulan ini aku menjumpai dosen penguji hampir 6 kali dan di ACC dipertemuan ke-6, entah apa aku yang ga nangkep penjelasaan dosen atau dosen yang selalu galau setiap ketemu aku hahaha entahlah yang pasti dosen pengujinya aja bosen ketemu aku terus, laah bapak apalagi saya ketemu bapak *eeeh. Tapi aku bersyukur di kelilingi orang -orang yang selalu memberi semangat kepada aku, agar aku tak berhenti atau menyerah.

Revisi sidang work in progress 1 aku sudah beres, tinggal mempersiapkan ke sidang WIP2 dan promosi tesis. Doakan aku teman, biar semuanya lancar dan bisa wisuda bulan februari 2016. Amiiiin

This is what I wore to campus today.

plain long skirt and knit shirt for campus look

Makasih loh udah ngebaca curhatan random aku..

Love, love, love,

Egiyantina

Selamat Hari Guru

Selamat sore…

Hari ini tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru nasional. Maka dari itu, aku ucapkan selamat hari guru untuk semua guru-guru di Indonesia. Khususnya untuk guru-guruku di SDN Layung Sari, Pondok Pesantren Daar El-Qolam, UIN Jakarta dan guru-guru kehidupan yang aku temui.  Bagiku, guru adalah orang tuaku di sekolah dan di luar sekolah. Bagiku, pengibaratan guru sama dengan orang tua, nasihatnya harus didengar dan perintahnya harus dilakukan. Rasa hormatku-pun sama seperti rasa hormatku kepada orang tuaku, karena merekalah salah satu orang yang berjasa menjadikan aku seseorang saat ini. Walaupun., aku belum jadi orang sukses, tapi berkat merekalah aku mampu berdiri di kakiku sendiri saat ini.

Dari kecil, aku tidak pernah bermimpi sekalipun untuk menjadi seorang guru, karena memang itu bukan cita-citaku. Tapi takdir berkata lain, pada kenyataannya aku adalah seorang guru saat ini. Lebih tepatnya guru yang mencutikan diri dari mengajar (fokus kuliah). Kalo aku masih mengajar saat ini, pasti seru sekali di sekolah. Biasanya murid-murid akan sedikit memberi kejutan untuk guru-guru mereka, itulah yang aku rasakan dulu ketika masih mengajar. Tapi sekarang, aku hanya bisa melihat kebahagian teman-teman merayakan hari guru bersama murid dan rekan-rekan mereka. Sedih juga sih….! Kembali ke profesi guru, anggota keluargaku banyak yang menjadi guru. Bahkan beberapa dari mereka mendirikan yayasan pendidikan sendiri. Mungkin itu salah satu yang mempengaruhi aku menjadi guru. Pada dasarnya, aku suka mengajar. Aku sudah mengajar semenjak kelas 3 SMA. Ketika mengajar aku mendapatkan kepuasan batin yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, apalagi kalo melihat perkembangan positif murid, rasanyatuh bahagiaaaaaa. Dari situlah, aku fikir menjadi guru adalah hal yang menyenangkan. Entahlah tiba-tiba saya memilih fak keguruan and this is me! I am a teacher.

Menjadi guru bukan hal yang mudah, karena guru tidak hanya mentransfer ilmu. Banyak aspek-aspek kehidupan yang harus guru ajarkan kepada siswa. Guru harus memberikan contoh yang baik kepada murid dari segi prilaku, perkataan, prestasi, bahkan imspirasi. Itu bukan hal yang mudah, karena dilapangan banyak yang ditemukan guru hanya mengajar saja tetapi tidak mendidik. Salah-salah didikan atau ajaran, salah pula guru membentuk murid. Naudzubillahimindzalik,,,,, berat banget ya jadi guru. Iya berat, itulah yang aku rasakan ketika terjun langsung ke sekolah. Beratnya beban guru tidak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka dapat. Kadang aku sedih banget dengan guru-guru honorer atau guru-guru didaerah pedalaman, untuk makan sehari-hari saja mereka sulit.

Aku punya pengalaman, menjadi guru honorer di sebuah sekolah menengah pertama negeri di dekat rumahku. Sebelum menjadi guru honorer, aku sudah mengajar di beberapa lembaga bimbel. Ketika menjadi guru honorer, saya sedikit kaget. Karena gaji yang saya dapat perbulan hanya 300.000 dipotong uang koperasi 110.000, jadi penghasilan bersih saya hanya 190.000/bulan. Kalo saya tidak mengajar di tempat lain atau berjualan, rasanya sulit sekali mencukupi kebutuhan sehari-hari saya. Ini saya masih single, bagaimana rekan-rekan yang memiliki keluarga? beban yang dipikul teramat berat. Ini tidak hanya terjadi dengan saya, kalo kamu lihat berita di TV guru honorer berdemo miminta hak kesejahteraan yaaa wajar saja. Hari gini uang 200.000 sebulan dapet beli apa??? Makanya dulu rekan sejawat saya banyak yang nyambi, macam-macam sekali pekerjaannya ada yang jadi guru ngaji, tukang ojek, buka les dll. Bagi saya yang masih bisa dibilang muda, ngajar kesana-kesini tidak masalah. Tapi bagi yang sudah berkeluarga, memiliki tanggungan yang harus dia penuhi, saya fikir beraaat sekali. Seandainya guru tidak pintar membaca peluang atau bekerja sampingan, entah mau dibawa kemana keluarganya. Mudah-mudahan pemerintah mendapatkan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini.

Sedih kalo diceritain mah, tapi itulah pelajaran kehidupan yang sangat berharga bagiku ketika menjadi seorang guru honorer. Aku menjadi guru honorer hanya 2 tahun, setelah itu aku memutuskan keluar. Aku salut banget sama guru-guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi dan tetap setia

Beda cerita dengan guru-guru yang mengajar di sekolah swasta yang bisa dibilang bonafid. Gaji mereka rata-rata bisa mencapai 3.000.000 atau 4.000.000/bulan ya kalo dibandingkan dengan guru honorer sih beda sekali. Maka dari itu, guru-gurupun harus bisa meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing dan mampu mangajar di sekolah-sekolah yang concern terhadap kesejahteraan gurunya. Tapi itu sih pilihan ya, kamu mau mengajar dimanapun ga masalah, yang penting pandai-pandai bersyukur dengan rejeki yang didapat.. Insyaallah bahagia…..

Hari ini cukup special bagi aku,pagi ini suamiku mengirim foto ini

12310666_1079384712073123_3554118711960273181_n

Foto ini diambil oleh muridku yg membawa HP diam2 ke kelas, abis itu hpnya disita 1 semeter hahahaha

Saya sangat tersentuh, aah so sweet. Thank you papabear….

Kapada para guru jangan pernah lelah mendidik kami, teruslah mengajar, teruslah engkau nyalakan lilinmu agar masa depan kami terang benderang. Semoga Allah membalas amalmu yang selalu mengalir ini, karena ilmu yang kau berikan akan selalu kami gunakan di kehidupan kami.

Wahai guruku, yakinlah rezekimu datang dara 8 penjuru mata angin. Percayalah akan ada selalu keberkahan yang kau dapat dari pekerjaanmu. Teruslah menginspirasi kami para anak didikmu yang haus akan sosok teladan.

Salam khidmat dan hormat dari Muridmu yang selalu merindukanmu.

NB: Don’t take it seriously, it’s just my random thoughts hehehe

What is BEC to me?

Hai everyone, we meet again on Friday English and the topic is What is BEC to you? Regarding to the topic, I think I need a flashback and remember how I meet BEC for the first time. Here is the story!

Once upon a time, there was a pretty girl who lost her desire to write on her blog, she was anxious, hesitate, and slumped seeing no progress on her blog. She didn’t know what to do with her blog, the only thing she knew was stop writing. Suddenly, when she enjoyed blog-walking on IHB blog, she saw a name of its member http://jnynita.com/. She clicked that blog and saw a post about BEC. It such finding water in the middle of dessert. She read the post carefully and find her spirit back. She sent an email to mba Nita, and suddenly her number was invited to WA Chat group until now.

That is a brief story how I meet BEC hehe. Now, I really enjoy the presence of BEC in my life. I feel that BEC is not only community but also new virtual friend #eaaaa because we haven’t met each other yet. Even though, I didn’t join chit chat group due to my cellphone error. Virtually, by joining chit chat group I able to  know other members deeper. Sadly, my phone doesn’t work well. I try to be active in learning group as long as I can.

Honestly, admins was very helpful by mentioning what points are about to write because I am confused what to write. Let’s get started:

  • The Effect

The most noticeable effect of BEC is an improvement of my writing spirit. As I told you before, I lost my spirit to write on blog but suddenly it is back. In advance, I used to be confused what to write because I don’t write for specific purpose such as Mba Nita said “Niche blog”, so I write my post randomly and sometimes “Ga jebo” hahaha. Pardon me!

Besides, I can improve my writing especially in English. I am mindful that my English is bad, that why I joined BEC.The mentors help me a lot to revise my post and my chat. Hopefully, I never forget what they have taught me.

Furthermore, I met many talented bloggers. They wrote the post nicely, neatly, and interesting to read. I got a lot information from  them, even I learn how to be good blogger. They wrote some tips how to blog that I didn’t know before #kudet

  • My wish

I wish BEC can be a better community which provide a place to share, to learn, to connect, to be fun for those who eager to learn English. May be someday, wen can make charity even related to BEC objective for instance : teaching English for the poor.  I hope BEC can give many benefits for others. Amin

I think, it is enough for me. I say thank you for admins who allow me to join BEC and the mentor for teaching me a lot of knowledge. I love you BEC…

Thanks for reading.

EgiyantinaNS

Etika di Transportasi Umum

Selamat sore….

Hari ini lumayan lelah untuk saya, karena abis ngebolang ke kampus-kampus untuk nyari referensi. Kebetulan ngebolang hari ini menggunakan transportasi umum (Angkot). Saya berangkat dari Ciputat ke Pasar Rebo menggunakan bis sejuta umat 510. Pasti familiar banget deh buat kamu yang tinggal didaerah Ciputat, Rempoa, dan sekitarnya. Untungnya bis ini tidak penuh jadi saya mendapatkan tempat duduk, Alhamdulillah. Biasanya ga bakalan dapat tempat duduk kalo naik dari depan kampus. Setiba di Pasar Rebo saya naik angkot untuk melanjutkan perjalanan saya. Huuuuft lumayan cape, karna macetnya luar biasa tadi pagi di tol.

Saya sebagai pengguna transportasi umum, pastinya udah biasa banget menghadapi berbagai macam karakter penumpang. Ssssst diam-diam saya mengamati #silentobserver. Jadi, hari ini saya mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan di dalam mobil angkot sepulangnya saya dari daerah perempatan Pondok Indah. Saya menaiki angkot yang berisi anak-anak muda (Laki-laki), selain saya ada pula 3 orang siswa SMA, satu orang wanita yang sedang menutupi hidungnya. Anak muda itu kurang lebih berjumlah 4 orang, mereka merokok, mereka menyalakan musik dengan keras (semacam musik2 rege dan ada juga lagunya Iwan Fals), tertawa terbahak-bahak, dan hal-hal lain yang bagi saya itu sangat tidak pantas dilakukan di transportasi umum, karna sangat mengganggu kenyamanan penumpang yang lain. Kalo mau bertindak semau “GW” yaaaa naik mobil pribadi aja laaah, ini di angkot dimana semua orang berhak naik.

Saya sempat geram karna kelakuan mereka sangat mengganggu saya dan penumpang lainnya, apalagi wanita yang duduk tepat di sebelah salah satu dari mereka yang merokok. Pusing kan kita klo di transportasi umum menghirup racun dari rokok, ditambah pula dengan macet. Mereka seakaan ga punya etika untuk menghormati orang lain, sambil memutar musik, mereka ikut menyanyikan beberapa bait lagu itu. Haduuuh bener-bener bikin saya pusing di perjalanan. Mau negur juga, nyali saya ciyut karna dulu pernah negur orang yang merokok padahal disebelahnya ada ibu yang membawa bayi, negurnya dengan cara sopan tapi malah saya yang dibentak. Ga lagi lagi deeeh….

Dengan kejadian ini saya jadi gatel pengen nulis tentang ETIKA di transportasi umum. Etika ini ada dan harus diterapkan oleh semua orang.So here we go!!

  1. Ketika kamu naik kendaraan di transportasi umum, usahakan berdandan dan berpakaian sewajarnya (khusus cewe, cowok juga sih). Karna di transportasi umum banyak sekali terjadi tindak kriminal. Pasti pada tau kan kejadian pem******* di angkot. Naudzubillah.
  2. Tahan diri untuk tidak menggunakan handphone ataupun gadget lain di kendaraan umum kecuali terdesak. Saya punya pengalaman dicopet karna sepanjang jalan saya memainkan HP saya hikshiks.
  3. Kalo kamu naik kendaraan umum bareng dengan beberapa teman mengobrolah dengan sewajarnya, jangan sampai merasa seakan-akan kendaraan ini punya kamu. Penumpang lain terganggu loooh dengan suara cekikikan2 kamu dan teman-teman. (sambil ngaca)
  4. Bagi kamu yang suka ngerokok, tahan dulu ya mas bro…ketahuilah kalian menyebarkan racun buat orang-orang yang ga ngerokok. Masa ga bisa nahan sih!
  5. Kalo mau dengerin musik ya pake headset aja, ga usah digedein seakan-akan semua orang suka lagu itu. Ini annoying banget…. seperti cerita saya diatas.
  6. Utamakn lansia, ibu hamil atau orang cacat untuk mendapatkan tempat duduk, kalo kamu duduk. Gak ada salahnya kok kamu ngasih kenyamanan kamu ke mereka, dapat pahala iya. Insyaallah. Karna sekarang, yang saya perhatikan toleransi kita udah semakin terkikis, lihat lansia berdiri di bis aja kadang kita pura-pura tidur. Yuuuk sama-sama tingkatkan toleransi kita untuk sesama.
  7. Jangan meludah di dalam kendaraan umum, haduuh!! ini ga banget deh, pernah ketemu? saya YES! bikin mual tau.
  8. Kalo kamu sedang menyusui usahakan beri susu dulu bayimu sebelumnya untuk mengantisapasi menyusui di kendaraan umum. Please, please, hari gini masih ada yang kayak gitu?? ADA! Kalo sangat terpaksa ya toh ditutup ya mbayuuuu. Malu aku..:(
  9. Kalo ada yang memberimu makanan atau minuman alangkah lebih baiknya menolak. Waspada! waspadalah!
  10. Kalo ada yang ajak ngobrol, mengobrollah sewajarnya, kalo ga mau diajak ngobrol, menolaklah dengan halus contoh: jawablah pertanyaan sesingkat mungkin. Yang ngajak ngobrol perlahan-lahan akan berhenti ngomong kok. Kalo ga berenti, Gggggeeeerrr menyebalkan ya…Sebisa kamu nge-handle nya lah ya. (Ga ngasih solusi xixixixi)

https://komikangkot.files.wordpress.com/2013/06/smoking-area-angkot-komik.jpg

Hemmmm, saya intropeksi diri dulu, mungkin waktu dulu waktu saya meng-alay sering khilaf ngelakuin point ke-3. Tapi seiring bertambahnya usia saya menyadari ternyata itu sangat mengganggu kenyamanan orang lain. Makanya saya tulis ini juga, sebenernya untuk mengingatkan diri sendiri ya guys. Yuuuuk kita bareng-bareng disiplinkan diri kita dimanapun kita berada, apalagi di area umum.

Silahklan tinggalkan jejak dibawah post ini, kalo mau nambahin juga boleh. Cukup sekian, salam dua jari #peace. Thanks for reading ya.

Egiyantina