Terjebak di Upacara Melasti

Seperti yang kita ketahui bahwa kemarin adalah hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Selain Nyepi, ada moment yang sangat langka juga terjadi di hari yang sama yaitu Gerhana Matahari Total (GMT). Sayangnya di Bekasi sih ga lewat GMTnya, tapi kate sodara2 saya ada keliatan dikiiiit banget. Karena bangun kesiangan gegara abis solat subuh bobo lagi, yaudah ke-skip aja gtw moment GMT-nya hehe.

Baiklah daripada baper ga dapet GMT mending mau nostalgia dengan pengalaman saya yang terjebak di upacara keagamaan umat Hindu yaitu upacara Melasti. Iya terjebak, memang karena kami ga sengaja berada ditengah-tengah umat Hindu di Pantai Kuta. Btw, apa sih upacara melasti? berikut saya kutip dari mas wiki:

Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu di Bali. Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut.”

Nah, dari definisi diatas udah bisa disimpulkan bahwa melasti ini adalah upacara pembersihan atau penyucian diri. Biasanya dilakukan beberapa hari sebelum hari raya nyepi. Bukan hanya diri yang dibersihkan, benda-benda sakral milik pura juga ikut dibersihkan. Intinya sih gitu yaaa…

Back to my story….

Jadi, ini kejadian setahun yang lalu tepatnya 18 Maret 2015 ketika saya dan suami honeymoon di Bali. Saat itu kami mengelilingi Bali tanpa tour guide dan menggunakan motor sewaan dari hotel. Destinasi utama kami hari itu adalah pantai yang sangat mainstream yaitu pantai Kuta. Ga mainstreem sih buat kami because this was our first visit.

Dari hotel yang berada di Nusa Dua ke Kuta kurang lebih setengah jam, dengan mengandalkan GPS alhamdulillah ga nyasar. Sesampai disana kami makan dulu di McD kuta dan mencicipi beberapa ice cream disana. Setelah itu, kamipun lanjut main-main di pantai. Pantai Kuta saat itu dihiasi oleh janur-janur yang cantik banget. Janur-janur ini didirikan di sepanjang pantai kuta.

P1080843

Pantai Kuta yang masih sepi

Ketika melihat janur, saya fikir pantai ini abis dipakai upacara. Pada waktu itu jam sudah menunjukan pukul 14.30. Ketika sedang asik memandang laut sambil menikmati Ice cream tiba-tiba ada sekelompok orang mengenakan pakaian tradisional Bali datang ke pantai dan duduk diatas terpal yang mereka jadikan tikar. Mereka membawa beberapa barang keramat dan sesajen. Makin lama ternyata makin banyak kelompok yang datang. Tanpa saya sadari, saya dan suami sudah berada ditengah-tengah umat Hindu yang akan bersembahyang. Ternyata mereka datang berkelompok berdasarkan banjar atau desa. Kamipun penasaran dan bertanya “Ada upacara apa pak?” beliaupun menjawab “Upacara melasti untuk menyambut nyepi” Ooooww… dan pantaipun sudah penuh dengan umat Hindu yang berpakaian adat Bali. Kamipun pindah posisi bergabung dengan turis-turis lainnya dibagian pinggir.

P1080850

Selain orang dewasa ada pula anak-anak kecil yang diikutsertakan. Beberapa dari mereka  berdandan layaknya penari Bali dan pastinya mereka akan menari. Mereka terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Diantara mereka ada yang terlihat lapar dan haus, karena saat itu cuaca panas sekali. Para ibu-pun sibuk mengurus putrinya yang akan menari, ada yang membetulkan make up dan ada yang menyuapi mereka makan. Aaaah mereka menggemaskan, pengen deh pake nyoba pake baju kayak mereka xixixi.

20150318_163154

P1080884

Kasian pada kepanasan

P1080887

Manari diiringi musik Bali yang begitu khas

Anak perempuan bertugas sebagai penari dan anak laki-laki bertugas memainkan alat musik. Hampir seluruh pemain alat musik disini anak-anak atau remaja, hanya ada satu/dua orang dewasa.

P1080869

 

20150318_160714

Kami para wisatawan boleh menyaksikan upacara ini asal tertib. Beberapa wisatawan asing sangat antusias memotret, sehingga beberapa orang tetap berdiri ketika diminta untuk duduk. Beberapa kali diingatkan oleh para Pecalang, tapi tak didengar. Pada akhirnya, seorang pecalang menegur mereka dengan sedikit berteriak “If you don’t sit, Please go home!” Saya dan suami sempat kaget booo, lagian nih bule-bule rese beud. Akhirnya bule-bule itupun nurut dan duduk dengan tertib. Salut euy buat pecalng-pacalangnya, bule aja ampe takut.

20150318_175810

20150318_175418

I love his hair xixi

P1080864

Nyantai dulu aaah sebelum dimulai

Upacarapun dimulai, kami yang menonton melihat betapa umat Hindu yang hadir khidmat sekali mengikuti serangkaian ibadah di upacara melasti. Beberapa pemimpin agama memimpin upacara dengan membacakan kidung atau syair dalam bahasa Bali yang tidak kami mengerti. Saya sempat mengantuk karena kidung yang terdengar mendayu-dayu hehehe. But, it was unforgetable experience that I ever had. Saya merasa sangat beruntung bisa menyaksikan langsung salah satu upacara keagamaan umat Hindu disini. Ya seumur-umur baru kali ini liat begini.  Dibawah ini beberapa foto yang saya ambil, enjoy!!

20150318_172210

20150318_181558

barang-barang kramat dibawa ke laut untuk disucikan

 

 

P1080895

 

P1080898.JPG

20150318_181903

 

20150318_155859

20150318_160025

Begitulah cerita pengalaman saya yang tidak sengaja menyaksikan salah satu upacara umat Hindu di Bali. Kalo kamu pernah punya pengalaman menyaksikan upacara adat di Bali atau daerah lain??

Advertisement

Cooking Diary: Bubur sehat dan lezat untuk penderita tipes

Bubur ini saya masak untuk suami yang sedang sakit tipes. Penyakit tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh virus salmonela. Virus ini biasanya datang dari tempat kotor disekeliling kita. Virus ini biasanya terbawa oleh makanan yang kurang higienis yang masuk ke dalam tubuh kita. Virus ini menyerang pencernaan, sehingga penderita tipes akan mengalami rasa sakit di sekitar perut, lebih tepatnya usus. Karena menyerang sistem pencernaan, penderita tipes wajib mengkonsumsi makanan yang lunak dan lembut. Kalo dimari ya apalagi yang lunak dan lembut selain bubur, kalo bosen sama bubur bisa diganti dengan kentang, nasi tim, roti, ubi dan sumber karbohidrat yang lainnya.

Kali ini saya mau bagi-bagi resep bubur sehat dan lezat untuk penderita tipes. biasanya kan bubur gitu2 aja, disini aku variasikan dengan menggunakan beberapa sumber protein hewani seperti ayam dan telur. Sayuran yang digunakanpun sayuran yang berserat rendah seperti labu siam dan wortel. Simak yuuk!

Bahan :

  1. Setengah gelas kecil beras (bisa disesuaikan)
  2. Ayam, ambil bagian dadanya saja
  3. 1 butir telur
  4. 1 buah wortel
  5. 1 buah labu siam
  6. I buah tahu
  7. Daun bawang
  8. Garam sedikit (ditakar sendiri aja ya hehe)
  9. Penyedap rasa sedikit. (ditakar sendiri aja ya hehe)

Cara memasak:

  1. Rebuslah beras hingga menjadi bubur
  2. Rebuslah dada ayam, simpan air kaldu ayamnya
  3. Kukuslah wortel dan labu siam
  4. Potonglah dada ayam menjadi dadu
  5. Potonglah wortel dan labu siam menjadi dadu (sesuai selera)
  6. Potonglah tahu menjadi dadu
  7. Setelah nasi hampir jadi bubur dan mengering masukan kaldu ayam
  8. Masukan potongan dada ayam, wortel, labu siam dan tahu ke dalam bubur
  9. Masukan garam dan penyedap rasa secukupnya
  10. Masak sampai air kaldu ayam meresap habis
  11. Bubur siap disajikan

Kalo kata orang sehat bubur ini enak, kalo kata suami yang sakit biasa aja huaaaah katanya “rasanya kayak bubur” yaiyalaaah tapi ayamnya enak. Saya rebus ayam bersama bawang merah, bawang putih dan jahe. Aromanya heeeemmmm sedaaap.

Cooking Diary: Tumis Oncom Kemangi

Duuh deg degan saya, pertama kalinya posting tentang masak-memasak. Maklum masih newbie, apalagi terjun ke dapur itu bener-bener dimulai setelah menikah hahaha. Sekarang gaya banget nih saya mau bagi2 resep hahaha halaaaah chef chef amatir. Jadi ceritanya, adikku yang dirawat di RS ga mau makan makanan yang disediakan RS. Yaa tau sendiri lah ya makanan RS kayak gimana, untungnya si adik boleh makan apa aja. Alhasil, saya dong yang rempong-rempong seru masak buat dia di rumah. Pagi ini dia minta oseng oncom pake kemangi, ini bocah ngapa coba tiba-tiba pengen oncom. Padahal oncom lebih enak lagi kalo ditumis pake leunca, tapi sayang dia ga suka jadilah pake kemangi doang. Weew jujur nih pertama kali masak makanan ini. Yasutrah saya jadikan experiment aja mudah-mudahan enak. Ini ga pake googling, pake instinct chef aja hahaha. Mudah banget masaknya, yuuk disimak!

Bahan-bahan :

  1. 1 potong oncom
  2. Kemangi satu ikat
  3. 3 siung bawang merah
  4. 1 siung bawang putih
  5. 3 buah cabe
  6. Penyedap rasa

P1090626

Cara memasak:

  1. Hancurkan oncom terlebih dahulu seperti gambar diatas
  2. Cuci dan petik daun kemangi dari tangkainya
  3. Iris cabai, bawang merah dan bawang putih
  4. Panaskan minyak goreng
  5. Masukan irisan cabai, bawang merah dan bawang putih
  6. Tunggu sampai wangi lalu masukan oncom ke penggorengan
  7. Masukan penyedap rasa
  8. Oseng hingga sedikit coklat warnanya
  9. Lalu masukan daun kemangi, oseng hingga layu
  10. Tumis oncom kemangi siap disajikan
P1090633

Menggugah selera ga sih?

Ihiiiiy mudah banget kaaan bikinnya?? terus terus gimana rasanya? kata adik dan bapakku ini enyaaaaak hihihi. Duuh bahagia itu sederhana ya sesederhana kesan mereka terhadap masakan saya. Aaaah jadi semangat nih buat nyoba menu lain.

Ini cerita seru saya di dapur hari ini. Kalo kamu masak apa hari ini??

Ketika semuanya sakit

This is my curcol time…..

Akhir-akhir ini aku ngerasa exhausted! Capeknya ga ketulungan deh pokoknya…. what I want now is relaxing, massage, dkk duuh nikmat bener. Sebelumnya aku sempet cerita kalo mamahku kena DBD 2 minggu yang lalu, kamu bisa baca di post sebelumnya. Berhubung jumlah keluarga inti kami sedikit (aku, suami, 1 adik, mamah dan bapak), jadilah aku yang paling tua yang paling diandalkan. Semuanya aku yang handle, dari yang dirawat di rumah sakit dan anggota keluarga yang ada di rumah (masak, nyuci, ngepel, dkk). Sedangkan dua bapak-bapak ini kurang telaten huhuhuhu (ciumin satu-satu) kalo bantu-bantu urusan rumah.

Ngurusin orang sakit emang ga bisa setengah-setengah, kalo yang ngurusnya telaten si sakit juga cepet sembuhnya loh. Untungnya mamahku kalo sakit pengenya cepet sembuh, jadi semangat banget deh buat minum obat dari dokter ataupun yang herbal. Aku juga jadi happy dan semangat ngurusinnya. Alhamdulillah setelah 4 hari dirawat di rumah sakit mamah boleh keluar dan trombositnya sudah normal. Ternyata eeeh ternyata keluar dari RS itu bukannya sudah sembuh 100% ya, tapi harus berobat jalan. Walaupun trombosit sudah naik, ternyata tekanan darah mamah rendah dan badannya lemas sekali. Setelah sehari mamah pulang ke rumah, tiba-tiba si adik demam tinggi. Demamnya tinggi sekali, aku ampe ga berani megang saking panasnya suhu tubuh si adik. Langsung dibawa ke dokter oleh bapak, setelah diperiksa dokter bilang adikku cuman kecapean, perlu bedrest. Memang sih ketika mamah sakit dia yang bantuin aku beres-beres rumah, mungkin karena itu. Tapi ga taunya 3 hari berlalu demam ga turun-turun, makin khawatir dong kita-kita. Kasian banget liatnya, kepala, leher dan perut panas tapi yang lainnya dingin banget. Badannya bener-bener lemes, mau ke kamar mandipun ga sanggup. Akhirnya aku putuskan untuk ngecek darah adik, ternyata hasil laboratorium menunjukan trombositnya drop. Daaaaan adikku positif DBD. What??? DBD??? lagi???

Sebelum adikku cek darah, suamiku ikutan juga demam tinggi. Owalaaaah aku dah mulai stres…. pengen nangis. Pasalnya saat itu aku lagi capek banget. Dikala mamah masih penyembuhan kedua orang kesayangan aku juga sakit. Aku anter suami ke dokter, dokter bilang kalo itu tipes. Weeew ada 3 pasien di rumah, kamar pertama suami dengan tipes, kamar kedua adik dengan DBD (sebelum dirawat di RS) dan kamar ketiga mamah yang masih lemas. Keadaan ini makin membuat aku stress mengingat deadline sidang promosi tesis. Target aku minggu depan aku harus udah dapet jadwal sidang promosi, agar akhir maret kuliahku selesai. Tetapi rencana tinggallah rencana, aku dan keluarga dikasih cobaan ini yang membuat aku tidak bisa bergerak kemana-mana. Pada akhirnya aku harus menunda dulu sidang promosi aku, karena masih ada revisi sidang ke-4 yang belum selesai. Heemm baru kali ini deh ngerasain yang namanya menyampingkan ego sendiri dan kepentingan pribadi demi keluarga, padahal dulu aku egois hihihi. Tapi sekarang, semakin bertambahnya usia aku harus bisa memilih prioritasku saat ini yaitu kesembuhan suamiku, mamahku dan juga adikku.

Pada saat riweh begini, mamahku tetep kekeuh pengen buka kursus jahitnya. Beliau ga mau meliburkan muridnya karena merasa ga enak sudah diliburkan selama seminggu kemaren. Aku sih pengennya mamah tuh meliburkan kursusnya untuk sementara, tapi ternyata beliau ga mau, yasutrah laaah. Tapi aku jadi kasian kan sama mamah kecapean dan aku takut kalo beliau malah sakit lagi. Jadinya mamah masih dalam pemulihan tetep ngajar dan aku ngerawat adik dan suami yang sakit. Bapak sibuk dengan tokonya, walau terkadang perhatiannya juga sangat besar kepada menantu dan anaknya tapi tetep aja dalam hal ini kadang laki-laki ga bisa diandelin (tidak semua laki-laki ya).

Alhamdulillah-nya, Allah memberikan aku kekuatan dan kesehatan yang sangat luar biasa aku rasakan saat ini. Walaupun, jujur capek… tapi aku bersyukur aku masih sehat dan bisa menjaga semua keluargaku yang sakit. Berkali-kali di BBMin temen buat jaga kesehatan karena dia tau kondisi aku sekarang, thanks teh Eni-ku…. Mungkin Allah ingin menguji aku, menguji kesabaranku dan baktiku kepada suami juga orang tua.

Saat ini, sudah 3 hari adiku di rumah sakit dan suami sudah 4 hari sakit tipes. Mohon doanya ya teman-teman semuanya untuk kesembuhan suamiku, mamahku dan adikku. Aku juga berharap agar kalian senantiasa sehat walafiat selalu…..

Kamu pernah ga ngalamin kaya aku? share dong!

Tifoid Fever (Tipes) vs Dengue Hemorrhagic Fever (DBD)

Dua minggu yang lalu, sebelum imlek aku dan suami berniat menginap di rumah mamahku selama seminggu. Entah apa yang membawa kami ingin menetap begitu lama. Pokoknya kami, terutama aku ingin menginap di rumah mamahku selama satu minggu. Keinginan inipun aku utarakan kepada mamah, beliau dengan senang hati menyambut kami. Kami sadar kalo mamah dan bapak kesepian sekali di rumah karena semua anak-anaknya, yang berjumlah 2 orang ini, tinggal merantau di kota orang.
Ketika datang ke rumah kondisi mamah masih sangat sehat, beliau sibuk sekali dengan kegiatan majlis taklim di lingkungan rumah kami. Jadi kami happy-happy aja karena kedua orang tua kami sehat walafiat saat itu.

Setelah dua hari menetap di rumah, mamahku tiba-tiba mengeluh kalo kepalanya sangat sakit dan badanyapun tiba-tiba panas sekali. Suhu badannya saat itu hampir  40 derajat celcius, selain itu perutnya sakit, kata mamah sakitnya saperti ususnya sedang dililit-lilit. Aku ga tega banget lihat mamah kesakitan, akhirnya aku membawanya ke klinik dekat rumah. Setelah diperiksa oleh dokter, hasilnya menunjukan kalo mamah terkena gejala tipes atau dalam istilah medisnya Tifoid Fever. Mamah wajib istirahat total dari kegiatan sehari-harinya dan harus memakan makanan yang lunak. Selama 4 hari mamah mengkonsumsi bubur yang aku masak, beliau tetap makan dengan lahap walaupun bubur yang aku masak ga karuan rasanya hehehe.

Tipes ini salah satu penyakit dimana gejala awalnya terlihat sangat ringan dan biasa saja. Padahal kalo sudah parah penyakit ini bisa sangat berbahaya guys bisa menyebabkan pendarahan di usus, merusak jantung dan prankreas dan masih banyak lainnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bernama Salmonella Typhosa. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Virus ini akan cepat sekali berkembang didalam tubuh dan mengkontaminasi saluran pencernaan kita, makananya penderita tipes sering merasakan sakit di bagian perut. Berikut adalah gejala-gejala awal penyakit tipes:

1. Demam tinggi biasanya sekitar 30-40 derajat celcius
2. Sakit perut dan sakit kepala
3. Lidah berwarna putih
4. Mual dan muntah
5. Hilangnya nafsu makan
6. Badan terasa lemah dan lesu
7. Diare

Ketika aku membawa mamah ke dokter, dokter memberikannya anti biotik, obat penghilang mual dan beberapa obat lagi yang aku lupa namanya apa. Setelah kurang lebih 4 hari mengkonsumsi obat dokter, keadaan mamah mulai membaik. Mamah sudah tidak sakit kepala dan perutnya pun sudah tidak sakit, akan tetapi rasa mual masih tetap ada.  Saat itu aku berfikir bahwa sebentar lagi mamah pasti sembuh. Mamahpun demikian, makan banyak dan minum obatnya semangat sekali karena ingin sembuh.

Pada hari ke-5 mamah sakit, ternyata badan mamah dipenuhi oleh bintik-bintik merah. Duuuh aku kaget bukan main, takutnya mamah kena demam berdarah dengue (DBD). Akan tetapi bapak berusaha menenangkan, bahwa bercak merah setelah menderita penyakit tipes itu adalah hal yang biasa. Tapi kok aku ga yakin ya, akhirnya aku bawa lagi mamah ke klinik. Di klinik, dokter menyarankan utuk cek darah. Dokterpun bilang ini sudah ada gejala DBD. Padahal mamah tidak merasakan gejala-gejala yang biasanya ada di awal DBD muncul karena kondisi badannya mulai membaik. Padahal eh padahal nih ya DBD itu kan gajalanya kayak pelana kuda justru ketika badan merasa enakan atau demam turun itulah masa-masa kritisnya. Setelah mendengar penjelasaan ini, aku menarik kesimpulan sebenarnya dari awal mamah sudah DBD, tapi karena kekebalan tubuhnya yang kuat gejala-gejala yang ditimbulkan oleh DBD pun sangat mirip dengan tipes. Saat itu aku belum tau perbedaan-perbedaan antara dua penyakit ini. Berikut adalah gejala-gejala awal DBD:

1. Demam tinggi mendadak sekitar 2-7 hari, suhu badan biasanya 38-40 derajat celcius
2. Timbul bintik-bintik merah dan kalo diregangkan kulinya bintik merahnya ga ilang
3. Mimisan
4. Muntah darah atau BAB darah
5. Menggigil kedinginan tapi berkeringat diujung tangan dan kaki

Mamah merasakan demam tinggi hanya 2 hari diawal sakit, bintik-bintik merahpun muncul di hari ke-5. Setelah hasil laboratorium keluar, dokterpun menyatakan kalo mamah memang positive terjangkit DBD. Hasil laboratorium menunjukan kalo trombosit mamah hanya 42 ribu, sedangkan normalnya trombosit adalah 150 ribu – 450 ribu. Dokter di klinikpun memberikan rujukan untuk dirawat di rumah sakit. Akhirnya kami memilih RS. Karya Medika Bantargebang. Saat masuk UGD dan diperiksa dokter aku sempat dimarahi, enggak dimarahi sebenernya, geretak sambel gtw dari dokter. Dokter bilang “Kok baru dibawa sekarang ini sudah rendah sekali trombositnya, dirawat di ICU ya”. Seketika itu mamah bilang “NO! ruang biasa aja dok”. Namanya ruang ICU mahalnya kebangetan kan, selagi bisa ditangani dengan baik di ruang perawatan biasa kenapa enggak. Akhirnya mamahpun dirawat di kelas 2.

Aku mau share sedikit ilmu yang aku dapat dari pengalaman kemarin, caranya membedakan gejala tipes dan DBD. Karena aku bukan dokter, info inipun aku dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi, tanya dokter dan baca beberapa sumber yang aku baca tentang penyakit ini. Kalo ada yang salah mohon dikoreksi, berikut adalah perbedaan tipes dan DBD:

Demam Berdarah Dengue (DBD)
1.   Demam tinggi biasanya >38 derajat celcius.
2.  Siklus demam pelana kuda. Hari ke 1 – 3 demam tinggi sekali biasanya di sertai sakit kepala berat, mual, muntah dan badan terasa sakit. Hari ke 4 – 5 demam akan turun drastis, disini kadang pasien merasa sudah sehat padahal ini adalah masa-masa kritis. Hari ke 6 – 7 demam akan kembali tinggi, ini adalah proses dari fase penyembuhan.
3. Munculnya bintik-bintik merah pada tubuh, diawal tidak terlihat. Untuk melihatnya bisa menggunakan Torniquet Tes. Tes ini dilakukan dengan menjepit pembuluh darah, mirip seperti ketika memeriksa tekanan darah. Biasanya setelah itu bintik-bintik merah akan muncul.

Tifoid Fever (Tifus)
1.  Demam meningkat secara bertahap pada penyakit ini, awalnya tidak terlalu tinggi tapi suhunya akan terus meningkat sampai > 38 derajat celcius.  
2.   Demam terjadi saat sore dan malam hari dan demam akan hilang di pagi dan siang hari.
3.   Terjadi masalah di saluran pencernaan, biasanya akan terasa sakit khususnya usus.

Dari penjabaran diatas bisa disimpulkan bahwa siklus demam di tifus dan DBD sangat berbeda. Saran saya untuk memastikan, alangkah lebih baik jika pasien menjalani uji laboratorium untuk mengecek jumlah trombosit.

Untuk kita yang masih sehat, alangkah lebih baiknya mencegah penyakit ini dengan membersihkan lingkungan sekitar dan memakan makanan yang sehat dan bergizi. Semoga kita semua selalu diberi nikmat sehat dan bagi kamu yang sedang sakit cepat sembuh ya.

Pesona Curug Parigi Bantargebang

Sebagai seorang yang lahir di Bantargebang, sejak kecil aku sering denger cerita air terjun yang ada disini. Tapi rata-rata cerita orang tua dulu menyeramkan, makanya aku ga pernah berani main ke situ. Karena ga pernah main ke situ, akupun lupa kalo di Bantargebang ada air terjun. Eeeh pertengahan tahun 2015 kemarin ini air terjun ini tiba-tiba jadi famous gituw. Medsos sempat heboh dengan keberadaan air terjun cantik disini. Sontak aku langsung ingat dengan cerita-cerita orang tua dulu. Tapi itu tidak menghalangi rasa penasaran aku nih guys. Dengan banyaknya foto yang beredar di medsos, apalagi yang efeknya luar biasa, curug ini dielu-elukan sebagai air terjun Niagara mini, makin penasaran dong aku. Sudah banyak orang dari luar daerah Bekasi datang hanya untuk menikmati keindahan air terjun dan berfoto-foto, laah aku yang cuman tinggal ngesot doang kesitu belon sempet  ke situ. Kan kan sebagai orang asli sini, merasa ketinggalan eksis.

Karena terlalu lama di rantau, kesempatan untuk berkunjung ke sana pun hanya sekedar angan lalu. Setiap pulang pasti ada saja agenda yang buat aku lupa untuk mengunjungi tempat ini. Alhamdulillah, pas libur imlek kemarin aku dan suami kesampean juga datang ke sini.

Jarak tempuh dari rumah cuman 10 menit, deket banget kan?? tapi butuh waktu 27 tahun untuk menginjakan kaki di tempat ini hahaha. Curug Parigi ini berlokasi di Jl. Raya Narogong Pangkalan 5 Cikiwul Bantargebang, persisnya kamu cari aja PT. Hakapole dipinggir jalan narogong. Setelah itu masuk gang di sebelah PT tersebut. Gangnya tidak terlalu besar, tapi mobil kecil muatlah masuk ke situ. Ketika masuk gang kamu akan lihat pemandangan ilalang dan tanah merah yang belum terjamah. Usut punya usut, tanah luas itu milik pabrik, yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk membangun apa aja. Kalo tanah tersebut dibangun, akses ke curug ini akan sulit guys. Mudah-mudahan saja tidak akan terjadi yaaa…

20160208_11141420160208_11131620160208_111258

Yups, yups, sampai saat ini curug parigi belum di kelola oleh pemerintah setempat. Jadi, belum ada fasilitas memadai, toiletpun tak adeeeuuu. Pipis dulu deh sebelum kesini. Hanya ada beberapa warga sekitar yang memanfaatkan ketenaran curug parigi dalam mencari rejeki.

Sesudah sampai disana, aku celingak-celinguk sambil bertanya dalam sanubari “Ini curugnya dimana???? kok ga ada?” setelah suami bertanya ternyata curugnya ada dibawah. Pantesan ga keliatan toh dia memang hidden xixixixi. Sebenernya dari tadi terdengan suara gemuruh air cuman ga tau sumbernya dimana. Untuk sampai ke curugnya kita harus menuruni anak tangga tanah merah. Tangga ini hanya dibatasi oleh kayu bambu. So, harus hati-hati banget kalo kesini. Apalagi kalo abis hujan licin banget.

20160208_11114020160208_111221
Sesampainya dibawah, aku disuguhkan dengan air terjun curug Parigi yang indah. Gak terlalu terpukau sih karena sudah liat banyak di foto dan denger cerita dari orang-orang. Tapi tempat ini lumayan cocok kalo mau foto-foto dan menikmati gemericikan air terjun. Kebetulan aku datang sekitar jam 11 duileeeh puanasnya pooooll. Aku cuman main dipinggirannya aja, ga niat buat basah-basahan juga sih disini. Airnya berwarna coklat, jadi walaupun disuruh renang aku pasti bakal nolak hehehe. Foto dibawah ini tanpa editan, real pic ya sis…..
20160208_10290720160208_10320920160208_103942
Indah ya air terjun di curug Parigi ini, duluuuuu curug ini lebih indah lagi karena airnya yang jernih dan banyak ikan. Sekarang airnya sudah terkontaminasi, jadi ga ada ikan disini. Untungnya curug parigi ini lumayan bersih dari sampah. Saya menemukan beberapa sampah dipojokan karena tidak ada tong sampah disini. Tapi alangkah lebih baiknya kalo bawa makanan kesini sampahnya dibawa pulang aja.
P1090597

DIY: Pom-Pom

Selamaaaat pagi!!

Guys, akhir-akhir ini aku lagi seneng banget sama satu aksesori berbentuk bulat, lembut dan warna-warni alias pompom. So, what is pom-pom? Pom-pom is a small woolen ball attached to a garment especially a hat, for decoration (wikipedia). Intinya pom-pom adalah bola kecil dari wol yang ditempelkan di baju khususnya topi, untuk dekorasi. Karena aku lagi suka banget sama pom-pom, akhirnya penasaran pengen bikin sendiri. Ini cara bikin pom-pom sendiri dan gampang banget.

Alat-alat:

Bahan :
1. Yarn atau benang rajut

yarn
2. Gunting

gunting
3. Garpu

garpu

Cara :
1. Kaitkan benang rajut ditengah2 bagian garpu

kaitkan
2. Gulung hingga beberapa gulungan, aq buat 70 gulungan agar pom pom terlihat padat

gulung
3. Keluarkan gulungan yarn dari garpu

lepaskan
4. Potong yarn yang lain untuk dijadikan tali yarn yang digulung

ikat
5. Ikatkan tali yarn ditengah2 yarn yang digulung dengan kuat
6. Gunting bagian sisi kiri dan kanan yarn yang sudah digulung

gunting sisi
7. Yarn yang sudah digunting akan terlihat seperti tali2 lembut menyerupai bola
8. Rapikan yarn dan bentuk menyerupai bola dengan gunting

jadi
9. Pom pom sudah jadi……
viola
Kalo mau buat pom-pom yang lebih besar kamu bisa menggulung yarn di tangan. Pom-pom ini bisa ditambahkan gantungan atau tali agar bisa digantung di tas. Selain itu pompom bisa dibuat kalung, hiasan gorden, anting dll.

headband

Pom-pom as headband

 

 

 

Taman Tabebuya Ciganjur

Last weekend, aku dan suami berkunjung ke rumah mertua di daerah Krukut, Depok. Kami menginap semalam karena ada pengajian mingguan disana. Aku dan suami memang berencana ingin “piknik” ke taman yang berada di sekitar tempat kami, karena sudah mulai bosan ke mall kecuali nonton hehe. Ngomongin taman sempet bingung juga, ke taman mana ya yang enak buat cuci mata dan me-refresh otak sambil lihat dedaunan hijau dan bunga yang berwarna-warni. Kami berniat ke taman Suropati, tapi jarak yang lumayan jauh kamipun merasa malas, yang pada akhirnya kami malah nyasar ke Kebun Margasatwa Ragunan. Cerita di Ragunannya next post ya. Ditengah perjalanan menuju Ragunan, aku melihat taman Tabebuya. Sontak aku minta berenti di taman itu, karena terlihat cantik dan indah. Ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta kan lumayan susah ditemuin, jadi aku kegirangan banget ngeliat taman mungil nan indah ini. Tapi kami ga langsung berhenti di situ, karena destinasi utama kami adalah membawa adik ipar terkecil kami ke Kebun Margasatwa Ragunan.

Sepulangnya dari Ragunan, kamipun berkesempatan mampir di taman Tabebuya ini. Taman ini terletak di Jl.Moh Kahfi I, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sore itu, hujan sempat turun tapi ga terlalu lebat, jadi cuaca dan udara sore itu sejuk sekali. Pengunjung sore itu tidak terlalu ramai, jadi kita sangat leluasa menikmati taman ini. Taman ini lumayan luas guys dan menyegarkan mata karna dibalut oleh rumput hijau yang tersiram air hujan sedikit aaah sejuk…..

Didepan pintu gerbang berjejer beberapa tukang dagang kaki lima, kamu bisa jajan disitu dan menikmatinya di area taman. Setelah itu kami masuk ke parking area, ukurannya tidak terlalu besar makanya ga akan bisa menampung kendaraan dengan kuantiti yang banyak. Untungnya sore itu kami naik motor. Biaya parkirnya sebesar Rp. 2.000. Disebelah parkiran terdapat toilet umum yang disediakan untuk pengunjung

Di taman ini disediakan jogging track untuk pengunjung yang ingin jogging atau sekedar berjalan mengelilingi taman ini. Dibagian depan taman ada tulisan besar bertuliskan Taman Tabebuya berwarna merah. Tulisan ini dikelilingi kolam buatan yang berukuran sedang, kolam ini dipenuhi bunga teratai dan ikan. Disini kamu bisa ngasih makan ikan looooh….. ikannya lumayan banyak. Untuk anak-anak pasti sangat menyenangkan kegiatan ini.

hd

Sepanjang jogging track ini tersedia tong sampah yang berbentuk buah apel, lumayan banyak tong sampahnya, itu tandanya para pengunjung diwajibkan menjaga kebersihan di taman ini. Adapula patung-patung penguin yang menghisi pinggir kolam.

f

Di tengah taman ada playground untuk anak-anak. Disini tersedia beberapa fasilitas bermain seperti swing, slide, permainan berputar (duuh, aku ga tau namanya apa nih hehe) intinya sih yang dinaikin bocah terus diputerin. Sore itu, ada beberapa anak pula yang sedang bermain di area ini. Adik iparku excited sekali bermain perosotan dan membaur bersama anak-anak lainnya. Aku dan suami mengawasi dari jauh, duduk di tempat duduk yang disediakan didepan playground. Tempat duduknya pun cukup nyaman dihiasi dengan juntaian dedaunan, tapi sayangnya kalo hujan ga bisa dijadikan tempat berteduh.

 

q

y

u

t

Untuk para orang tua yang memiliki anak kecil, taman ini cocok banget loh untuk si kecil bermain sekaligus belajar. Kemarin sempat ketemu beberapa pengunjung yang membawa pet mereka kesini diantaranya ada yang membawa iguana dan musang, tapi saya lupa memfotonya.

Dibagian belakang ada lapangan hijau yang luas, beberapa orang menggunakannya untuk mengobrol sambil bercengkrama diatas rumput atau bermain bola. Selain itu ada pula gazebo yang disediakan bagi pengunjung

erftbgbh

Ditaman ini ada beberapa peraturan yang wajib pengunjung laksanakan, detailnya aku rada lupa karena ga difoto hehehe. Pokoknya kalo pergi kemana-mana, jangan lupa foto ya. Nanti pikun kayak aku hahaha. Yang intinya adalah:

  1. Pengunjung harus menjaga kebersihan di taman ini.
  2. Pengunjung dilarang merusak tanaman atau fasilitas yang ada.
  3.  Pengunjung dilarang berbuat asusila

Sejauh yang aku lihat taman ini bersih, ga ada sampah yang terlihat kecuali dedaunan yang jatuh tertiup angin (tsaaah). Taman ini bisa jadi pilihan yang tepat untuk membawa anak-anak bermain dan belajar dari alam. Mudah-mudahan kedepannya semakin banyak taman-taman indah lainnya disini, biar kita bisa piknik ke taman bukan ke mall hehe.

The last one, kita sebagai pengunjung harus bisa menjaga kebersihan dan ketertiban di public area seperti taman ini. Kalo tamannya bersih, pengunjung juga betah berlama-lama disini.

A Story about Mamah

Selamat hari ibuuuuuu…. untuk semua ibu di Indonesia.

Hari ini Selasa 22 Desember adalah Hari Ibu nasional di Indonesia. Ternyata, setiap negara memiliki tanggal yang berbeda-beda dalam merayakan mother’s day. Di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother’s Day dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati setiap tanggal 8 Maret (wikipedia).

Kita tengok sejarang sedikit, dipilihnya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional karena pada 22 Desember tahun1982 diadakan peringatan ulang tahun ke-25 kongres perempuan Indonesia. Tanggal ini dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Hari inipun diresmikan oleh presiden Soekarno di bawah Dekri Presiden No.316 tahun 1953 (wikipedia). Naah, itu tuh cerita singkat tentang hari ibu di Indonesia, kalo mau lengkap silahkan googling sendiri yaaa :)).

Seiring berkembangnya zaman, hari ibu saat ini adalah hari dimana seorang anak mengungkapkan rasa cinta, sayang, terimakasih, hormat, dll kepada ibu. Beberapa dari mereka mempersiapkan kado spesial untuk ibu atau ada yang traktir ibu makan dan belanja?? Apapun yang kamu lakukan pasti semata-mata ingin membahagiakan ibu. Betulkan??

Aku bukan tipe orang yang pandai merangkai kata untuk mengungkapkan perasaan, apalagi mengungkapkan perasaan untuk ibu membuatku ingin selalu menangis (aku orangnya sensitif banget). Aku tak punya satu katapun yang bisa mewakili perasaan aku terhadap ibu. Karena sebenarnya beribu-ribu kata I love you pun tak bisa mewakili perasaan sayangku untuk ibu. Begitulah besarnya cinta, tak bisa diungkap dengan kata. Makadari itu, pada kesempatakan yang spesial ini aku akan bercerita tentang ibuku yang sangat hebat. Aku panggil ibuku dengan mamah.

Nama mamahku Nur’aini, yang berarti cahaya mataku, tetapi tidak hanya matanya yang aku lihat, cahaya hatinyapun bisa aku rasakan. Mamahku lahir pada tanggal 2 februari 1969, terlahir dengan ayah seorang pedagang dan ibu seorang ibu rumah tangga. Beliau anak ke-2 dari 13 bersaudara, 3 saudaranya meninggal sewaktu kecil dan yang tersisa 10 orang saudara kandung, 6 laki-laki dan 4 perempuan. Semasa muda, mamahku sudah sangat mandiri dan dewasa dikarenakan adik-adik yang begitu banyak mamahkupun menolong nenek untuk mengemong adik-adiknya. Untuk sekolah SMA mamahku harus ngotot dan nekat, karena pada waktu itu kakek dan nenek sudah tidak sanggup membiayai sekolah mamah. Tapi pada akhirnya alhamdulillah mamahku bisa lulus SMA juga dengan sangat susah payah. Lulus SMA, mamahku ingin sekali melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun sayang, kakeku saat itu benar-benar give up membiayai pendidikan mamah. Pada saat itu, kakek lebih memberikan kesempatan kepada saudara laki-laki mamah untuk kuliah. Akhirnya, mamahkupun mengalah. Dalam kesedihannya, mamah tidak putus asa tetapi itu menjadi cambukan dan motivasi agar menjadi pribadi yang lebih baik. Karena tidak kuliah, akhirnya mamah mengambil kursus jahit selama bertahun-tahun. Setelah 2 tahun belajar dan memperdalam ilmu menjahit, mamah membuka usaha jahitnya di rumah. Usaha jahitnya berkembang pesat, dengan menjahit seorang diri mamah mampu menjahit berpuluh-puluh baju dalam sebulan. Dari jerih payahnya menjadi penjahit dan bekal ilmu yang sudah cukup menurut mamah saat itu, di tahun 2002 mamah membuka kursus jahit di teras rumah kami.

Mamah seseorang yang open minded dan bersemangat dalam belajar, beliau tidak pernah berhenti belajar hal yang baru sampai detik ini. Tahun 2003, beliau menyelesaikan pendidikan kursusnya hingga pendidikan tenaga penguji praktek tingkat mahir. Tahun 2007, mamahku melanjutkan kembali pendidikannya yang sempat tertunda. Sewaktu ditanya olehku “Mamah beneran mau kuliah?” beliaupun menjawab dengan begitu sederhana ” Iya teeh, mamah malu, karena teman mamah punya gelar semua di belakang namanya, sedangkan mamah enggak, setidaknya dengan kuliah mamah bisa meningkatkan kualitas diri mamah” dengan semangat yang membara beliau lulus di tahun 2011. Akhirnya. cita-cita mamahku untuk kuliah sudah tercapai.

Empat bulan sebelum wisuda, mamahku mengalami kecelakaan  motor yang mengakibatkan 3 tulang rusuknya patah. Kaget dan sedih sekali aku waktu itu. Saat itu aku sudah lulus kuliah dan kerja di Bekasi, adikku kuliah di Bandung. Kurang lebih setahun lamanya adikku dilarang pulang oleh mamah, beliau tidak mau mengganggu konsentrasi adiku yang sedang kuliah. Ketika pulang ke rumah dan diceritakan apa yang terjadi sama mamah adikku langsung nangis sesegukan.

Selama 6 bulan mamah tidak bisa bangun, beliau hanya berbaring dan tidak bisa melakukan kegiatan apapun. Kursus jahitnya untuk sementara ditutup dan siswanyapun diliburkan sampai waktu yang tak ditentukan. Dalam mengobati patah tulang mamah lebih percaya tukang urut ketibang operasi. Akhirnya mamahpun rutin diurut setiap 3 hari sekali agar tulangnya menyatu kembali, you know? IT WORKS!

Hari wisudapun datang tapi mamah masih berbaring di kasur, untuk menopang badannya sendiri sajapun mamah belum mampu. Kami sekeluarga menyarankan untuk tidak ikut acara wisuda, tetapi beliau keukeuh sekali ingin ikut. Akhirnya, mamah ikut wisuda menggunakan kursi roda. Duuuh kalo inget masa itu, selalu terlinang air mataku. Mamah yang begitu kuat dan aktif, tiba-tiba tak berdaya seperti bayi. Rasanya di hati ituuu perih, sedih, sakit hati ini melihat mamah menahan kesakitannya. Andai bisa bertukar posisi saat itu, aku rela menggantikan mamah tetapi  yang bisa aku lakukan hanya berdoa dan siap siaga untuk mamah.

Dua tahun lamanya menyempurnakan kesehatan, akhirnya mamah bisa belajar berjalan lagi. Terharu sekali rasanya, keinginan mamah untuk sembuh begitu kuat sehingga energi positif selalu mengalir didirinya.

Di tahun 2013, beliau mulai membangun kembali usaha kursus jahitnya walaupun masih dalam proses pemulihan. Memanggil kembali murid-muridnya yang sempat beliau tinggalkan selama sakit, Alhamdulillah, sejak itu usaha kursus jahit beliau semakin maju. Beliau diberi kepercayaan oleh dinas pendidikan kota untuk memberika pelatihan menjahit kepada ibu-ibu di desa sekitaran kota kami. Karirnya mulai melaju kencang, beliau ditawari untuk menjadi ketua Ikatan Penata Busana Indonesia (IPBI) kota Bekasi. Tapi beliau menolak, dikarenakan kegiatan tersebut sangat menyita waktu sedangkan beliau ingin mengajar.

Sudah hampir 14 tahun beliau memimpin lembaga ini, sudah ratusan atau mungkin ribuan alumni yang lulus dari lembaga ini. Banyak alumni yang bisa mandiri atau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik ketika memiliki keterampilan. Kamu bisa lihat profil lembaga pendidikan nonformal mamahku di Kursus Jahit Nuraeni.

Itulah mamahku, bagiku beliau inspirasi dan motivasi terhebat dalam hidupku. Beliau mengajarkanku arti kesabaran yang begitu luas, semangat yang selalu membara dan kemandirian dalam menjalani hidup.

Terimakasih mamah, telah menjadi ibu yang terbaik untukku. Maafkan anakmu bila belum bisa membahagiakanmu. Semoga Allah senantiasa memberikanmu umur panjang, kesehatan, rejeki, dan keselamatan dunia akhirat.

I do really love you!

12239747_994700030576683_6504895236754686383_n

BALI: Pura Luhur Uluwatu

Suasana liburan akhir tahun udah kerasa banget nih, apalagi anak-anak sekolah sudah bagi rapot. Duuh makin kerasa kan pengen liburannya. Sepertinya hampir semua orang sudah merencanakan holidaynya akhir tahun 2015, salah satunya aku dan suami. Liburan kami memang dilakukan lebih cepat, suamiku ambil cuti 4 hari dipertengahan Desember dari tanggal 14-17 Desember 2015. Kami mengambil pertengahan bulan biar ga terlalu bebarengan dengan liburan akhir tahun takut tempat-tempat wisata terlalu crowded. Luckily, kami dapet diskon tiket juga untuk tanggal segitu, aah kenapa enggak yasudah jadilan kami liburan.

Destinasi liburan kami kali ini adalah Bali, ini kedua kalinya kami ke Bali di tahun 2015. Yang pertama bulan Maret ketika kami honeymoon, itu adalah pertama kalinya kami ke Bali. Saat honeymoon kami tidak menggunakan tour guide, kami hanya mengandalkan GPS dan nanya sama orang. Ada pepatah malu bertanya sesat di jalan, kami sudah tanya saja masih tersesat hahaha. Jadi waktu kami banyak terbuang di jalan makanya kurang puas kemarin explore Balinya. Karena itulah, liburan kali ini kami coba pake tour guide sekalian pengen tau seperti apa rasanya pake tour guide. Karena pake tour guide kita nyantai, ga usah nyari-nyari hotel dkk. Semua itenerary sudah disusun dari jauh-jauh hari, hotel, makan, tiket wisata semua sudah diurus oleh travel kami. Enak sih, ga repot tinggal terima jadi.

Kami berangkat  pada hari minggu pagi tanggal 13 Desember 2015, kami memilih penerbangan pagi jam 7.30 wib. Dari rumah, kebetulan dari rumah mertua di Depok sekitar jam 5 pagi, sampai bandara sekitar jam 6.30 menit, lumayan masih ngantuk sih karena malemnya ada acara keluarga terlebih dahulu dan kami baru tidur jam 12 malam. Kami menunggu sekitar 1 jam sambil chit chat sama suami ga kerasa juga sudah waktunya kami take off.

 

12376161_1002263386487014_8553590545812042758_n

Sleepy girl goes to Bali

Penerbangan yang kami tempuh kurang lebih 1 jam 30 menit, jadi kami sampai bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar jam 11 waktu setempat. Ini salah satu sudut di bandara ngurah rai, tepatnya sebelah toilet. Pertama sampai bandara, suasana Bali sudah terasa sekali dari lantunan musik yang ada di bandara, khas bali banget deh. Aku dan suami excited sekali pastinya dan sudah tidak sabar untuk mengekplore Baliiiiiiii.

2

One of the statues in International Airport I Gusti Ngurah Rai Bali

Sesampai disana kami langsung menghubungi tour guide kami yang bernama Bli Ketut Giri, kebetulan dia sudah sampai duluan disana. Selesai bertemu kenalan singkat, kita langsung menuju destinasi yang pertama yaitu Pura Luhur Uluwatu. Sebenernya destinasi pertama kami adalah tanjung benoa, awalnya akan mencoba beberapa water sport yang ada disana. Ternyataaaaaa, kami berdua sudah tidak enak badan dari semenjak hari jumat, suami sempat demam dan kami bapil. Karena kondisi badan berdua kami yang kurang sehat akhirnya kami mengcancle tanjung benoa yang sebagian besar aktifitasnya adalah water sports.

Cuaca Bali siang itu sangat panas, saking panasnya kami hampir menghabiskan 5 botol air mineral selama berada di Uluwatu saja. Kami sampai di Pura Luhur Uluwatu sekitar jam 2 siang, aku sangat merekomendasikan kamu mengunjungi tempat ini di sore hari. Pura ini terletak di desa Pecatu, kecamatan Kuta, Badung. Pura ini terletak sekitar 30 km arah selatan Kota Denpasar, Ibu Kota Priovinsi Bali. Pura luhur uluwatu ini adalah pura yang berada di atas tebing bebatuan tinggi dan terjal menghadap samudra Hindia yang luas membiru. Karena berada diatas tebing, pemandangan yang sangat menakjubkan akan kamu saksikan disini.

Sebelum masuk, Bli kami membelikan tiket masuk dan menyuruh kami memakai kain yang disediakan di tempat penjualan tiket, kain tersedia berupa obi dan sarung. Obi berwarna kuning diperuntukan bagi mereka yang memakai baju atau celana panjang di bawah lutu dan sarung ungu untuk mereka yang memakai baju pendek atau diatas lutut, kami memakai obi kuning. Kain ini digunakan untuk menghormati kesucian pura dan mengikat niat buruk di dalam jiwa.

Sepanjang jalan masuk, kami disambut pepohonan yang tumbuh tinggi menjulang di sisi kiri dan kanan jalan. Entahlah itu pohon apa namanya, tetapi pohon itu berbunga orange yang sedang mekar. Bunga yang sedang bermekaran mempercantik pandangan kami, walau terik kami sangat amazed dengan view yang disuguhkan disini.  Kami jadi merasa sedang menikmati spring di Korea *lebaaay.

3

Entry way to Pura

4

They are blossom

5

is spring here?

Cantik kan viewnya?? kamipun meminta tolong ke Bli untuk mengambil beberapa foto kami dengan background bunga-bunga orange tersebut. Pengunjung hari itu tidak terlalu padat (yaiyalaah, cuman kita-kita aja nih yang berkunjung ke Pura ini siang bolong hahaha), pengunjung didominasi oleh turis China, India dan beberapa turis domestic seperti kami. Setelah itu, kita berjalan menuju anak tangga yang lumayan tinggi. Sebenernya ga terlalu tinggi tetapi karena cuaca yang panas, kamipun ngos-ngosan banget naik tangganya.  Berikut beberapa foto yang kami ambil:

7

Om Swasiastu!

8

Seeing you smile makes me smile more!

Ada apa dibalik tangga??? Ada beberapa pura disana tapi tertutup untuk umum hanya untuk ibadah saja. Photo pura yang aku ambilpun, ng-Bluuuuur! Kami terus berjalan menelusuri beberapa tangga kecil dan sampailah kami di pinggir tebing yang terjal itu. Subhanallah, kami disuguhkan pemandangan yang begitu menakjubkan, indaaaaah sekali. Ombak laut yang besar menghasilkan desiran gemuruh yang sangat kuat, mengalun indah mengiringi hembusan angin. Aaah aku tak bisa mengungkapkan keindahannya dengan kata-kata. Ini pertama kalinya aku kesini dan ga berhenti bersyukur karena diberi kesempatan menikmati indahnya negeri ini.

10

What amazing view!!

 

Kamipun, meminta Bli untuk mengambil foto kami disisi tebing. Oiya, disisi tebing dibatasi oleh bata beton yang sangat kuat jadi ga usah khawatir, asal kita ngambil photonya safely ya ga usah naik-naik ke tembok (takut ada yang nekat). Sewaku bli mengambil photo kami, tiba-tiba rombongan turis India lewat, jadilaaah foto ini hihihihi. Kaos suamiku ampe lepek saking panasnya cuaca hari itu, makanya kalo mau kesini sore aja sekalian lihat sunset, yang konon katanya paling indah di Bali.

11

Boom…our cam got you!

Ini view dari sisi sebelah lainnya, ga jauh beda cantiknyaaaaaaa!!!!

1213

Karena jalan setapak dipinggir tebing ini lumayan panjang, bli kamipun meminta ijin untuk tidak ikut dengan kami menelusuri jalan itu. Laaah bli kami saja sudah kelelahan, tapi kami tetap excited jalan berdua saja sampai ujung jalan. .

Sepanjang jalan ini, terdapat pula hutan kecil yang biasa disebut Alas Kekeran, Hutan tersebut berfungsi sebagai penyangga kesucian dari Pura Uluwatu. Di dalam hutan tersebut banyak monyet liar yang berkeliaran. Pada waktu kami lewat, ada turis yang barangnya diambil oleh monyet. Mereka sedang ditolong oleh penjaga setempat untuk mengambil barang mereka, si penjaga berusaha memanggil si monyet dari dalam pepohonan, entahlah apa yang diambil monyet itu. Jadi, kalo ke sini hati-hati ya guys jangan sampai lengah dengan monyet disitu, jangan memberi makan dan menyentuh mereka. Warning ini pun selalu digaungkan melalui speaker setiap beberapa menit disekitar area pura agar wisatawan selalu waspada.

Tak terasa sampailah kami diujung tebing ini, diujungnya yaa ga ada apa-apa sih. Hanya ada 1 toko souvenir dan pemandangan tebing dilihat dari sudut ini:

15

16

Blue ocean and blue clothes, matched!

Yups, selesai sudah kita menelusuri jalan setapak nan panjang ini di Pura Uluwatu. Disini kamu bisa menikmati pemandangan laut samudra Hindia dan tebing yang sangat luar biasa, luar biasa banget bagi aku hehehe ga tau deh yang lain gimana. Kalo kesini bawa air minum yaaa, karena sangat melelahkan untuk muter-muter dikawasan pura ini.

For your info, di kawasan pura ini juga ada pertunjukan tari kecak yang biasanya diadakan setiap jam 19.00 WITA. Sayangnya, hari itu agenda kami akan menikmati sunset di Jimbaran. Jadi nonton tarian kecaknya dipending dulu deh. Harga untuk menonton tari kecak Rp.100.000/orang.

17

OOTD ceritanyaaa

See you next post karena masih banyak destinasi di Bali yang kami kunjungi kemarin.