Jurnal kehamilan #2: The Process

Sebenernya saya rada ragu buat posting proses kehamilan ini, tetapi di buku yang saya baca (#bebastakuthamildanmelahirkan)  penting loh ibu hamil punya buku harian/jurnal kehamilan. Apalagi buku harian itu tersusun dari awal kehamilan, bermanfaat banget buat ke depannya. Tadinya sih pengen nulis di buku diary aja, tapi kok ya males nulis pake pulpen. Terus inget punya blog yang udah lama ditinggalin, yaudah di blog aja deh. Terus mikir lagi, kalo di blog dibaca banyak orang dong *mendingkaloadaygbaca haha. Naah intinya sih sebelum saya nulis ini, saya banyak mikir. Yang pada akhirnya, keputusan saya jatuh kepada “tulis aja deh di blog”.

Fungsinya apa sih buku harian/jurnal kehamilan? Pastinya catatan ini bermanfaat banget untuk ibu hamil, buku harian ini bisa berfungsi sebagai cerita pengingat atau flashback yang berkesan. Setiap kehamilan pasti memiliki cerita unik masing2 dan tentunya berkesan, jadi ga ada salahnya kan ceritanya ditulis di blog/diary. Selain itu, buku harian kehamilan ini bisa juga dijadikan sumber informasi tentang kehamilan itu sendiri, atau tempat curhat aja gtw, ya ga masalah…. Dengan adanya buku harian, biasanya seorang ibu akan lebih aware dengan isu-isu yang muncul dalam dirinya. Begitupun dengan yang saya rasakan, bahwa proses kehamilan ini adalah proses introfeksi diri saya yang paling bener2 serius. Kenapa serius? karena saya sudah tidak memikirkan diri sendiri lagi, ada makhluk kecil tanpa dosa di rahim saya. Itu, memacu saya untuk menjadi pribadi yang lebih positive dan lebih baik lagi *insyaAllah.

Kembali ke cerita saya yaa….

Saat saya mengumumkan bahwa saya hamil, banyak sekali yang memberi selamat dan doa. Sungguh, doa itu sangat berarti buat saya dan debay.  banyak yang doain buat kesehatan kita berdua, duuuh de… seneng bgt mamah :). Alhamdulillah… bersyukur dikelilingi orang2 yang baik dan care.

Selain ucapan selamat dan doa, banyak pula yang bertanya tentang program kehamilan yang kami lakukan. Karena, hampir semua teman tau kalo kami cukup lama menanti buah hati. Akan tetapi kalo difikir2 kembali, penantian kami bukanlah apa2 jika dibandingkan dengan teman2 kami yang lain yang menunggu lebih lama dari kami. Buat teman2 yang masih menunggu, harus tetap semangat berdoa dan berikhtiar. Ini salah satu quote dan surat dalam Al-Qur’an yang saya jadikan penyemangat dalam menanti buah hati:

God has perfect timing, never early, never late. It takes a little patience and it takes a lot of faith, but it’s worth the wait. #Morulaquotes

https://alquranmulia.files.wordpress.com/2013/06/tulisan-arab-alquran-surat-asy-syuura-ayat-49-50.jpg?w=388&h=118

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy Syura: 49-50)

Kata-kata dan ayat ini ampuh banget buat saya, karena selalu mengingatkan saya untuk selulu khusnudzon sama Allah. Ketika liat test pack cuman 1 garis, walaupun keseringan nangis ya, tapi ujung2nya selalu percaya kalo itu belum waktunya dan Allah belum menghendaki. Jadi abis nangis, yaudah.. life must go on, ga usah baper dan ga usah drama, ga usah update2 status sedih di sosmed. Besok masih bisa berusaha lagi kan??

Intinya yang ngasih rejeki anak itu Allah, bukan kita yang menentukan pengen anak, terus harus jadi bulan ini juga. Yaa… ujung2nya pasti kecewa kan kalo hasilnya tak sesuai harapan. Allah pasti tau waktu terbaik untuk kita, ga pernah kecepetan, ga pernah telat, selalu tepat waktu. Sabar aja, sambil usaha dan berdoa. Terus kalo ada yang nyinyir, senyumin aja… ga usah dibales… karena kalo dibales, kita juga yang rugi. Kefikiran, dengki. sebel, marah, kesel, nethink, itu yang akan menimbulkan penyakit hati. Taah eta taah… salah satu penghalang rejeki seorang anak. Enjoy aja ya buibuuuu *ciumatu2 . Ketika saya belum hamil juga banyak kok nyinyiran2 pedes kayak cabe setan… tapi cuekin aja… pura2 aja ga kenal *bomat.

Ehh terus ada yang nanya lagi ke saya, “iya situ kan cuman nunggu 2.5 tahun, gimana coba yang 5/6/11 tahun? masih bisa sabar ngadepin nyinyiran?” Tenang buibu…. orang nyinyir itu selalu ada setiap waktu. Bahkan sampai saya hamil sekarang 5 bulan, ada aja yang nyinyir “kok perutnya kecil? kok bbnya sgtw2 aja?” Terus… respon saya gimana? Saya kasih senyum. Udaaah…… ga usah dilanjut lagi obrolannya. Kalo difikirin kasian debay, mamah sedih pasti debay sedih… karena ibu hamil harus selalu happy. Jadi, upayakan diri kita ya untuk menjadi seorang yang positive thinking. Lelah pasti ada menghadapi orang2 kayak gtw, itu manusiawi kok…. tapi jangan kelamaan ga baik buat kehidupan dan kesehatan kita.

Back to my ikhtiar…..

Sejujurnya saya belum pernah promil, tetapi saya baru akan melakukan promil. Selama 2.5 tahun pernikahan promil kami biasa aja, ga pernah dateng ke dokter. Karena saat itu, kami yakin kami sehat2 aja. Kami hanya memakan makanan yang katanya bisa memberikan khasiat kesuburan. Apa aja yang dimakan? banyaaak….. dari makanan yang mengandung asam folat, susu, kurma, jus, sayur2an, semuanya dicoba tapi belum ada hasilnya. Terus berenti promil? ya enggak… coba lagi dong hehe.

Pada awal 2017, saya dan suami sempat galau… ternyata saya belum hamil juga padahal sudah 2 tahun menikah. Walau galau kami masih santai. Terus galau juga mau ke dokter atau ke tukang urut. Loh kok ke tukang urut? alasannya ke tukang urut, karena salah satu teman kami ada yang dateng ke tukang urut di Jakarta. Setelah diurut ternyata hamil. Siapa coba yang ga kegoda pengen nyoba kan?? Tapi ujung2nya saya dan suami memutuskan untuk ke dokter kandungan daripada ke tukang urut.

Saya banyak browsing tentang dokter kandungan yang banyak di rekomendasikan orang2 bahkan selebgram. Kok rata2 cowok ya dokternya dan saat itu saya ga mau sama dokter cowok. Akhirnya, saya browing tentang obgyn wanita di Bekasi. Lalu, ketemu salah satu blog yang menceritakan proses hamilnya dengan dokter perempuan ini dan katanya bagus, prakteknya di RS.Mitra Keluarga Timur, namanya dr. Kusmaryati, SpOg. Waah ini yang saya cari, tapi rumah sakit ini cukup jauh dari rumah saya. Sempat galau mau ke sana, ditambah lagi ulasan tentang beliau di internet sangat sedikit, jadi masih belum begtw yakin. Langsung saya cek web rumah sakit tersebut, ketika lihat fotonya suamiku langsung komen “kalo diliat dari wajah, dia baik dan lembut yank. Yaudah sama dia aja”. Saat itu juga saya setuju, OK!

 Juni……..

Pertama kalinya saya datang ke dr. Kusmaryati, deg2an banget rasanya. Sampai rumah sakit sekitar jam 09.30 dan saat itu saya dapet antrian nomer 50. Whaaaats?? lama bgt… yang antri banyak bgt, tentunya pasien beliaulah yang paling banyak dibandingin dokter lain. Dalam hati sempat bergumam, insyaAllah ga salah pilih dokter. Antri dari jam 09.30, jam 14.00 siang baru dipanggil. Saat masuk ruangan dan ditanya tujuan kami, langsung saya cerita blablabla. Ternyata dokternya ramah dan lembuuuuut sekali, seperti putri keraton solo. Cara menjelaskannya juga enak, tetapi kitanya harus aktif bertanya agar beliau ngomong panjang lebar hihihi. Ternyata, beliau salah satu obgyn senior di rumah sakit ini. Saya langsung disuruh USG transvaginal. Kageet! sama tindakan USG ini, karena yang saya tau USG dari atas perut aja hehe.  terus langsung kebayang “Ini kalo dokternya cowok gimana ya??, bisa2 aku kabur”. Buat yang belum tau seperti apa USG transvaginal, silahkan cek google aja ya.  Ga sakit kok, asalkan jangan tegang, rileeeex….. Hasilnya, alhamdulillah semuanya normal ga ada masalah apapun di rahim ataupun indung telurnya.

Setelah itu kami diberi vitamtin, sebanyak 60 kapsul. 30 kapsul untuk saya dan 30 kapsul untuk suami, dikonsumsi setiap hari satu butir selama sebulan. Nama vitaminnya ga akan saya sebutkan, karena harus melalui resep dokter. Selain itu, kami juga disarankan untuk melakukan serangkaian tes yaitu tes HSG dan tes sperma. Daaan, dianjurkan untuk **** 2 hari sekali. Saat itu mau puasa Ramadhan, jadi kami berniat melakukan tes tersebut setelah lebaran saja.

Juli…..

Di bulan ini kami berdua minum kapsul secara rutin, merubah pola makan dan juga olahraga. Ternyata saya masih kedatangan tamu bulanan. Gpp… minum kapsulnya masih dilanjutkan.

25 Agustus 2017

Badan saya semakin kurus dan tidak nafsu makan, BB saya turun 5kg. Saya sudah telat datang bulan kurang lebih 2 minggu. Tapi ga ada tanda2 mual, lemes, pusing dll, hanya saja tidak nafsu makan. Sampai2 teman saya berkomentar bahwa saya terlihat lebih kurus. Akhirnya kami penasaran juga untuk test pack, alhamdulillah… hasilnya 2 garis. MasyaAllah… senang sekali….

Untuk memastikan lagi, pada tanggal 28 Agustus 2017 kami berdua mengeceknya kembali ke dr. Kusmaryati, Alhamdulillah…. pertama kali USG debay sudah 6 minggu.

Saat ini, debay sudah berusia 5 bulan dan dia semakin aktif. Doakan aku dan mamah ya onty oncle agar sehat selalu.

https://dedaunan.com/wp-content/uploads/2015/03/fetus-20w-min.jpg

20 weeks Credit: Google

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s