Extra Waspada Saat Nge-Mall Bareng Anak

Saat ini, mall sudah menjadi tempat favorit anak-anak bermain. Selain fasilitas permainan yang cukup variatif, setiap weekend biasanya mall-mall di sekitar daerah saya suka bikin event yang berhubungan dengan anak. Otomatis emak-emaknya dong yang tertarik bawa anak ke acara ini, jadi yang ke mall double emak dan anak atau bahkan sekeluarga. Pinter banget ya yg bikin event, jadi mall selalu penuh dengan pengunjung. Selain bisa ditemuin dimana-mana, mall memberikan fasilitas yang sangat lengkap entah buat si anak atau buat ortunya. Di Bekasi sendiri, mall didirikan saling bertetangga dan mereka hidup rukun (eyakali, tetangga masa gitu xixi). Gampang nemu mall kalo di Bekasi. Tapi saya ga melulu ke mall sih kadang jenuh juga.

Saya salah satu orang yang rada sering bawa anak kecil (adik sepupu) ngemall, ga sering banget sih (labil haha) tapi biasanya setiap hang out bareng kita prefer ke mall karena jarak yang tidak terlalu jauh. Di keluarga besar saya banyak sekali anak-anak. Rata-rata mereka duduk di sekolah dasar, beberapa balita dan beberapa bayi. Mereka adalah anak-anak dari om dan tante saya, yang mana disebut adik sepupu. Salah satu adik sepupu saya bernama Rafafilia, gadis kecil ini berusia 4 tahun. Di usianya ini Rafa telihat lebih dewasa pembawaannya dibandingin teman sebayanya. Dia juga ga takut sama orang asing (ini nih yang bikin was was emak-emak), friendly sekali, lucu dan talkative. Kalo ngobrol sama Rafa ini kayak ngobrol sama temen curhat, nyambung.

Beberapa bulan yang lalu orang tuanya Rafa alias om dan tante saya berniat mengganti namanya menjadi Arin Nabila. Penggantian nama ini didasari beberapa alasan tapi ga akan saya bahas disini. Pergantian nama ini baru sekedar omongan saja belum pasti, jadi kami sodara-sodaranya masih manggil gadis kecil ini dengan Rafa. Kami sudah terbiasa dengan nama itu, jadi kami sedikit susah move on ke nama baru. Rafa sudah tau kalo dia akan berganti nama dan dia sangat menyukai nama barunya. Dia juga sudah mendeklarasikan nama barunya ke teman-teman pengajian sorenya.

Suatu hari kami (saya, empat tante -2 tante bawa anak dan 2 tante tidak-, 2 adik sepupu yang duduk di SD dan Rafa yang paling kecil) berencana untuk menghabiskan waktu di time zone Ramayana Cileungsi saat itu. Mall ini sih masuk ke kabupaten Bogor, tapi jarak rumah ke sanapun ga terlalu jauh sekitar 20 menit aja. Orang tua Rafa tidak ikut karena tidak enak badan, jadi Rafa dan kakaknya saja yang ikut bersama kami. Ibunya memnitipkan Rafa ke saya. Saat itu bulan puasa, kami berangkat sekitar jam 3 dan berniat untuk ngebuburit disana. Saat itu pengunjung lumayan padat. Setelah sampai time zone, anak-anak mulai berlarian ke mainan favoritnya masing-masing. Rafa memilih untuk mandi bola, beberapa tante saya pun asik main dengan adik sepupu saya yang lain. Saya menunggu Rafa main mandi bola. Tiba-tiba dia menghampiri saya dan memperkenalkan teman yang baru dia kenal saat itu “teteh, ini temen baru aku namanya Delia” sayapun menyapanya “hai Delia, kamu sama siapa?” diapun langsung menunjuk mamahnya yang sedang asik mengobrol dengan ibu-ibu lain. Akhirnya merekapun melanjutkan main mandi bolanya.

Saya memang berencana melihat koleksi tas, akhirnya saya pun meminta salah satu tante saya untuk memantau Rafa yang sedang main. Kurang lebih 15 menit saya cuci mata, saya pun kembali ke time zone dan melihat tante yang saya titipkan Rafa sedang asik main. Tiba-tiba saya mendengar penguman “Telah ditemukan anak hilang bernama Arin Nabila, orang tua ataupun keluarganya harap segera ke lantai 1, ciri-ciri anak ini memaki dress hijau, berambut keriting, bla bla bla” kurang lebih seperti itulah pengumumannya. Saya mendengar pengumuman itu, tapi saya ga sadar kalo Arin Nabila adalah Rafa. Jadi saya ga sadar kalo adik sepupu saya sudah hilang dari arena mandi bola. Dengan santai saya jalan ke tempat mandi bolanya dan melihat kenyataan bahwa Rafa sudah tidak ada di sana. Saya berkali-kali ngecek arena bermain itu dan nihil sedangkan pengumuman itu sudah hampir 3 kali digaungkan. Langsung saya menghampiri tante-tante saya yang sedang asik bermain dan bilang “Rafa ga ada! kemana?” sontak merekapun kaget. Ketar-ketir nyari anak ini dan saya mau nangis, disitu saya panik sepanik-paniknya pasalnya ibunya menitipkan dia ke saya. Makanya saya harus bertanggung jawab kalo Rafa kenapa-kenapa. Saat kami panik dan berpencar mencari Rafa pengumuman masih diperdengarkan dan ga ada satupun dari kami yang sadar kalo pengumuman di speaker itu tentang Rafa, orang pengumumannya Arin Nabila kita juga ga ada yang kepikiran kesitu.

Lantai 3 ga ada, kita berpencar ke lantai 2 dan saya ke lantai 1. Tiba-tiba di lantai satu ada kerumunan orang dibagian depan. Ternyata Rafa sedang menangis histeris dan dikelilingi ibu-ibu yang berempati. Saat itu Rafa digendong sama mba-mba SPG. Secepat kilat saya lari menghampiri Rafa yang sedang nangis. Saya berteriak “Rafaaaa” diapun langsung menoleh dan membalas terikan saya sambil nangis kejer “teteeeeh” kamipun nangis bersama sambil berpelukan di tengah banyak orang. Duuh sumpah ya ini adegan kayak di sinetron ibu ketemu anaknya yang hilang bertahun-tahun. Saya juga nangis, takut banget Rafa ini hilang dibawa orang yang ga dikenal. Alhamdulillah, masih selamet, masih sehat aaah sayang banget sama anak ini. Setelah nangis-nangisan, mba SPG pun menghampiri kami dia bilang kalo Rafa dibawa oleh ibu-ibu, beliau menyangka Rafa anak hilang. Ternyata setelah saya konfirmasi ke Rafa ibu-ibu itu ternyata mamahnya Delia, teman yang baru saja dia kenal. Saat itu mereka sudah ga ada, ga tau deh kemana. Terus si mbanya bilang pas ditanya nama Rafa bilang kalo namanya “Arin Nabila” ya kita yang sedang panik, ga sadar akan hal itu. Langsung kami bilang ke anaknya “Dede nama kamu itu masih Rafa bukan Arin Nabila, nanti didoain dulu sama ustazah X” eeh terus dia jawab “Kata mamah nama aku kan mau ganti teeeh, namaku tuh Ariiiiiiiin bukan Rafa”. Duh nih anak pinter banget jawabnya. Sayapun memeluk dia bahagia bercampur haru sambil bilang beribu-ribu maaf untuk sepupu saya ini. Maafin teteh ya Rafa ampe kamu mengalami kejadian yang bikin kamu shock, histeris dan mungkin ga bakal kamu lupakan sampe dewasa nanti.

Sepulangnya dari jalan-jalan, kami berencana untuk tidak memberitahukan mamahnya tentang hal ini. Saya takut mamahnya marah dan sedih. Eeeh baru buka pintu rumahnya Rafa, dia langsung teriak-teriak excited mau cerita pengalamannya hilang di mall “Mamah tadi kan aku ilang di mall, terus aku dibawa ibu-ibu” Haduuuueh tadinya ga mau cerita langsung deh kita beberin semuanya, untungnya orang taunya ga marah dan fine-fine aja selama Rafa masih dalam keadaan sehat. Alhamdulillah.

Pelajaran yang bisa diambil disini adalah Jangan pernah berkedip sedikitpun saat memantau anak anda di arena bermain umum. Karena satu kedipan begitu berarti, sekali anda berkedip 10 langkah anak anda maju (sedikit lebay ya hehe). Tapi ini beneran looh, dari kejadian ini saya belajar bahwa calon ibu ataupun yang sudah jadi ibu jangan sampai lengah sedikitpun dalam mengawasi anak kita bermain, di tempat umum maupun di rumah. Pokoknya seorang ibu harus extra waspada, ayah juga tentunya. Ini beberapa tips aman ngajak main anak di Mall dari saya si calon Ibu, amin…..

  1. Bicarakan hal penting dengan anak sebelum ngemall. Misalnya beritahu si anak ketika di mall untuk tidak berbicara dan berinteraksi dengan orang asing.
  2. Beri tahu si anak cara mencari pertolongan misalkan saat anda masuk ke mall tunjuk security atau petugas mal, beritahu bahwa mereka adalah tempat untuk mencari bantuan saat mereka terpisah dari kita.
  3. Jangan pernah lepaskan tangan anak saat berjalan di Mall.
  4. Jangan pernah palingkan pandangan anda dari anak anda. Jangan berfikir ketika anak asik bermain dengan teman sebayanya anda merasa santai. Awasi mereka setiap saat.
  5. Ketika menaiki tangga atau eskaltor jangan pernah membiarkan anak anda berjalan sendiri. BAHAYA! udah banyak beritanya di TV ya mak…
  6. Jangan main sosmed saat menemani anak bermain. Gagal focus, anak terabaikan.
k

Saya dan Rafa yang sekarang bernama Arin Nabila

Kamu pernah punya pengalaman seperti saya?

Advertisements

11 thoughts on “Extra Waspada Saat Nge-Mall Bareng Anak

  1. Duh, bener banget ya, Mba.
    Edukasi dini untuk apa apa yang harus dilakukan ketika (misal) terpisah itu penting ternyata.

    Alhamdulillah masih ditemukan. Lain kali lebih hati-hati 🙂

    Salam ya, buat si Cantik Arin! ^^

    Like

  2. Memang kalau sudah panik dan shock itu semua pikiran terpusat pada satu hal, akhirnya kita tak sadar akan adanya hal-hal lain ya, padahal boleh jadi hal lain itu (dalam hal ini pengumuman anak hilang) berkaitan banget dengan apa yang sedang terpikirkan. Syukurlah Rafa/Arin kembali dalam keadaan sehat dan selamat, semoga kita semua lebih hati-hati kalau mengajak anak kecil ke mall ya Mbak :)).
    Tapi yang saya bingung, kok ya anaknya mau ya diajak ibunya Delia? Apa anak kecil rata-rata memang

    Like

    • Iya mas, saya juga salahnya saat itu panik banget fikiran udah ga karuan kemana-mana. Padahal kalo mau tenang dikit kan, saya bisa langsung ke pusat informasi apalagi ada pengumuman nya kan.

      Ga semua anak kecil gtw kok mas, malah ada yang takut sama orang asing. Saya berfikir rafa ga menemukan saya atau tantenya yg lain di sekitar arena mandi bola. Udah gitu anaknya ga takut sama orang asing jadi ikut aja deh,,, entahlah sebenarnya apa yg ada difikiran arin saat itu saya ga tau hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s