Terjebak di Upacara Melasti

Seperti yang kita ketahui bahwa kemarin adalah hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Selain Nyepi, ada moment yang sangat langka juga terjadi di hari yang sama yaitu Gerhana Matahari Total (GMT). Sayangnya di Bekasi sih ga lewat GMTnya, tapi kate sodara2 saya ada keliatan dikiiiit banget. Karena bangun kesiangan gegara abis solat subuh bobo lagi, yaudah ke-skip aja gtw moment GMT-nya hehe.

Baiklah daripada baper ga dapet GMT mending mau nostalgia dengan pengalaman saya yang terjebak di upacara keagamaan umat Hindu yaitu upacara Melasti. Iya terjebak, memang karena kami ga sengaja berada ditengah-tengah umat Hindu di Pantai Kuta. Btw, apa sih upacara melasti? berikut saya kutip dari mas wiki:

Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu di Bali. Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut.”

Nah, dari definisi diatas udah bisa disimpulkan bahwa melasti ini adalah upacara pembersihan atau penyucian diri. Biasanya dilakukan beberapa hari sebelum hari raya nyepi. Bukan hanya diri yang dibersihkan, benda-benda sakral milik pura juga ikut dibersihkan. Intinya sih gitu yaaa…

Back to my story….

Jadi, ini kejadian setahun yang lalu tepatnya 18 Maret 2015 ketika saya dan suami honeymoon di Bali. Saat itu kami mengelilingi Bali tanpa tour guide dan menggunakan motor sewaan dari hotel. Destinasi utama kami hari itu adalah pantai yang sangat mainstream yaitu pantai Kuta. Ga mainstreem sih buat kami because this was our first visit.

Dari hotel yang berada di Nusa Dua ke Kuta kurang lebih setengah jam, dengan mengandalkan GPS alhamdulillah ga nyasar. Sesampai disana kami makan dulu di McD kuta dan mencicipi beberapa ice cream disana. Setelah itu, kamipun lanjut main-main di pantai. Pantai Kuta saat itu dihiasi oleh janur-janur yang cantik banget. Janur-janur ini didirikan di sepanjang pantai kuta.

P1080843

Pantai Kuta yang masih sepi

Ketika melihat janur, saya fikir pantai ini abis dipakai upacara. Pada waktu itu jam sudah menunjukan pukul 14.30. Ketika sedang asik memandang laut sambil menikmati Ice cream tiba-tiba ada sekelompok orang mengenakan pakaian tradisional Bali datang ke pantai dan duduk diatas terpal yang mereka jadikan tikar. Mereka membawa beberapa barang keramat dan sesajen. Makin lama ternyata makin banyak kelompok yang datang. Tanpa saya sadari, saya dan suami sudah berada ditengah-tengah umat Hindu yang akan bersembahyang. Ternyata mereka datang berkelompok berdasarkan banjar atau desa. Kamipun penasaran dan bertanya “Ada upacara apa pak?” beliaupun menjawab “Upacara melasti untuk menyambut nyepi” Ooooww… dan pantaipun sudah penuh dengan umat Hindu yang berpakaian adat Bali. Kamipun pindah posisi bergabung dengan turis-turis lainnya dibagian pinggir.

P1080850

Selain orang dewasa ada pula anak-anak kecil yang diikutsertakan. Beberapa dari merekaΒ  berdandan layaknya penari Bali dan pastinya mereka akan menari. Mereka terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Diantara mereka ada yang terlihat lapar dan haus, karena saat itu cuaca panas sekali. Para ibu-pun sibuk mengurus putrinya yang akan menari, ada yang membetulkan make up dan ada yang menyuapi mereka makan. Aaaah mereka menggemaskan, pengen deh pake nyoba pake baju kayak mereka xixixi.

20150318_163154

P1080884

Kasian pada kepanasan

P1080887

Manari diiringi musik Bali yang begitu khas

Anak perempuan bertugas sebagai penari dan anak laki-laki bertugas memainkan alat musik. Hampir seluruh pemain alat musik disini anak-anak atau remaja, hanya ada satu/dua orang dewasa.

P1080869

 

20150318_160714

Kami para wisatawan boleh menyaksikan upacara ini asal tertib. Beberapa wisatawan asing sangat antusias memotret, sehingga beberapa orang tetap berdiri ketika diminta untuk duduk. Beberapa kali diingatkan oleh para Pecalang, tapi tak didengar. Pada akhirnya, seorang pecalang menegur mereka dengan sedikit berteriak “If you don’t sit, Please go home!” Saya dan suami sempat kaget booo, lagian nih bule-bule rese beud. Akhirnya bule-bule itupun nurut dan duduk dengan tertib. Salut euy buat pecalng-pacalangnya, bule aja ampe takut.

20150318_175810

20150318_175418

I love his hair xixi

P1080864

Nyantai dulu aaah sebelum dimulai

Upacarapun dimulai, kami yang menonton melihat betapa umat Hindu yang hadir khidmat sekali mengikuti serangkaian ibadah di upacara melasti. Beberapa pemimpin agama memimpin upacara dengan membacakan kidung atau syair dalam bahasa Bali yang tidak kami mengerti. Saya sempat mengantuk karena kidung yang terdengar mendayu-dayu hehehe. But, it was unforgetable experience that I ever had. Saya merasa sangat beruntung bisa menyaksikan langsung salah satu upacara keagamaan umat Hindu disini. Ya seumur-umur baru kali ini liat begini.Β  Dibawah ini beberapa foto yang saya ambil, enjoy!!

20150318_172210

20150318_181558

barang-barang kramat dibawa ke laut untuk disucikan

 

 

P1080895

 

P1080898.JPG

20150318_181903

 

20150318_155859

20150318_160025

Begitulah cerita pengalaman saya yang tidak sengaja menyaksikan salah satu upacara umat Hindu di Bali. Kalo kamu pernah punya pengalaman menyaksikan upacara adat di Bali atau daerah lain??

Advertisements

40 thoughts on “Terjebak di Upacara Melasti

  1. Pernah liat upacara adat Bengkulu, Upacara Tabot namanya. Cuma 1 tahun sekali. Tabot sendiri kaya ogoh-ogoh kalo di Bali. Dibuat untuk buang sial katanya. Percaya gak percaya. πŸ˜€

    Like

  2. Eh, melastinya di Kuta malah lumayan sepi ya, kalau di Lombok rame banget… sampai penuh itu pantai dengan kita semua. Saking penuhnya duduknya sampai ke pinggir banget sehingga tidak jarang kalau ombak membesar menjelang sore beberapa umat ada yang sampai kena :hihi. Tapi seru banget… terutama di arak-arakannya.
    Ada tari rejang juga… suka deh dengan fotonya, soalnya momennya ter-capture dengan sangat baik. Kebetulan yang sangat menyenangkan ya, Mbak :)).

    Like

  3. bali emang mistis.

    eh tapi pernah juga sih dulu ikut ngeliat sambil motret festival thaipusam di malay
    serem juga banyak yang gak sadar karena banyak yang kemasukan roh-roh gitu..
    semacam debus tapi lebih keramat dan lebih rame yang ikut..

    Like

  4. Wahaa ngomongin GMT -_- aku kemarin juga nggak liat wkwk agak salah strategi aja sih wkwkw pas gerhana, aku malah didalam masjid. Pas keluar, gerhananya katanya masih keliatan, pas aku liat, silaaaaaaaaaaaau meeen wwkwkwk

    Beruntuuung dong mbak kamu terjebak di upacara melasti itu πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s