Selamat Hari Guru

Selamat sore…

Hari ini tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru nasional. Maka dari itu, aku ucapkan selamat hari guru untuk semua guru-guru di Indonesia. Khususnya untuk guru-guruku di SDN Layung Sari, Pondok Pesantren Daar El-Qolam, UIN Jakarta dan guru-guru kehidupan yang aku temui.  Bagiku, guru adalah orang tuaku di sekolah dan di luar sekolah. Bagiku, pengibaratan guru sama dengan orang tua, nasihatnya harus didengar dan perintahnya harus dilakukan. Rasa hormatku-pun sama seperti rasa hormatku kepada orang tuaku, karena merekalah salah satu orang yang berjasa menjadikan aku seseorang saat ini. Walaupun., aku belum jadi orang sukses, tapi berkat merekalah aku mampu berdiri di kakiku sendiri saat ini.

Dari kecil, aku tidak pernah bermimpi sekalipun untuk menjadi seorang guru, karena memang itu bukan cita-citaku. Tapi takdir berkata lain, pada kenyataannya aku adalah seorang guru saat ini. Lebih tepatnya guru yang mencutikan diri dari mengajar (fokus kuliah). Kalo aku masih mengajar saat ini, pasti seru sekali di sekolah. Biasanya murid-murid akan sedikit memberi kejutan untuk guru-guru mereka, itulah yang aku rasakan dulu ketika masih mengajar. Tapi sekarang, aku hanya bisa melihat kebahagian teman-teman merayakan hari guru bersama murid dan rekan-rekan mereka. Sedih juga sih….! Kembali ke profesi guru, anggota keluargaku banyak yang menjadi guru. Bahkan beberapa dari mereka mendirikan yayasan pendidikan sendiri. Mungkin itu salah satu yang mempengaruhi aku menjadi guru. Pada dasarnya, aku suka mengajar. Aku sudah mengajar semenjak kelas 3 SMA. Ketika mengajar aku mendapatkan kepuasan batin yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, apalagi kalo melihat perkembangan positif murid, rasanyatuh bahagiaaaaaa. Dari situlah, aku fikir menjadi guru adalah hal yang menyenangkan. Entahlah tiba-tiba saya memilih fak keguruan and this is me! I am a teacher.

Menjadi guru bukan hal yang mudah, karena guru tidak hanya mentransfer ilmu. Banyak aspek-aspek kehidupan yang harus guru ajarkan kepada siswa. Guru harus memberikan contoh yang baik kepada murid dari segi prilaku, perkataan, prestasi, bahkan imspirasi. Itu bukan hal yang mudah, karena dilapangan banyak yang ditemukan guru hanya mengajar saja tetapi tidak mendidik. Salah-salah didikan atau ajaran, salah pula guru membentuk murid. Naudzubillahimindzalik,,,,, berat banget ya jadi guru. Iya berat, itulah yang aku rasakan ketika terjun langsung ke sekolah. Beratnya beban guru tidak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka dapat. Kadang aku sedih banget dengan guru-guru honorer atau guru-guru didaerah pedalaman, untuk makan sehari-hari saja mereka sulit.

Aku punya pengalaman, menjadi guru honorer di sebuah sekolah menengah pertama negeri di dekat rumahku. Sebelum menjadi guru honorer, aku sudah mengajar di beberapa lembaga bimbel. Ketika menjadi guru honorer, saya sedikit kaget. Karena gaji yang saya dapat perbulan hanya 300.000 dipotong uang koperasi 110.000, jadi penghasilan bersih saya hanya 190.000/bulan. Kalo saya tidak mengajar di tempat lain atau berjualan, rasanya sulit sekali mencukupi kebutuhan sehari-hari saya. Ini saya masih single, bagaimana rekan-rekan yang memiliki keluarga? beban yang dipikul teramat berat. Ini tidak hanya terjadi dengan saya, kalo kamu lihat berita di TV guru honorer berdemo miminta hak kesejahteraan yaaa wajar saja. Hari gini uang 200.000 sebulan dapet beli apa??? Makanya dulu rekan sejawat saya banyak yang nyambi, macam-macam sekali pekerjaannya ada yang jadi guru ngaji, tukang ojek, buka les dll. Bagi saya yang masih bisa dibilang muda, ngajar kesana-kesini tidak masalah. Tapi bagi yang sudah berkeluarga, memiliki tanggungan yang harus dia penuhi, saya fikir beraaat sekali. Seandainya guru tidak pintar membaca peluang atau bekerja sampingan, entah mau dibawa kemana keluarganya. Mudah-mudahan pemerintah mendapatkan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini.

Sedih kalo diceritain mah, tapi itulah pelajaran kehidupan yang sangat berharga bagiku ketika menjadi seorang guru honorer. Aku menjadi guru honorer hanya 2 tahun, setelah itu aku memutuskan keluar. Aku salut banget sama guru-guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi dan tetap setia

Beda cerita dengan guru-guru yang mengajar di sekolah swasta yang bisa dibilang bonafid. Gaji mereka rata-rata bisa mencapai 3.000.000 atau 4.000.000/bulan ya kalo dibandingkan dengan guru honorer sih beda sekali. Maka dari itu, guru-gurupun harus bisa meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing dan mampu mangajar di sekolah-sekolah yang concern terhadap kesejahteraan gurunya. Tapi itu sih pilihan ya, kamu mau mengajar dimanapun ga masalah, yang penting pandai-pandai bersyukur dengan rejeki yang didapat.. Insyaallah bahagia…..

Hari ini cukup special bagi aku,pagi ini suamiku mengirim foto ini

12310666_1079384712073123_3554118711960273181_n

Foto ini diambil oleh muridku yg membawa HP diam2 ke kelas, abis itu hpnya disita 1 semeter hahahaha

Saya sangat tersentuh, aah so sweet. Thank you papabear….

Kapada para guru jangan pernah lelah mendidik kami, teruslah mengajar, teruslah engkau nyalakan lilinmu agar masa depan kami terang benderang. Semoga Allah membalas amalmu yang selalu mengalir ini, karena ilmu yang kau berikan akan selalu kami gunakan di kehidupan kami.

Wahai guruku, yakinlah rezekimu datang dara 8 penjuru mata angin. Percayalah akan ada selalu keberkahan yang kau dapat dari pekerjaanmu. Teruslah menginspirasi kami para anak didikmu yang haus akan sosok teladan.

Salam khidmat dan hormat dari Muridmu yang selalu merindukanmu.

NB: Don’t take it seriously, it’s just my random thoughts hehehe

Advertisements

5 thoughts on “Selamat Hari Guru

  1. Guru honorer itu kasihan banget ya Mbak, padahal di tangan mereka juga nasib bangsa ini ada, mudah-mudahan negara peduli dan memberi mereka penghargaan yang setimpal supaya mereka bisa lebih semangat berkarya :huhu. Eh saya baru tahu lho kalau Mbak ini seorang guru, keren deh. Selamat hari guru ya Mbak, jangan bosan mendidik kami-kami supaya terus semangat untuk belajar :)).

    Like

  2. Saya dulu cita-citanya jadi guru. Tapi nggak kesampaian hiks.

    Tapi kayaknya sekarang guru-guru sudah sjahtera deh mbak soalnya sudah jarang liat guru yang demo kwa ha ha ha

    Selamat hari Guru.

    Like

    • Makasih mas…
      Hahaha mungkin sudah takdir mas bukan jadi guru.

      Iyaa demonya kalah sama buruh dan kebanyakan guru legowo aja mas hihihi. Yg sejahtera alhamdulillah, yg belum semoga disejahterakan secepatnya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s