Tegal: Kota Bahari

Hai teman-teman…apa kabar? ini adalah post pertama saya setelah lebaran, tepatnya sih post pertama di bulan Agustus hehe…

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman mudik lebaran pertama saya minggu lalu. Kebetulan suami saya orang Tegal yang merantau ke Jakarta, jadilah saya juga sekarang punya kampung halaman. Saya dan keluarga pergi mudik hari minggu tgl.20 July, jam 05.30 setelah solat subuh. Kami berlima yang terdiri dari saya, suami, ibu mertua, bapak mertua dan kedua adik ipar saya. Tadinya bapak mertua mau mencoba lewat tol baru yaitu tol Cipali, berhubung sepertinya semua orang ingin mencoba tol itu, kami mengurungkan niat kami karena terjadi macet yang luar biasa di ruas tol Cipali *bedasarkanberitasebelummudik. Akhirnya, kami memutuskan untuk lewat Pantura saja. Bismillah…semua ready langsung cuuuuss ke kota Tegal. Beruntungnya kami lewat tol pantura, karena lancaaar selancaar lancar nyaaa hahaha, ada saudara kami yang kebetulan lewat tol cipali terjebak macet yang sangat panjang. Pokoknya alhamdulillah banget perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan sekitar jam 11.00 siang hari. Jadi kalo dihitung saya membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam untuk sampai di kota Tegal.

  • Suasana kota Tegal

Ternyata kota Tegal ini ga jauh-jauh amat sih, letaknya yg berada di jalur pantura membuat saya merasa cepet banget nyampenya, kata bapak mertua 4,5 jam terhitung cepat untuk sampai di Tegal. Kota Tegal ini berbatasan dengan kabupaten Brebes sebelah barat, dimana saya melihat berjejeran toko “Telur Asin” khas oleh-oleh Brebes dan Tegal. Rumah kakek saya bertempat di desa Cebawan Kec. Margadana. Kesan pertama ketika sampai, saya langsung ngomong sama suami “Kok kayak komplek perumahan sih, ga ada desa-desanya banget gitu” sontak suami saya ketawa, sebenernya udah dikasih tau sama suami kalo kampungnya itu bukan desa yang seperti ada di benak saya, udah kota.Yang saya suka di desa ini rumah tertata rapi seperti di komplek, jalanan aspal dan masih banyak pepohonan, oiya satu lagi rumahnya besar-besar dan bagus. Begini nih gambarannya…

20150722_170822[1]
Suami dan lilik sof, Lilik means tante πŸ™‚
My brother in law stood in front of Bapak Tua's house (grandpa)
My brother in law stood in front of Bapak Tua’s house (grandpa)

Begitulah suasana di sekitar rumah kakeku bersih, tertata rapi dan ramah-ramah orangnya.

  • Wisata Tegal

Sesudah sampai di rumah kakek saya, mulailah saya dan suami merencanakan akan pergi kemana saja disini. Kebetulan mudik kali ini cukup lama dari hari minggu-kamis, kalo ga dipake buat jalan-jalan kan sayang banget. Karna semua kelelahan di hari pertama, kami mengisi waktu dengan ngobrol-ngobrol bareng keluarga dan istirahat. Kami tidur di rumah Lik Sof yang bersebelahan dengan rumah kakek, dan rumahnya penuh sekali karena keluarga bapak mertua cukup besar dan semuanya tinggal di Jakarta jadilah rumah lik Sof yang dipake penginapan ketika semuanya mudik.

di hari kedua, suami saya mengajak jalan-jalan sore tepatnya ke Alun-Alun kota Tegal. Enaknya jalan sore di kota Tegal, kalo kata saya suasananya mirip Jogja. Saya naik motor bersama suami, kami jalan-jalan berdua saja. and here it is Alun-alun kota Tegal.

Keramaian alun-alun kota TegalKeramaian alun-alun kota Tegal

20150720_173250Sore ini alun-alun ramai dengan pedagang jajanan kaki lima, mainan anak-anak, dll. Banyak pedagang yang membuka tikar, jadi untuk para pengunjung yang ingin makan bisa lesehan disini dan didepan alun-alun ini terdapat mesjid agung kota Tegal. Disini sedikit macet karena banyak perkir liar yang menggunakan bahu jalan. Cukup meriah dan bisa cuci mata, disini saya cuman sempet makan bakso yang harganya ga jauh beda sama yang di Jakarta 12.000/mangkuk padahal pengen coba makanan khas sini kupat glabed tapi lagi penuh banget dan saya males ngantri.

Hari ketiga di kota Tegal…

Sekitar jam 08.00 pagi saya, suami dan adik sepupu pergi ke pantai Muara Rejo yang dekat dengan rumah kakek. Sebenernya ga deke-deket amat tapi sepupu saya tau jalan pintas ke sana dengan pemandangan yang bagus, tapi sayang jalannya kurang bagus hehe. Kami pergi kesana dengan motor, pas ngeliat jalannya yang berbatu haduuh bakal pegel-pegel nih sepulang dari pantai. Karena pemandangannya yang bagus sayapun merasa teralihkan dari jalanan batu, ada kebun mangrove dan banyak tambak ikan.

Tambak ikan warga sekitar
Tambak ikan warga sekitar

Sesampai disana kami harus membayar Rp.2000 saja untuk masuk kawasan wisata pantai muara rejo. Setelah mendapat lokasi yang cukup cucok untuk menikmati pantai, kamipun berhenti tepat di depan warung-warung kecil di tepi pantai. Kebanyakan warung disini menyediakan pop mie dan soft drink saja. Saya dan sepupu sempat bermain di pantai untuk mencari keong/kelomang, sayangnya tidak banyak kelomang yang muncul saya cuman dapat satu ekor saja. Kalo adik sepupu saya kemarin sempat kesini, dapet banyak kelomang. Karena wisata ini masih dikelola warga, jadi ga banyak fasilitas yang bisa dinikmati, semuanya masih serba terbatas. Sangat disayangkan pula, banyak sampah di pinggir pantai saya yang berencana mau berbasah-basah ria di pantaipun tidak jadi.

Sekitar jam 11.00 kami pulang, bapak mertua saya mengajak saya jalan-jalan lagi. Awalnya tujuan kami adalah kawasan wisata Guci, mengingat jarak yang cukup jauh dan jalan menuju kesana macet parah *info dari saudara, maka kamipun merubah destinasi kami ke pantai Purwahamba Indah (Pur In). Yeeeaa pantai lagi, emang banyak pantai disini makanya kota Tegal dijuluki dengan kota Bahari. Untuk pergi ke Pur In tidak memakan waktu yang lama dari rumah kakek, hanya sekitar 30 menit saja.

Sesampainya kami disana, kami harus membayar Rp.52.000 untuk 5 orang dan parkir mobil sebesar Rp. 5.000 lumayan murah meriah. Ketika masuk parkiran, owalaaaaah ruamee tenan….ampe susah cari parkiran. Saya sudah membayangkan saja ini di pantai hamparan manusia semua kayaknya. Dikawasan ini juga terdapat water park, tapi kami tidak masuk ke water park. Suasana nya rame banget ditambah dengan banyaknya pedagang kaki lima dan tentunya cuaca saat itu panas karena kami nyampe pantai sekitar jam 12.30 bisa dibayangin?? bisa dibayangin?? Untuk menuju pantai kita harus jalan kaki dulu sekitar beberapa meter saja sih *ga ngukur, sepanjang jalan banyak sekali pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya.

Jalan menuju pantai Pur In
Jalan menuju pantai Pur In

Setelah sampai di tepi pantai, yang saya lihat hanya lautan manusia yg begitu banyak menyesaki pantai. Sekali lagi saya mengurungkan diri untuk berbasah-basahan disana. Ga kebayang deeeh… ga asik aja bagi saya. Akhirnya kami sekeluarga mencari tempat unuk beristirahat, disana banyak warung-warung kecil yang menjual jajanan seperti baso, pecel, manisan, dll. Kalo saya dari awal udah ngebet banget pengen makan kelapa hijau. Alhamdulillah kesampean, seger banget minum kelpa hijau di tepi pantai.

Purwahamba Indah Beah
Purwahamba Indah Beach
20150721_103902
The Boys

Jadi ngapain aja di Pur In? menikmati pemandangan orang-orang lalu lalang saja sebenernya sambil makan rujak dan pecel. Oiya banyak sekali toko yang menjual manisan pepaya, berwarna-warni ada yang merah, hijau bahkan kuning. Ada juga yang menjual kaos dengan tag line kota Tegal “Tegal Laka-laka” saya ga tau artinya apa, kata suami laka itu “ga ada”, kalo “laka-laka” dia juga ga tau hahahaha. ada yang tau gaa???

Hari keempat di kota Tegal

Di hari ke empat kami sekeluarga menyempatkan untuk bersilaturahmi dengan saudara yg berada di kota Brebes, sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ke Brebes berhubung sedang arus balik kami terjebak macet yang cukup parah. Beruntungnya mertua saya tahu jalan alternatif untuk menghindari macet, akhirnya kamipun melewati jalanan kecil untuk cepat sampai brebes. Kurang lebih satu jam kami sampai di rumah saudara. Setelah berkunjung kami memutuskan untuk pergi ke pantai Randusanga Wetan Brebes. Pantai ini perbatasan antara kota Brebes dan kota Tegal. Objek wisata ini sudah dikelola oleh dinas pariwisata daerah, harga tiket masuk pun lebih mahal di bandingkan pantai yang lain. Harganya? tetooong saya lupa!! pantainya ga jauh berbeda seperti pur in dan muararejo, tak ada pasir putih yang bisa anda nikmati, tapi so far so good sudah banyak fasilitas memadai di sana seperti banyaknya rumah makan yang menyediaknan sea food, panggung gembira, arena balap motor, cafe, dll. Oiya banyak juga kios yang menjual oleh-oleh khas brebes yaitu telur asin dan bawang merah.

CYMERA_20150723_090450[1] CYMERA_20150722_164723[1]

Disini pun kami hanya berfoto-foto saja mengingat lilik yang “masak besar” di rumah, kamipun segera pulang sekitar jam setengah 3 sore. Kami hanya mengambil beberapa foto saja disana.

  • Jajanan khas Tegal

Kalo di tanya, makan apa aja disana? saya makan banyak disana sampai naik 3kg hahaha dan saking banyak nya lupa apa aja yang dimakan. Di lingkungan rumah kakek banyak sekali penjual makanan yang lewat, dan setiap yang lewat kita berhentikan, sampai-sampai jualannya habis dibeli kita semua. Jajanan pertama yang saya makan adalah Es dawet, es dawetnya berbeda sekali dengan yang ada di Jakarta atau Bekasi yang sudah banyak divariasikan. es dawet ini masih original, dawetnya berwarna putih lembut,diberikan kuah gula merah. Si ibu penjual ini hanya membawa beberapa es batu untuk mendinginkan es dawet kami. Disajikan di mangkuk kecil tapi ga kecil-kecil bgt sih, es dawet ini diberiikan 2 potongan es. Enak, sedaaap dan harganya cuman Rp.2.000 sajaaaa. murah banyak kaaan, sayangnya saya lupa foto makanannya huhuhu.

Satu lagi, si ibu ini membawa jajanan yang lain yang bernama Kojek saya kira “Gojek” hahaha. Apa sih kojek?? kalo kata saya ini cilok, sama persis dengan cilok tapi sedikit ada rasanya. disajikan dengan kecap dan saus duuh jajanan SD banget niiiih. Harganya? celebu dapet 4 butir kojek. muraah murah murah kojeknya pun ludes dimakanin kita semua. Sepertinya hari ini hari keberuntungan si ibu penjual kojek, berhenti di satu rumah langsung ludes dagangannya, jadi si ibu ini ga usah deh keliling-keliling kampung khusus hari ini. Terimkasih ibu membuat perut kami happy!!

Apa lagi yang enak-enak??? malamnya saya dibelikan Tahu Kuping oleh sepupu saya. Haaah? tahu kupiing? bentuknya kayak kuping atau gimana nih? karna saya ga ikut membeli kan jadi penasaran. Setelah sepupu saya pulang dan membawa tahu kuping. Ditunjukanlah itu tahu kuping…. ternyata tahu ditambahkan aci dipinggirannya lalu digoreng. Tahu ini biasa juga disebut dengan tahu aci.

Tahu Kuping
Tahu Kuping, source : www/tegallakalakamoncerkotane.blogspot.com

Rasanyaaa? yaa rasa tahu hehehe enak deeng ada sensasi kenyek-kenyel dari acinya, paling enak dimakan panas-panas ditemani cabai atau saus juga nikmat. Biasanya mamah mertua saya membeli tahu kuping yang mentah untuk jadi oleh-oleh karna lilik saya sudah terlanjur memasaknya, jadilah bawa yang matang dan ludes di perjalanan pulang kami sebagai cemilan.

Next? masih adaaa nih guys namanya Olos. Apa itu olos? lagi-lagi olos ini terbuat dari aci yang dibentuk seperti bola ping-pong. Karena berbentuk bulat olos ini ga cuman bulet kosong tapi ternyata ada isinya, isinya apaa?? macam-macam dong kebetulan yang saya makan olos berisi irisan daging ayam dan sedikit sayuran. Rasanya? sedikit pedas, enak tentunya karna ini bukan aci biasa, tapi aci isi….

olos.gambar
OLOS (source: wisata-tegal.blogspot.com)

Enak deeh waktu di Tegal kerjaannya makan melulu, masih banyak makanan khas Tegal yang lain seperti kupat glabel, sate tegal, nasi pongol dan masih banyak yang lainnya.

  • Oleh-oleh

Naaaah naaah ini nih yang paling penting OLEH-OLEH khususnya buat keluarga saya. Apa nih oleh-oleh khas Tegal. Saya sebutkan beberapa saja ya. Dikarenakan kota Tegal juga terkenal dengan kota penghasil teh karena teh-teh ternama di Indonesia diproduksi disana contohnya teh poci, teh 2 tang, teh Tong Tji dan masih banyak yang lainnya. Teh disini khas banget, beraroma melati dan rasanya manis sepet dan kental.

Teh-Poci-Mas-1024x768
source: http://www.ditegal.com
pic20150224103514_SLIDE-3-1
source: ditegal.com

Di kota Tegal ini kita tidak hanya dimanjakan dengan banyaknya varian teh bubuk ini, disini pula banyak yang menjual poci/teapot khusus membuat teh yang sudah dilengkapi dengan cangkir-cangkir yang cantik. teko ini banyak di temukan di sepanjang jalan kota Tegal, kisaran harga mulai dari Rp.65.000 sampai Rp.150.000

teko-gerabah-merah

Di desa cebawan ini ternyata ada yang memproduksi telur asin, walaupun oleh-oleh ini identik dengan kota Brebes tapi ga ada salahnya di beli di Tegal hahaha

20150722_171236[1]
Beli langsung sama yg buat lebih murah

20150722_171107

Wow ternyata panjang juga ya pos saya kali ini, kayaknya dah cukup ya nanti yg baca bosen lagi hehehe. begitulah cerita mudikku ke kampung halaman suami di kota Tegal. Kalo kamu mudik kemana??

Advertisements

9 thoughts on “Tegal: Kota Bahari

  1. Itu senyum yang beli telur asin maknyuss banget deh Mbak, seperti baru ketemu dengan telur asin enak yang sudah lama didamba :hihi.
    Tegal keminclong, moncer kotane, itu yang paling saya ingat soal Tegal meski saya sebenarnya belum pernah ke Tegal. Tegal laka-laka, kalau kata teman saya yang asli Tegal itu artinya Tegal tiada duanya :hehe. Di sana wisata alam yang terkenal agaknya air panas Guci ya Mbak, kalau pantai untuk wisata kayaknya belum terlalu menjadi andalan soalnya di sana pesisir justru menjadi ajang industri alih-alih tempat berlibur.
    Kalau kata teman saya lagi, yang terkenal di Tegal malah satenya Mbak, sate kambing atau sapi saya lupa pokoknya dia berpesan kalau saya jalan ke Tegal, mesti coba sate di sana karena katanya enak banget :hehe.

    Like

    • Hahaha… itu seneng bgt soalnya doyan bgt telor asin berasa ketemu pacar yg sudah lama tak jumpa.

      Ah iya wisata pantai emang ga se famous Air panas Guci… padahal banyak bgt pantai2 disini yg kalo dikelola dg baik pasti ngalahin guci juga, sayangnya lebih menguntungkan untuk jadi pusat industri sepertinya hehe
      Oiya, padahal saya mau mencantumkan sate tegal. Tapi kayaknya sate tegal banyak juga dijumpai di jakarta, sempet makan sate kambing tegal mas tapi lupa foto saking enaknya, but so far sama rasanya dg sate tegal di jakarta hahaha.

      Liked by 1 person

  2. seru sekali cerita mudik kekampung halaman suami, nambah keluarga baru, jadi lebih kenal daerah tempat kelahiran suami ya, liat gambar2 cemilannya itu loh bikin elap iler nih,hehe
    btw saya juga lebaran kemarin pulang loh ke negara suami (tapi bukan mudik cuman perpanjang paspor doang) anggaplah mudik ya krn plgnya pas lebaran juga,hihihi

    Liked by 1 person

    • Iya mba seru bgt keluarganya jadi nambah banyak juga, sama2 keluarga besar soalnya.
      Itu cemilannya maknyos2 bingit apalagi olos enak deeh… #tambahngilernihkakadhya hahaha

      Itu bisa dikatagorikan mudik kok kak kan mengunjungi negara suami momentnya dapet pas lebaran hehehe… gimana lebaran disana kak??

      Like

      • lebaran disini biasa aja, gak ada suasananya,hehe tapi untung ada kbri jadi numpang shalat id disana. emang bener cemilan2nya bikin elap iler ih pengen, tapi takut pas naik timbangan langsung shock,hehe itu beneran naik 3 kg?

        Like

      • Untung ada kbri ya kak… jadi bisa mengeboti sedikit rinďu lebaran disini…

        Beneran kak 5 hari disana 3kg naik.. kerjaannya cuma makan tidur jelong2 yaa iyaaa badan juga jadi ikut lebar-an xixixi

        Like

      • Kalau saya mah, 2 thn yg lalu mudik juga, tp sendirian, jd ngga ke rumah Mertua, soalnya sebentar di Bandungnya.

        Iya jadi agak kapok minumnya, kecuali ngga kental, bolehlaaah… πŸ˜„

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s